Bukan Mauku Untuk PHP

1.4K 113 109

Selama beberapa hari ini aku merasa bersalah sama pembaca yang dulu setia nungguin update Esper Song tiap minggu. (Harusnya merasa bersalah dari bulan-bulan lalu)

Pasalnya aku menyatakan tidak akan hiatus dan bertekad menamatkan Esper Song pada Agustus lalu. Nyatanya, ini sudah Oktober dan tidak ada kemajuan dengan naskah Esper Song.

Untuk semua yang masih menunggu update Esper Song, saya sebagai penulis benar-benar meminta maaf karena tidak bisa melanjutkannya untuk sementara ini. Bukan keinginanku untuk tidak mengerjakannya. Ada tuntutan pekerjaan yang membuatku harus menunda pengerjaan Esper Song.

Mungkin lebih tepatnya ini karena manajemen waktuku masih kurang bagus. Dari pagi sampai sore adalah jam di mana aku harus menghabiskan waktu di kantor. (Sebelum ada yang salah tanggap, kuklarifikasi lebih dulu kalau umurku masih 20). Dari sore sampai malam biasanya kuhabiskan untuk istirahat sambil nonton anime. Satu anime sehari itu belum cukup untukku. Jadi, biasanya nonton anime sebanyak-banyaknya sampai ngantuk.

Oke, itu salahku karena kebanyakan nonton anime. Padahal waktunya bisa kugunakan untuk menulis Esper Song. Percayalah, ada kalanya aku berniat untuk melanjutkan Esper Song, tapi kekuatan anime benar-benar luar biasa untuk menyedotku.

Oke, itu salah satu penyebab kenapa Esper Song belum juga ditulis, yaitu karena manajemen waktuku buruk. Ada alasan lain di balik itu yang membuatku beberapa bulan ini menjadi benar-benar vakum dari tulis-menulis. Bahkan aku harus meninggalkan beberapa kewajibanku di tempat lain.

Bulan Juli lalu, pas masih semangat-semangatnya beraktivitas, tiba-tiba datang suatu kabar bahwa aku dimutasi ke kantor lain. Sebelumnya di Jogja, sekarang ke Tanjung, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Balik ke pulau sendiri sih, tapi masih tetap jauh dari rumah.

Yang jadi masalah bukan pindahnya, tapi kerjaan barunya. Di kantor sebelumnya yang cuman tau ngurusin surat masuk, surat keluar, pas dipindah tiba-tiba ngurusin gaji orang lain. Salah dikit didemo, telat dikit didemo. Parahnya, kerjaan ini kayak gak ada selesai-selesainya. AAAAAAAGGHHHH. (Oke, itu berlebihan)

Dua bulan kemaren udah cukup untuk penyesuaian sih, setidaknya aku sudah tau mau ngapain-ngapainnya. (Walau masih banyak yang belum paham). Yang jadi masalah lagi kenapa aku belum bisa nulis Esper Song saat ini adalah karena aku mengikuti diklat selama sebulan ini. Di akhir diklatnya disuruh nulis laporan pula. Kalau gagal berpengaruh pada karir.

Begitulah...
Tuntutan pekerjaan datang dari sana-sini. Diklatku beserta laporannya resmi berakhir akhir Oktober nanti. Kalau ada kesempatan dan tidak ada halangan lagi, aku bakal lanjutin Esper Song.

Oke, tulisan absurd ini dibuka dengan curhatan gak jelasku yang terdengar seperti cari-cari alasan buat gak update. Di tulisan berikutnya semoga bukan curhatan gak jelas seperti ini.lagi.

Keep writing, keep learning
Enjoy your works

Semoga kalian tidak mengalami yang kualami.

See you next time.

Daripada Gak NulisRead this story for FREE!