Prolog

18 2 7
                                        

Banyak dari mereka yang menyukaiku dari sifat periang dan ramah ku,

Banyak dari mereka yang merasa menjadi temanku,

Banyak dari mereka yang merasa tahu tentang diriku,

Banyak dari mereka yang selalu ingin ada didekatku,

Tapi,,,

Sebanyak apapun mereka merasa mengenalku,

mereka tidak akan pernah tau sedikitpun apa yang sebenarnya tengah ku rasakan.

Mereka tidak akan pernah tau bagaimana rasanya menjadi diriku.

Bagaimana menjadi seorang gadis sepertiku,

seorang gadis yang tidak pernah menunjukkan dirinya yang sebenarnya dihadapan orang banyak.

Seorang gadis yang selalu bersembunyi dibalik topeng bahagianya

seorang gadis yang memiliki kehidupan kelam...

yaa, setiap orang pasti memiliki masa kelamnya masing-masing.

Masa kelam yang membuat setiap orang merasa terpuruk dan putus asa.

Masa kelam yang membuat setiap orang jatuh sedalam-dalamnya,

tapi dibalik itu semua...

Sebagian besar orang akan bangkit dari keterpurukan itu dan memulai kehidupannya kembali dan menjadikan masa kelam itu sebagai pelajaran hidupnya.

Tapi, sebagian kecil yang tersisa hanya bisa meratapi keterpurukan itu.

Hidup dalam bayang-bayang masa kelam yang menjatuhkannya sangat dalam

Dan aku, adalah sebagian kecil dari orang-orang yang terjatuh begitu dalam,

Gadis yang meratapi keterpurukannya

Gadis yang selalu berusaha untuk bangkit dari keterpurukannya yang tak berujung

Gadis yang selalu menyimpan keterpurukannya didalam hatinya

Gadis yang selalu berusaha terlihat ceria untuk orang-orang di sekitarnya

Gadis yang tidak ingin orang lain mengetahui sejauh apa dia terjatuh

Bukan.. bukan karena aku takut orang lain akan ikut terjatuh bersamaku.

Aku hanya takut terjatuh semakin dalam lagi dan mengalami keterpurukan lagi

aku tidak ingin orang lain memandangku sebelah mata karena masa kelamku

Aku tidak ingin orang lain memandang kasihan terhadapku.

Yang ku inginkan hanya semua orang menatapku sebagaimana aku sekarang, aku yang selalu ceria, aku yang ramah, aku yang memiliki banyak teman.

Aku tidak perduli dengan masa kelamku, aku tidak ingin mereka tau mengenai semua keterpurukanku itu.

Biarkan aku menyimpannya sendiri, meskipun itu akan terasa amat sakit dan menyiksa

.

.

.

.

Anna Gracia

Hidup dengan keluarga yang lengkap

Ayah dan Ibu yang selalu mendukungku

Kakak yang selalu menjadi tempat menuangkan semua keluh kesahku

Adik yang selalu ada untuk mengindahkan hari-hari ku yang kacau

Keluarga yang selalu ada untuk menyemangatiku dirumah

Aku menemukan kehidupanku di dalam rumahku

Bahagiaku ada saat aku membuka pintu masuk rumahku

Berbeda saat aku mulai menginjakkan kaki ke dunia luar

Ke tempat dimana hanya ada orang-orang kejam yang selalu memanfaatkan ku

Tempat dimana orang-orang munafik berada

Tempat dimana aku selalu merasa kalimat kesenangan dan ucapan terimakasih hanyalah sebuah formalitas

Memaksa ku untuk menjadi seorang yang penuh dengan kebohongan dan juga kelicikan

Tempat dimana senyum manis merupakan sebuah topeng

tempat dimana tidak ada yang mendengarkan keluh kesah ku

Tempat dimana tidak ada seorang yang datang dan mengindahkan hari ku yang kacau

Tempat tanpa ketulusan

Tempat dimana kemunafikan berkumpul

Tempat dimana semua kebahagiaan adalah palsu

.

.

.

Thalia Margareth

Aku tidak memerlukan semua kepalsuan ini

Cukup menjadi realistis dan menjalani hidup dengan apa adanya diriku

Bertindak adil pada semua orang

Tidak menjadi salah satu dari kepalsuan dunia ini

.

.

.

Jose Mahendra

--------------------------------------------------------

yupss, prolog dulu yaa

kasih saran juga komentarnya

siapa tau ada ya kan ?

kasih aku semangat juga dengan vote dong yaa

Trims

with love

Claa

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Apr 13, 2017 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Another MeWhere stories live. Discover now