Prologue

141K 2.6K 59

Hai nama gue Kanya. Gue diterima di SMP Nusantara dan masuk tim inti basket. Setiap tahun gue selalu ikut event-event basket.Tapi pada suatu event, gue ketemu seseorang yang membuat hidup gue lebih berwarna.Ya gue emang lebay tapi orang ini bener-bener bikin kehidupan SMP gue lebih menyenangkan dan gue gapernah liat sesuatu yang lebih indah daripada dia.

Gue memiliki postur tinggi untuk standar anak SMP. Sekitar 170an, rambut gue coklat dan keriting. Kulit gue putih, kayaknya sih gue ada keturunan bule tapi silsilah keluarga gue rumit. Gue bukan salah satu dari cewek-cewek yang modis. Gue kalo jalan juga cuma pake t-shirt sama jeans, yang casual aja. Temen gue pun rata-rata cuma temen sekelas dan temen ekskul.

Oke here it goes.

Flashback

Gue lagi menunggu tim basket sekolah main. Gue ngeliatin sekitar dan ada cowok tinggi, putih, betisnya keren pula. Dia ke meja MC entah mau ngapain tapi mata gue selalu memperhatikan wajahnya. Saking lamanya, mungkin dia merasa kalau ada yang liatin, dan akhirnya dia nengok kearah gue lalu kita eye contact. Gue langsung memalingkan muka dengan perasaan malu campur seneng.

"Eh kok muka lo merah?" Tanya teman gue.
"Hah? Iya apa? Paling gara-gara panas." Jawab gue, mencoba untuk meyakinkan dia.
"Oiya," Katanya dengan raut wajah kecewa, "Ah lo putih sih! Haha"

Beberapa menit kemudian, kita tanding dan menang! Besok kita tanding lagi dan semoga aja ketemu 'dia'. Semalaman gue kepikiran dia terus tapi bingung mau cerita sama siapa, karena gaada yang kenal sama dia dan gue juga belum tau namanya. Gue mencoba untuk sabar.

Keesokannya setelah pulang sekolah, gue sama anak basket lainnya ke sekolah 'dia'. Ketika gue masuk ke lapangan indoor tempat tanding, gue melihatnya. Ya Tuhan ganteng banget. Keliatannya dia abis tanding juga karena pake jersey sekolahnya. Gue langsung ngeliatin nama dan nomor yang tertera pada punggungnya. Nama dia Akbar dan nomornya 11.

Gue tersenyum dengan puas dan mencoba menahan rasa senang ini. Tapi tau cewek kan? Ujung-ujung nya ngasih tau temen dan hyper sendiri. Temen-temen yang gue kasih tau juga setuju kalo dia emang ganteng. Langka banget yang kayak dia. Atau.. karena gue baru lihat beberapa cowok di dunia ini? Tapi Akbar itu udah tinggi, putih, unyu gitu lagi mukanya. Matanya juga rada sipit. Oh iya, dan terlebih lagi.. BETISNYA.
Astaga obsesi gue dengan betis cowok tidaklah sehat. 1 jam kemudian,kita mulai tanding dan score nya mepet.Tim gue kalah tapi syukurlah kita masih mendapatkan juara 3. Ketika pulang, gue sendirian nunggu depan sekolah dia dan tiba-tiba dia lewat depan gue.

Kita eye contact lagi.

Duh mimpi apa gue semalem? Rasanya kayak di lewatin malaikat. Sampai di rumah, gue mulai ngestalk orang-orang yang namanya Akbar.

Susah. Banget.

Karena kita masih kelas 7, pasti masih pada belum berani nulis nama sekolahnya di bio twitter. Dan seperti rezeki yang datang berturut-turut minggu ini, ternyata temen gue ada yang dulu satu SD sama Akbar. Gue langsung liatin followers dan following temen gue dan setelah rasanya berjam-jam mantengin laptop, KETEMU JUGA. Gue juga nemuin skype, msn, blog dan medsos lainnya yang dia punya. Ya bisa dibilang gue bakat stalk orang.

Tapi pas gue liat profile dia, ada nama cewek di bio nya. Gue sedih klimaks. Rasanya kayak dihantam batu dan golok. Besok paginya di sekolah, gue cerita ke temen-temen deket gue di kelas.

"HAH TAMARA?" Teriak Naya dengan ekspresi kaget.
"Iya Naay anjir."
"Dia temen SD gue!!"
"SERIUS LO?" Tanya gue balik sambil melotot.
"IYAA KANYAA!"

Pokoknya hari Jumat waktu itu penuh kesedihan. Kesedihan itu ngga berhenti di hari tersebut. Setiap tahun, gue selalu ketemu Akbar di event-event lainnya. Seiring tahun berganti, cewek dia ganti lagi. Gue aja satupun belom. Penghinaan.

3 tahun berjalan dan gue akhirnya lulus SMP juga dan gue sangat bersyukur bisa diterima di SMA favorit. Apakah 3 tahun ini akan sama kayak di SMP atau berbeda?

DilemaBaca cerita ini secara GRATIS!