"Ck,menyingkirlah!sudah ingat namaku tapi tidak ingat kelakuanmu, dasar laki-laki tandus" Mingyu yang risih karena kepala Wonwoo sedikit lagi menyentuh 'milik'nya pun disingkirkan, namun Tuan Jeon tetap enggan untuk pindah dari sana.


"Tandus? Kau pikir aku tanah gersang? Meskipun binal, banyak yang subur karenaku" kata Wonwoo sambil cengengesan dan memejamkan matanya, masih lelah karena digagahi Mingyu hehe


"Subur? Kau meniduri banyak yeoja dan membuat mereka hamil?" Mingyu menatap mahkluk dibawahnya ini tidak percaya



"Tidak, tapi tanaman depan rumahku itu subur semua karena aku merawatnya dengan baik" masih memeluk Mingyu, apa dia tidak peka jika yang mendengar pernyataannya barusan sangat ingin melemparnya dari balkon kamar?


'Kuharap dia bisa membeli otak ayam besok dijalan' batin Mingyu gemas, sangat ingin menjambak rambut namja yang masih dengan mode manjanya ini, dan berteriak ditelinganya 'TERSERAH'


"Menyingkirlah, aku ingin mandi, tubuhku lengket semua" lirih Mingyu, ia lelah menghadapi namja yang satu ini. Ini masih Wonwoo dengan visual yang agak meyakinkan, belum lagi stalker satunya, si Soonyoung, memang manis menurut Mingyu, tapi mungkin otaknya kurang meyakinkan kalau Soonyoung tidak lebih gila lagi dari Wonwoo.


'Aduh Gusti, tetangga macam apa ini?' batin namja tan ini, menerawang jika nanti dia disuruh eomma nya mengunjungi Soonyoung, mungkin dia akan jadi kecap asin disana.


'gusti?' lupakan.


"Hyung... lepaskan dulu, aku ingin mandi, apa kau tidak dengar?" pasalnya Wonwoo sama sekali tidak bergerak di area selangkangan Mingyu.


"Humm harumnya membuat ketagihan" gumam Wonwoo.


"Oh my god, apaan sih? Menyingkirlah, masa belum puas? Kau ini terbuat dari tanah atau dari penis?" Mingyu risih sekali saat Wonwoo mengendus selangkangannya dari balik selimut tebal.


"Aku terbuat dari sperma ayahku yang bertemu sel telur ibuku ,Mingyu-ah. wajar saja jika aku doyan yang satu ini" kali ini Wonwoo mendongak, menampilkan ekspresi polosnya pada Mingyu yang menatapnya yang seolah-olah berbicara 'kau ini adalah salah satu species yang kabur dari kebun binatang'





"HUAHHHH AKU GILA!!!EOMMA SELAMATKAN ANAK TAMPANMU INI!!!"

.

.

.

.

.

"Ahh... hyung.. ahh tidak.. yahhh" desah Mingyu saat merasakan 'milik'nya di oral oleh Wonwoo dikamar mandi.

Mingyu berdiri dan Wonwoo jongkok menikmati milik Mingyu yang besar itu.

"Mmmhhhh" Wonwoo mencoba menggetarkan kerongkongannya membuat sang pemilik geli saat menyentuh titik disana.

"Ahh hyunghhh... aku ingin ahhh... kenapa dilepas sih?" tanya Mingyu dengan nada kecewa, menatap Wonwoo dengan sayu.

"Kau kan tadi bilang 'jangan memperkosaku lagi', kenapa sekarang seperti ini?" Wonwoo mendongak, menampilkan wajah kelewat datarnya itu, membuat Mingyu sangat ingin menendang wajah sok polosnya itu.

"Aish, itukan tadi sebelum kau merecoki ku dengan mulutmu yang rakus itu" kata Mingyu, mengepalkan tangannya keudara seolah-olah ingin meninju tetangga nya ini.

"Hehe, enak kan? Mangkannya jangan sok jual mahal" Wonwoo terkikik lucu didepan milik Mingyu, sedangkan Mingyu hanya mendongak keatas, berusaha meminta petunjuk pada Tuhan agar cepat pulang dan cepat keluar juga sih tentunya





PERVERT STALKERBaca cerita ini secara GRATIS!