Bagian 33 (END)

6.9K 329 89

Author's POV

Masih tak percaya pada apa yang dilihatnya dicermin, Ara terus saja menatap tiap inci bayangan wajahnya. Meskipun bukan pertama kali ini ia di makeover, tetap saja ini sesuatu yang asing bagi dirinya. Berbeda dengan riasan pada waktu acara pertunangan Vina yang gagal saat itu...kali ini riasan wajah Ara didominasi warna-warna Matte tapi jauh dari kata sangat tebal. Setiap polesan diwajahnya semakin mempertegas garis kecantikan alaminya.

Tak luput juga ia terus-menerus membelai gaun hitam yang dipakainya, gaun itu tak terlalu terbuka layaknya gaun pesta pada umumnya karna Ara memang tak menginginkan lekuk tubuhnya terlalu terekspose. Bukan tipe pribadi Ara untuk menonjolkan keseksiannya. Maka dari itu dia lebih memilih gaun yang berlengan pendek, kalaupun dia memakai pakaian seksi...jelas sekali Vina akan melarang.
Gaun sepanjang lutut itu didominasi warna hitam dengan sedikit warna cerah dibeberapa bagian.
Kakinya yang ber-Heels tak terlalu tinggi semakin membuat Ara semakin terlihat imut namun sekaligus telihat glamour.

"Kalau bukan acara penting, nggak bakalan mungkin aku ijinin kamu keluar kaya gini"

Ara terkejut pada suara berat disampingnya,

"Sejak kapan kak Vina berdiri disini?" Batinnya.
Tiba-tiba Ara terpesona melihat Vina, Vina begitu tampan malam ini dengan setelan jas yang dipakainya. Rambut yang dirapihkan sedemikian rupa membuatnya semakin mempesona....

"Hey" Goda Vina, Ara terperanjat.
Vina tahu kalau Ara juga sedang berada dalam alam bawah sadarnya menikmati penampilan dirinya. Sedangkan Vina sendiripun begitu menikmati penampilan Mannequin hidup didepannya.

Vina masih menatapnya dalam diam...dan tajam,

Ara menggelengkan kepalanya lalu mengalihkan pandangannya ke arah lain, berusaha menetralisir kabut bunga dibenaknya.
Hal ini membuat Vina tersenyum geli,

"Emang aku keliatan terlalu lebay ya kak?" Tanya Ara setelah berhasil menguasai dirinya.

"Sebaliknya...." Jawab Vina.

Ara menaikkan alisnya tanda belum mengerti.

"Terlalu sempurna sampai aku yakin bakalan bikin mata orang-orang yang liat kamu ntar copot dari tempatnya" Lanjutnya. Ara langsung tertawa kecil

"Kak Vina lebay hihihi" Ujar Ara.

Vina langsung mendekat dan merengkuh Ara erat.

Deg.!

Seketika batin Ara bergelenyar

Vina menatapnya lama...

Merasa salah tingkah, kembali Ara mencari pandangan Aman. Menghindar dari tatapan tajam dari orang yang sedang merengkuhnya saat ini.

Beruntung sekali Ara tak memiliki penyakit jantung, karna setiap kali Vina melakukan kontak mata maupun fisik dia tak pernah siap, baginya pesona Vina begitu kuat memenuhi rongga jiwanya.

Seperti saat ini, Ara tak berani menatap matanya. Ia hanya mampu menunduk...degub jantungnya seolah dapat terdengar oleh siapapun.

Vina meraih dagu Ara
"Boleh nggak cium bibirnya bentar? Gemes banget liat kamu" Katanya berbisik

Ara melotot, lalu tangannya sedikit mendorong tubuh Vina
"Ntar mereka liat kak..." Ara masih berusaha menguasai dirinya. Dorongan tangannya seolah tak ada gunanya bagi Vina karna pelukan Vina sangat erat.

"Mereka udah pergi dari sepuluh menit lalu" Jawabnya masih tetap berbisik

Yang dimaksud "Mereka" adalah tukang makeup yang dikirim oleh Siwi ke rumah Vina.

So Possessive (gxg)Baca cerita ini secara GRATIS!