Chapter 2

5.2K 245 30

p.s: Chapter ini fokus humor sama ke-pervert-an stalker Mingyu ya

p.s.s: mungkin ada bahasa yang kurang enak dibaca atau ada bahasa yang susah dipahami,maafkan yaa karena saya adalah manusia

p.s.s.s: rated nya 15+








Happy reading








>>>








Sore haripun tiba, Mingyu dan Wonwoo masih berselimut tebal diatas ranjang pemilik rumah ini.


"Eunghh" lenguh Mingyu saat mendapati tubuhnya terasa kram akibat Wonwoo memeluk erat tubuhnya yang tidak berbalut apapun.


"Hyung, bangun hyung" Mingyu mencoba menyingkirkan lengan Wonwoo diatas perutnya.


'aish niat berkunjung malah seperti ini' batin Mingyu nelangsa, membenturkan kepalanya dibantal empuk milik Wonwoo, bahkan sekarang kepala pemilik rumah ini merambat didadanya, menjadikan dada pemuda 17 tahun ini sebagai bantal.


"Ya Tuhan, bangunkan manusia mesum ini" gumam Mingyu yang sedang berusaha menyingkirkan kepala ini dari tubuhnya, posisi ini membuatnya mati rasa, bahkan kaki Wonwoo tergeletak pasrah diatas kaki Mingyu. Mingyu terkunci, ia berjanji setelah pulang, Mingyu harus menyuruh Eomma nya agar tidak dekat-dekat tetangga gila ini.


"Dia tidak akan masuk dalam kriteria menantu idaman" kata Mingyu, ia bermonolog sendiri. tidur Wonwoo ini seperti orang mati, bahkan Mingyu yang tengah mencolok dua lubang hidung Wonwoo pun si doi tak kunjung bangun.


Diangkatnya keatas dua lubang hidung itu, saat ini Wonwoo seperti babi dengan bibir yang terbuka.


"Hahaha, lihatlah Mingyu, dia konyol sekali" kekehnya saat melihat wajah polos Wonwoo. Setelah puas memainkan lubang hidung namja mesum ini,Mingyu juga menjambak rambut Wonwoo,ingin balas dendam karena tadi rambutnya dijambak keras oleh Wonwoo.


"jika aku botak, kau juga harus botak seperti biksu" ucapnya sembari tertawa setan dan tetap menjambak rambut Wonwoo agar namja itu menyingkir dari tubuhnya.


"Ya tuhan, dia ini pingsan atau mati? Minggu depan aku harus ke gereja, menyesal menemuinya eh, tidak apa-apa juga sih hehe" senyumnya jahil, mengingat kejadian tadi pagi dan mereka ambruk saat siang menjelang sore.


"Eungh" Mingyu pun menghentikan kikikan nya, ia menoleh kearah sumber suara, melihat Wonwoo menguap serta mengucek matanya.


'kucek terus sampai bola matamu keluar haha' batin Mingyu, entahlah semenjak datang kesini ia merasa banyak sekali setan didalam tubuhnya.


"Aku dimana? Kau siapa? Kita sedang apa?" tanya Wonwoo dengan suara parau nya, mungkin terlalu lelah mendesah.


"Dasar idiot!menyingkirlah!" Mingyu mendorong tubuh kurus itu, ia pun hendak turun dari ranjang itu jikalau tangan Wonwoo menghentikannya.


"Jangan turun Mingyu-ah, maksudku jangan menarik selimutnya" ucap Wonwoo, sekarang ingatannya kembali.


"Ck, sudah ingat ternyata. Mangkannya jangan terlalu binal, jadi lupa ingatan kan" dengus Mingyu, ia kembali duduk dikasur menyenderkan punggungnya dan hanya menutup bagian bawahnya saja.


"Binal? Aku binal? Ck, tugasmu mengarang cerita kupastikan dapat nilai 100" meskipun nadanya seperti tidak terima, namun Wonwoo mendekati namja yang lebih muda itu dan memeluk Mingyu, masih dengan posisi berbaringnya.


PERVERT STALKERBaca cerita ini secara GRATIS!