[12]

413K 19K 169

Karin masih mengernyitkan keningnya. Melirik tajam pria tampan yang berjalan santai sambil bersiul tanpa beban sedikitpun. Vita dan Sasha bahkan menjaga jarak dibelakang Arka dan Karin, takut  Karin akan berbuat sesuatu pada Arka. Mereka masih ingat saat Arka berhasil membuat Karin menjadi trending topic dalam waktu singkat.
Hanya karena kecerobohan Arka, nama Karin sudah tercap sebagai playgirl di sekolah.

[Flashback on]

"Udah ingat aku bang?" Tanya Egi dengan cengiran manis di wajahnya.

Arka tersenyum sembari menatap Egi, lalu terkekeh pelan, "Tentu, lo putra dari keluarga Hido Purnawan, keluarga pemilik perusahaan Egpurnawan yang sekarang sedang mengalami krisis keuangan dan—" Arka menggantung kalimatnya karena merasa terlalu mmbuka membuka rahasia keluarga saingannya.

Egi yang tadinya berwajah ceria berubah muram dalam sekejab karena Arka membocorkan masalah keluarganya di depan banyak orang.

Karin mengerutkan kening tak mengerti arah jalan pembicaraan antara Arka dan Egi. Tak lama Vita dan Sasha datang dengan banyak makanan yang terlihat asing di mata Arka. Beberapa junior Vita, Sasha dan Karin di OSIS sudah membantu membawakan makanan dan ikut duduk saat Arka mengajak mereka untuk makan bersamanya dan yang lain.

Egi yang terkenal laki-laki sombong dan dingin di sekolah merasa canggung saat kursi kantin yang tadinya kosong tiba-tiba penuh dengan orang-orang yang tak seorangpun di kenalnya.

BRAAK!!

Egi mengubrak meja. Seketika bakso yang tadinya berada di mulut Vita keluar mengenai celana Egi.

"Gilak lo ya Gi, kita enggak lagi 17-an agustus kali," omel Vita tak rela melihat baksonya menggelinding lemah di lantai kantin.

Egi menggertakkan giginya, "Ck, kumpulan orang idiot, bang Arka, lo ikut gue ke belakang," Egi pergi mendahului Arka.

Arka mendesah pelan lalu bangkit dari duduknya, "Kakak permisi sebentar ya adek-adek,"

"Kemana kak?" Tanya Sasha.

Vita langsung menghampiri Arka lalu menyodorkan tangannya, "Bayarannya kak. Kakak kan janji kalo kakak yang bakal bayar ini semua, aku enggak bakal sanggup bayar semua ini, ntar nanti kakak kabur mana lagi aku belum dapat jajan bulanan kak," Vita menunjukkan makanan diatas meja. Arka menatap Vita dengan menahan tawa lalu mengacak rambut Vita, "enggak bakal kali, cuma bentar kok,"

Vita mengangguk lalu kembali duduk untuk menikmati makanan gratis yang terhidang diatas meja, semua yang gratis itu menyenangkan, bukan?

Arka langsung menuju ke belakang untuk menemui Egi.
"Kenapa?"

"Apa hubungan lo sama Karin?"
tanya Egi tiba-tiba.

"Gue udah jawab itu sebelumnya. Sepertinya itu belum terlalu lama sehingga lo lupa jawabannya." Cuek Arka.

"Adik ya?" Egi tertawa pelan, "kalo gitu gue bisa incar dia kan?"

Arka membulatkan matanya, "Apa?"

"Karin kan cuma adik abang, jadi bisa kupacarin, ya kan?"

"Jangan coba," gumam Arka. Sebagai suami, tidak mungkin dia membiarkan istrinya diincar laki-laki lain.

Aku saja belum pernah nyentuh Karin, awas kalo kau berani menganggunya, batin Arka.

"Bisa kan bang? Gue cuma mau minta izin dan satu lagi, jangan pernah bahas masalah gue didepan banyak orang atau akan terjadi sesuatu pada Karin," ucap Egi kemudian berjalan meninggalkan Arka.

Lovely HusbandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang