Itu mulmed-nya KIMI. Kalau belum ada yang tahu, Kimi Lin itu anaknya Jimmy Lin. Ayahnya juga seorang artis China, yang dulu masa kecilnya suka nonton film BOBOHO pasti tahu siapa Jimmy Lin.

p.s Ketahuan deh penulis FF nya bukan anak SMA. Hehehe...

Sungguh jika kebetulan itu memang benar ada?

Atau sesungguhnya memang Tuhan yang mengatur semuanya?

"Bos, Presdir mencarimu."

Kim Bum melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya, dahinya berkerut. "Masih terlalu pagi untuk bertemu denganku. Kau tahu apa yang diinginkannya?"

"Sepertinya tentang project di Busan."

"Baiklah, kau simpan ini. Aku akan menemuinya sekarang." Kim Bum menyerahkan tasnya kepada Kibum.

Tanpa mengetuk pintu Kim Bum langsung membuka pintu ruangan dengan nama 'President Direktur' di depannya.

"Ada apa?"

Seorang pria baya melihat kedatangannya dengan tatapan kesal, "Jaga sikapmu! Kita sedang berada di kantor, aku adalah ..."

"Pimpinan perusahaan ini dan kau adalah seorang Direktur di perusahaan ini." Kim Bum menyela sebelum pria itu menyelesaikan kalimatnya. "Hanya ada kita berdua di ruangan ini. Lagi pula semua orang tahu aku adalah anakmu." Kim Bum duduk di hadapan Kim Jun Tae dengan bersilang kaki.

Jun Tae hanya bisa menghela napas melihat kelakuan anak bungsunya, "Kali ini aku tidak akan berkomentar apapun tentang kelakuanmu, kuakui kemampuan berbisnismu cukup baik."

Kim Bum mengangkat tangannya, "Sangat baik." Meralat penilaian ayahnya.

"Terserah. Kau sudah berhasil melobi warga Desa Daejon untuk menyerahkan lahan mereka pada kita. Dan kali ini aku ingin kau pergi ke Busan."

"Bukankah itu project milik Joon hyung, kenapa harus aku yang menyesaikannya?"

"Dia harus pergi ke Amerika, ada masalah dengan kontrak kerja sama perusahaan kita di sana."

"Kau hanya perlu membujuk warga di sana untuk menyerahkan lahan mereka pada kita. Jika mereka setuju, kau bisa kembali dan Joon yang akan melanjutkan project di sana."

"Kalau begitu, tunggu sampai Joon hyung kembali dari Amerika saja."

"Tidak bisa, kita sudah mengatur jadwal untuk bertemu dengan para warga. Cari jalan keluar untuk pihak perusahaan kita dan mereka. Ingat, kau tahu aturan perusahaan kita. Jangan ada pemaksaan dan usahakan mereka mendapatkan imbalan yang pantas."

"Aku tahu, perusahaan kita bukan mafia atau gangster yang memaksa korbannya menyerahkan nyawa mereka pada kita." Jeda sejenak, "Aku masih tidak mengerti, kau adalah pebisnis tapi masih mengutamakan kemanuasiaan di era seperti sekarang ini."

"Terserah, kau pergi besok pagi. Kibum sudah mengatur seluruh kegiatanmu untuk besok di sana."

"Sudah selesai?"

"Kembali ke ruanganmu!"

Kim Bum melengos keluar tanpa memberikan salam kepada Jun Tae. Jun Tae hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Kim Bum.

Kim Bum keluar dari ruangan dan mendapati Tiffany berdiri di depan pintu menunggunya.

"Selamat pagi, wajahmu tidak sebaik kemarin. Ada apa?" Tiffany melingkarkan tangannya di lengan Kim Bum.

"Appa memintaku pergi ke Busan besok."

"Untuk apa?"

"Menemui warga di sana dalam pembicaraan untuk project yang sedang digarap oleh Joon hyung."

Start Of Something NewBaca cerita ini secara GRATIS!