"Apa yang telah kau perbuat pada Christopher sebenarnya? Kenapa dia bersikap seperti itu?" ucap Laurent tanpa jeda ketika ia melihat Alona yang sedang duduk di bangku belakang mansion.

"Apa maksudmu Laurent? Aku tidak mengerti...," jawab Alona dengan wajah yang menyiratkan kebingungannya.

Laurent melangkahkan kakinya dengan gaya anggun yang ia punya menuju bangku yang berada tidak jauh dari Alona,

"Jangan berpura-pura bodoh... Mungkin semua orang tidak menyadari, atau bisa dikatakan mereka tidak tahu... Tetapi tidak pernah ada kau di hidup Christopher tiga tahun yang lalu. Kau hanya muncul enam bulan belakang ini, dan kemunculanmu bertepatan setelah Christopher mengalami kecelakaan di tempat kerjanya...," jelas Laurent mengutarakan pendapatnya, mata hazel wanita itu bahkan menghunjamkan pandangan yang menusuk pada Alona,

"Apa yang sebenarnya ingin kau katakan? Memang benar Christopher mengalami kecelakaan di sana.. Chris memang sangat teledor.. Seminggu yang lalu saja bukankah Chris juga mengalami kecelakaan karena tidak menghidupkan lampu signnya?" jawab Alona dengan sangat tenang. Laurent tersenyum miring, wanita ini benar-benar licik dan pintar. Laurent yakin itu.

"Apa kau berusaha berkata Christopher tidak mengalami amnesia disana?" balas Laurent sinis. Alona mengernyitkan dahinya tidak suka,

"Amnesia? Kau mendoakan Christopher terkena amnesia?" ulang Alona tidak percaya, Laurent menggeram. Wanita di hadapannya ini terlihat pintar sekali membolak-balik kata,

"Aku tidak sedang mendoakan, aku hanya memastikan jikalau aku sangat tahu ada yang tidak beres dengan Christopher sekarang," Laurent menatap Alona sinis, "Dan aku sangat tahu jika itu ada hubungannya denganmu...," tambah Laurent lagi yang langsung membuat Alona bangkit dari duduknya dengan rasa sakit hati yang tidak bisa disembunyikan wajahnya,

"Memangnya apa yang sedang kau katakan? Kau baru mengenalku dan kau menuduhku seperti itu? Memangnya siapa dirimu?" ucap Alona serak. Jujur, Alona sangat tidak menyukai kenyataan dimana dirinya memang sangat cengeng, hanya dibutuhkan sedikit tekanan untuk membuat matanya berair. Seperti saat ini, mendengar tudahan Laurent, Alona merasa jika ia tidak bisa menerimanya sama sekali,

"Aku kekasih Christopher yang sebenarnya. Dan aku akan memastikan jika Chris akan mengingat dan pada akhirnya mengusirmu setelahnya. Kau sangat lancang, kau menggunakan kondisi Christopher untuk masuk kedalam hidupnya. Dasar wanita jalang!" desak Laurent lagi sembari turut bangkit dari duduknya. Beradu pandangan dengan mata hijau Alona.

"Apapun yang kau katakan, aku akan menganggap jika aku tidak pernah mendengarnya... Yang aku tahu kau hanyalah seorang adik yang tergila-gila pada kakaknya sendiri, Christ telah memperingatkan hal itu padaku, dan tentu saja.. Aku tidak akan begitu saja mempercayai ucapanmu...," ucap Alona dengan air mata yang mulai mengaliri pipinya. Laurent berdecih tidak suka, sadar airmata buaya!

"Kau menangis? Wow! Sebenarnya siapa yang sedang berusaha kau taklukkan disini?" ejek Laurent, "Aku? Yang benar saja Alona... Aku tidak akan termakan dengan air mata palsumu itu, kenapa kau tidak menjadi actress saja? Aku yakin beberapa kenalan Olivia mau memberikan posisi yang sedikit bagus untukmu.."

Jahat!

Alona merasa jika yang ada dihadapnnya saat ini adalah nenek sihir jahat. Dia tidak tau apa-apa dan dengan seenaknya wanita ini menuduhnya!

Demi Tuhan, selama hidupnya Alona tidak pernag diperlakukan seperti ini, dan tentu saja hal ini membuat hatinya sangat sakit. Semua orang selelu bersikap baik padanya, dan di dahadapannya... Laurent dengan seenaknya menuduhnya terang-terangan dan bersikap sinis padanya.

"Ada apa ini?" suara Christopher terdengar dari belakang tubuh Alona. Dan begitu Alona membalikkan badan, Christopher sangat terkejut melihat air mata yang mengalir dari mata wanitanya,

Christopher's Lover✅Baca cerita ini secara GRATIS!