Bab 1

37.2K 930 6

Keep Reading Gays!!

Jakarta...

        Aku melangkahkan kedua kakiku menuju rumah yang selama ini telah ku tinggali karna masalah pekerjaan yang mengharuskanku hadir disana tepatnya di Amerika.

        Oh iya kenalkan, namaku Michael Mark Swift anak dari pasangan romantis yaitu Christian Mark Swift dan Tania Arshely Agatha. Aku  anak pertama dari tiga bersaudara.Janssen dan Christa itulah adik-adikku. Umurku sekarang sudah 28tahun dan aku masih sangat setia dengan statusku yang dari dulu hingga sekarang yaitu LAJANG hebatkan? Sebenarnya sih aku memiliki wajah yang tidak jelek-jelek amat cuman entah kenapa aku hanya belum siap aja untuk membentuk sebuah rumah tangga padahal, umurku sudah memasuki kepala tiga.Entahlah rasanya sedikit berbeda. Tapi, beda sama mom dan dad yang selalu memaksaku untuk cepat-cepat MENIKAH di umurku yang sudah mau menuju kepala tiga dan itu membuatku sedikit tertekan karena aku tidak bisa melakukan hal itu dalam waktu yang singkat,ditambah lagi dengan masalah pekerjaan yang baru-baru ini dad mengangkatku menjadi CEO diperusahaan keluarga kami yang turun temurun itu.Aku memiliki sifat yang paling tidak disukai banyak orang. Datar,dingin,kaku itulah sifat asliku tetapi sifatku akan berbanding terbalik setelah aku berada didekat orang-orang terdekat ku juga orang-orang yang kusayangi menjadi harmonis,lembut dan tidak suka membentak orang-orang yang ku sayangi bahkan aku yang tidak suka mengalah dan bisa menantang akan sering mengalah terhadap adik perempuanku satu-satunya yang paling kusayangi selain,mommy.

       Oke,sekian dari tentang pribadiku dan sekarang kita fokus ke ceritaku ini. ☺

        Setelah memasuki kediamanku yang selama ini kutinggalkan karna masalah pekerjaan yang mengharuskanku supaya hadir disana aku pun berteriak memanggil mommy yang telah menjadi ibuku dari aku kecil hingga saat ini tapi, setelah aku berteriak aku melihat Janssen membalas teriakkanku dengan wajah kesalnya dan rambutnya yang berantakan. Mungkin dia baru bangun tidur kali.

      "Hei bung!!! Kalau mau teriak-teriak bukan disini tau tempatnya noh disana noh tempatnya dihutan aja kali kalau mau teriak-teriak bikin orang tungki aja lu bang"gerutu Janssen. Ckckck tuh anak ya udah mau tamat tapi tetap aja tuh sopan santunnya nggak ada buat orang yang lebih tua darinya.

       "Bisa tidak sih kamu sopan sama abang? Lama-lama abang bakalan bener-bener nih ya buat ngirimin kamu ke Amerika. Biar disana saja kamunya lanjutin sekolah dan kuliah kamu dan nggak usah balik-balik lagi kesini sebelum kamu lulus kuliah. Mau kamu?"ancamku dan membuat wajahnya pucat seketika. Memang, Janssen paling tak suka jika urusan sekolahnya orang lain yang menentukannya ia bakalan mengamuk dan marah-marah seperti orang gila. Karna ia tak suka jika orang lain yang mencampuri urusannya apalagi urusan mengenai sekolah dan juga masalah pribadinya.

      "Eh...eh... Jangan dong bang, entar kalau akunya pergi terus yang jagain mom, dad sama Tata siapa? bukannya abang kan sering keluar kota dan juga kadang nggak pulang-pulang karna ngurusin kerjaan kantor iyakan?"tanya Janssen. Aku tau itu hanya bualannya saja agar aku tidak jadi mengirimkannya ke Amerika.

       "Abang bisa kok jaga mom sama dad juga Tata. Kalau abang sering keluar kota abang bakalan nyewa  bodyguart sementara dirumah ini sampai abang kembali lagi kesini"jawabku dan berlalu dihadapannya begitu saja tanpa melihatnya lagi

      
     "Mommy!!! Mommy!!"aku berteriak beberapa kali didalam rumah hingga seorang wanita paruh baya dari arah dapur dengan celemek yang masih melekat ditubuhnya menghampiriku dan terkejut melihat kedatanganku ia pun setengah berlari kearahku dan memelukku dengan erat begitu pun juga denganku. Rasanya seperti bertahun-tahun tak pernah bertemu padahal aku pergi ke Amerika hanya seminggu  yang menurutku itu tidak begitu lama. Ku dengarkan isak tangis mom mulai membesar aku pun semakin erat memeluknya dan mengelus lembut punggungnya yang semakin rapuh karna faktor usianya yang sudah terbilang tak mudah lagi tapi tidak dengan aura kecantikan mom yang semakin hari menurutku menjadi cantik.Andaikan saja akulah orang pertama yang menemukan mom pasti hidupku akan bahagia sekarang ini hehe... canda aja kok gays!!

      "Mom... what are you crying hhm?"tanyaku lembut

      "Mom tidak menangis sayang...mata mom hanya berair saja nak. Mom hanya terlalu sedih saja entahlah beberapa hari ini mom selalu saja memikirkanmu nak hingga membuat mom lupa dengan segalanya,hehe..."jawab Mom dan menangkup kedua pipiku dikedua tangannya.

      "Apa kamu baik-baik saja sayang selama disana? Tidak ada yang terjadi apa-apakan padamu?"terlihat nada cemas serta khawatir disetiap ucapan mom padaku.

      "Tidak mom,selama disana Michael baik-baik saja mom"jawabku

      "Oh Tuhan...terimakasih telah melindungi anakku dari segala kejahatan disana"syukur mom dan mengelus dadanya.

      "Ada apa mom?"tanyaku heran

      "Tidak apa-apa sayang cuman beberapa hari yang lalu mom mimpikan dirimu yang sudah...sudah berlumuran darah dan juga meninggal ditempat sebelum ambulance datang dan itu membuat mom selalu saja khawatir dengan keadaanmu disana sayang"jelas mom panjang lebar

       "Sudahlah mom...tak perlu khawatir buktinya Mic baik-baik saja kan sekarang ini?"

       "Ya...tapi ingatlah nak selalu berhati-hatilah disetiap saat dimana pun kamu berada walau itu tak sekali pun disamping mom dan dad. Menurut mom mungkin itu sebuah pertanda yang sekarang memang kita tidak tau apa tapi,mungkin nanti akan benar-benar terjadi membuat mom selalu khawatir padamu,nak"jawab mom dengan mata berkaca-kaca

       "Mom...sudahlah jangan menangis percaya pada Mic. Mic bakalan menjaga diri Mic walau tak sekali pun berada disamping mom dan dad okey? Nah sekarang acara sedih-sedihnya udahan ya mom entar Mic bakalan kena marah sama my hero mom jika Mic udah bikin mommy nangis lagi"kulihat mom mengernyitkan keningnya padaku dan heran dengan ucapanku.

        "My hero?"tanya mom heran

        "Iya mom. My hero nya mom ada dibelakang mommy tuh"tunjukku pada dad yang sedang berada dibelakang mommy

        "Hai sayang..."dad berjalan kearah mom yang sudah membalikkan badannya menghadap daddy yang masih tersenyum ke arah mom dan mengecup lembut kening mom. Walau usia sudah menjelang tua tetapi keharmonisan dan keromantisan mom dan dad tidak pernah berkurang sedikit pun. Itu membuat ku iri pada dad yang selalu menjadi pria sejati pada mom dari dulu hingga saat ini.

         "Dad...kumohon jangan mengumbar kemesraan didepanku dad"kesalku pura-pura walau sebenarnya tidak karna itu adalah hal biasa yang selalu di lakukan dad pada mom setiap mereka bertemu.

         "Hehe...siapa suruh situ masih saja betah sama statusnya yang masih sendiri? Irikan lo ngeliat kemesraan mom dan dad?"timpal Janssen yang entah kapan telah ada di belakangku.

          "Situ aja juga masih ngejomblo, pasti kamu iri kan melihat kemesraan mom dan dad"jawabku tak mau kalah

          "Eitss... Sorry ya gini-gini juga gue itu lebih laku dari lo daripada elo? Ganteng iya tapi dapet cewe aja lo susah banget bang, percuma aja tuh mukak cakep kalau cewe-cewe kagak ada yang nyantol ama elu bang hahahaha...."ejek Janssen yang semakin membuatku kesal setengah mati

Ehemm.....

     "Apakah ada sesuatu yang telah terjadi terlewatkan untukku?"Aku membalikkan badanku mengikuti arah suara itu.

Kulihat gadis itu dengan tampang terkejutnya melihatku...

      "Aaabanggg?"

******

   Hai... Hai gays!!  Aku datang lagi...

    Gimana enak nggak ceritanya? Mudah-mudahan enak lah ya hehe...

    Coba kalian tebak siapa gadis yang berada di belakang Michael dengan memasang wajah terkejutnya pada Michael?

Hayoo.... Coba tebak gays!! ☺

      Maaf ya gays baru bisa update padahal janjinya kemarin malam malah kelupaan mengupdatenya.

Im sorry gays!!  ☺

FORCED MARRIAGEBaca cerita ini secara GRATIS!