Part 2

267 26 2
                                              


"Ahh ... Ye" kikuk Sungrin. Sungrin benar - benar kikuk bertemu lagi dengan Jonghyun. Senyum manisnya membuat jantungnya berdegup kencang.

"Kenapa kau makan di taman? Kenapa tidak dikantin saja?" Tanya Jonghyun. "— ahh aku tau, kau pasti ingin suasana yang tenang kan? Aku tau itu.. hehehe.."

"Nde.. kau benar." Sungrin tersenyum simpul membenarkan perkataan Jonghyun tadi.

"Apa kau mau? Aku membawa bekal agak banyak."

"Bolehkah?" Sungrin mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan Jonghyun.

"Selamat makan" ujar Jonghyun lalu mengambil dumpling yang sudah sejak tadi ingin dimakannya. Jonghyun melihat bekal yang dibawa Sungrin benar - benar kelihatan menggiurkan.

"Emm.. enaknyaaa. kau yang membuatnya sendiri?"

"Nde..."

"Whoaa daebak.. rasanya benar - benar mirip mas-" "—hyung ... sejak kapan kau disana? Kemarilah, Sungrin membawa banyak makanan. Dia yang kemarin aku ceritakan, apa kau mengenalnya, hyung?"

"Dia teman sebangkuku." Potong Sungrin.

"Teman sebangku? Yaak!! Kau bilang kau tidak mengenalnya. Tapi ternyata kau sebangku dengannya."

"Aku tidak tau namanya, jadi aku tidak tau jika dia yang namanya Sungrin."

"Ahh sudahlah. Sungrin-ssi apa Kyuhyun hyung boleh memakan bekalmu? Dia benar - benar harus mencobanya."

"Nde...? Ahh ten-tentu saja." Ucap Sungrin yang sedikit gagap karena gugup.

Jonghyun menyumpitkan dumpling ke mulut Kyuhyun. Dan Kyuhyun pun memakan dumpling itu. Ia terdiam sejenak. Bola matanya bergerak pelan, mencoba mengingat sesuatu.

"Bagaimana? Rasanya benar - benar mirip buatan Hana imo kan, hyung?"

Kyuhyun tetap diam. Ia benar - benar tak menyangka rasa dumpling itu mirip dengan buatan ibunya. Itu mengingatkan Kyuhyun tentang ibunya.

"Sungrin-aah" Sungrin yang merasa dipanggil pun menoleh. "—bolehkah aku memanggilmu seperti itu?" Tanya Jonghyun.

Sungrin hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Sungrin sedikit tersenyum karena perlakuan Jonghyun. Ia tak menyangka ada orang yang mau mendekatinya.

"Ahh, aku benar - benar kenyang. Kalau kau membuat banyak makanan lagi, bisakah kau memanggilku dikelasku? Aku benar - benar menyukai masakanmu. Hehehe. Sepertinya kita bisa menjadi teman dekat, iyakan hyung?" Orang yang ditanya tetap diam, ia tak mau menjawab walaupun sekedar mengangguk atau menggelengkan kepalanya.

"Sepertinya bel masuk akan berbunyi. Aku kekelas dulu ya... Sungrin-ahh sampai jumpa lagi. Annyeong" teriak Jonghyun sambil melambaikan tangannya pada dua orang itu. Keduanya masih terdiam ditempat.

"Kau tak ingin ke kelas?" Ujar Kyuhyun.

Sungrin berdiri bersiap untuk berjalan. Jantungnya benar - benar tidak bisa dikontrol. Sangat cepat sekali. Keringat dingin mengalir diwajahnya. Entah apa yang membuatnya menjadi seperti itu.

'Kenapa aku seperti ini eoh? Jantung ini juga mengapa sangat cepat sekali berdentaknya, apa aku sakit jantung? Aish' kata Sungrin dalam hati.

"Kau sudah mendapatkan kelompok?"

"N-nde..?"

"Apa kau tuli?"

"Ti-tidaak... ak-aku belum me-mendapatkan kelompok."

Love You Again? [REVISI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang