Sehabis selesai menonton film, Xiaomi kini terlihat berjalan keluar dengan kedua mata sembab akibat habis menangis. Ia masih sibuk memuji film yang baru selesai ia tonton bersama dengan Yanyan tadi. Ia terus saja berkomentar entah mengenai bagaimana para aktor di film tersebut berakting bagus ataupun jalan cerita yang juga menurutnya bagus. Yanyan terlihat berjalan sedikit menjauh seolah olah tidak mengenal Xiaomi.
"Baiklah,bagaimana kalau kita kembali ke hotel sekarang?"
"Apa maksudmu?kembali ke hotel? Kita tidak boleh melewatkan pemandangan malam di Belanda! Bulan madu itu juga saat dimana kita bisa menikmati pemandangan indah dan bersih."
"Jadi apa lagi yang ingin kau lakukan?", Yanyan menggeretakkan giginya.
"Jangan lupa kalau saat ini kita sedang berbulan madu dan juga ingat apa yang sudah kau janjikan tadi pagi padaku."
Yanyan memaki didalam hati.
"Bulan madu konyol ini ! Janji konyol ini !"
Lampu jalanan yang terlihat berdiri ditepian jalan yang mulai gelap terlihat mulai bersinar terang. Lampu lampu jalan disinu tidak terlalu tinggi. Dari lampu lampu tersebut terlihat cahaya berwarna oranye yang terasa hangat. Di sepanjang tepi danau juga terdapat lampu lampu kecil. Cahaya lampu lampu tersebut terlihat seperti memantul dipermukaan air. Disebelah kiri jalan terdapat beberapa kedai kopi yang berisi beberapa orang pengunjung didalamnya. Malam itu suhu di Belanda sedang bagus bagusnya. Tanpa terasa kini mereka berdua sudah berjalan menuju jalanan yang bercahaya lebih terang daripada jalanan sebelumnya. Xiaomi dengan penasaran mengamati bangunan yang ada di sepanjang jalanan tersebut.
"Yan,ayo sepertinya disana tempat yang menyenangkan,ayo kesana!"
Yanyan melirik kearah yang di tunjuk oleh Xiaomi sambil kemudian ia mengerutkan dahinya.
"Apa yang ingin kau lakukan disana?"
"Aku hanya ingin melihat lihat saja apa yang sedang mereka kerjakan disana"
"Saat kau sudah berada disana nanti,jangan sampai kau bilang menyesal."
"Untuk apa aku harus menyesal?"
Mereka berdua pun mulai berjalan menyusuri jalan setapak tersebut. Di kedua sisi jalan tersebut terdapat bangunan dengan design yang kuno. Dari dinding setiap bangunan tersebut terlihat beberapa orang wanita yang berpakaian minim. Dinding setiap bangunan disitu dibuat seperti lemari display untuk memajang sesuatu. Ruangannya terdiri dari banyak sekat sekat yang masing masing di batasi oleh kain korden. Dari setiap sekat terlihat satu orang wanita yang berdiri di dalamnya. Dengan pakaian yang minim, mereka terlihat melambai lambaikan tangan sembari berpose seksi pada setiap orang yang lewat. Melihat hal tersebut Xiaomi pun tiba tiba merasa malu dan langsung bersembunyi dibalik punggung Yanyan.
"Yan~ apa yang sedang mereka kerjakan?"
"Jangan berpura pura bersikap polos. Kau tidak paham apa yang mereka sedang lakukan? Bukankah kau selalu membawa bawa majalah seperti itu kemanapun setiap hari?"
"apanya yang setiap hari?! Aku hanya melihatnya sekali! Jadi maksudmu mereka sedang mencoba mencari pelanggan dengan blak blakan seperti itu?"
"Belanda merupakan negara yang terbuka dengan hal hal yang seperti itu,"Yanyan masih melihat lihat sekeliling.
Xiaomi terus saja menatap ketubuh bagian bawah Yanyan. Ia ingin memastikan apakah 'benda' yang berada didalam celana Yanyan tersebut akan menunjukkan reaksi atau tidak. Setelah yakin kalau tidak ada tanda tanda reaksi yang muncul,mereka berdua pun kembali mengamati 'pemandangan malam' di Belanda tersebut. Beberapa orang wanita terlihat seperti seekor beruang yang membuat Xiaomi langsung bergidik seram ketika melihatnya. Para wanita itu terlihat menari sambil terus menggoyangkan bokong mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
[Spesial Chapter] I Want To Be Your Man (Bahasa Vers) (boyxboy)
FanfictionSpesial Chapter from I Want To Be Your Man ^^ hope you all enjoy it ^^ Author : Angelina Bahasa trans : Reiichunnie
![[Spesial Chapter] I Want To Be Your Man (Bahasa Vers) (boyxboy)](https://img.wattpad.com/cover/83720461-64-k47068.jpg)