I Love My Brother √ DuaPuluhLima

Mulai dari awal

Prilly terdiam sejenak, ini yang tidak Prilly suka, momen yang tidak menyenangkan bagi hidup nya harus melewati momen yang tegang yang membuat nya kikuk sendiri

"Ah dulu lah ya, lupain aja. Yuk kita balik liat - liat lagi keragaman Pulau Kemaro lagi."ucap Prilly sambil berdiri menghilngkan kontak mata nya dengan Ali tadi, lalu Prilly melihat arloji nya sekarang menunjukkan pukul 12:45 yang sudah saat nya untuk makan siang

"Iya, aku tau kok kamu enggak suka momen tegang begitu. Yaudah kata anak - anak tadi kalau udah jam segini langsung aja ke restoran yang tadi sudah kita pesan."ucap Ali lalu meraih tangan Prilly untuk di gandeng nya lalu mereka pun berjalan beriringan bersama

Setelah Ali dan Prilly sampai di restoran tersebut sudah penuh dengan anak - anak yang melakukan makan siang bersama

"Ini calon nya baru datang."celetuk Rio saat melihat Ali dan Prilly berjalan bersama menuju kursi kosong

"Apaan sih, Rio?"tanya Prilly sambil melotot memberi isyarat untuk diam

"Eettss... Biasa aja dong!"ucap Rio sambil terkekeh

"Udah makan."ucap salah satu guru mereka

Dan akhirnya siswa/i semua nya pun memakan makanan yang telah disiap kan di restoran tersebut

"Li, Prill, boleh ikut bapak?"tanya wakil kepala sekolah

"Ada apa pak? Boleh."jawab Ali sopan lalu menggandeng tangan Prilly untuk berjalan bersama keluar dari ruang makan ini

"Begini, habis ini kan kita langsung ke padang?"

"Kalau dipadang kalian sudah merancang wisata dan tempat apa saja yang akan di datangi?"tanya Pak Sawira

"Sudah pak, semua nya sudah kami kerjakan, jadi saat kita sampai sana kita hanya menunjukkan tempat wisata apa saja yang ingin lihat."ucap Ali sambil membuka tas ransel nya membuka konsep yang sudah rampung itu lalu memberikannya ke pak Sawira lalu pak Sawira membuka konsep itu lalu membaca nya sampai habis

"Baik Ali, Prilly, saya percayakan semua nya sama kalian berdua."ucap pak Sawira lalu menutup kembali lembar konsep itu lalu memberikan nya kembali ke Ali

"Ya sudah, kita lanjut lagi lihat - lihat nya."ucap pak Sawira lalu mereka pun keluar dari ruangan tersebut menuju turun kebawah untuk melihat - lihat kembali ukiran khas itu

Setelah puas melihat - lihat mereka pun kembali menuju mobil masing - masing untuk pulang ke hotel untuk istirahat karena sungguh tubuh mereka perlu istrahat karena besok sore mereka mulai berangkat lagi ke Padang

"Ali Prilly."panggil Zidan saat Ali dan Prilly lagi makan malam disalah satu cafe yang ada di Palembang Square ini

"Ada apa Zidan?"tanya Prilly mendongakkan kepala nya,

Zidan duduk di kursi yang kosong di dekat Ali lalu mengulas senyum simpul melihat dua sejoli yang sudah mulai akrab bahkan mungkin sangat akrab lagi seperti dulu, itu lah yang Zidan harapkan

"Bahagia deh, gue liat lo Li, bisa membahagia kan adik kecil yang dulu gue titip sama lo."ucap Zidan sambil tersenyum mengoda

"Sama, akhirnya gue bisa mengingkari janji yang gue buat sendiri."

"Janji itu enggak ada apa - apa nya kok, karena memang Tuhan sudah menetapkan kalian dalam takdir yang sama, tapi memang semua butuh proses dan sampai saat ini gue yakin proses Tuhan masih berjalan untuk menyatukan kalian dalam janji suci, tapi mungkin sekarang proses itu sudah ditunjukkan Tuhan sedikit demi sedikit, hasil dari yang selama ini kalian perjuangkan."ucap Zidan sambil tersenyum simpul menepuk pundak Ali sesaat

I Love My Brother [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang