bagian 11

5 2 0

Apakah kau tahu mengapa aku tak aktif lagi di dunia kepenulisan?

Awalnya aku memutuskan untuk berhenti menulis.

Berhenti menorehkan setiap kisah yang aku alami pada kertas yang sudah aku persiapkan halaman kosongnya selama ini ketika aku tak punya teman untuk berbagi.

Aku memutuskan berhenti karena aku berpikir untuk berhenti juga menjadi seorang gadis melow, seorang gadis yang hanya bisa menangis karena harus mengingat kembali memory-memory yang ada untuk ku torehkan dikertas-kertas itu.

Awalnya aku memutuskan untuk bersikap cuek dan tidak peduli akan apa yang terjadi pada semuanya. Aku ingin menjadi wanita tegar yang tidak mudah terlalu terbawa perasaan.

Seiring berjalannya waktu, semua keinginan itu terkabul. Aku menjadi seorang gadis yang cuek, tidak peduli, bahkan jika ada kisah yang sudah sangat ingin aku bagikan dengan orang lain atau pun buku, aku lebih memilih untuk diam dan menyimpannya sendiri di dalam hati ku.

Dan semakin lama... semakin lama... semua justru semakin hambar. Bahkan hati ku saja sangat susah tersentuh. Bagaikan sebuah batu yang sangat besar dan kuat sudah menutupi hati ku saat ini.

Terkadang aku melanggar keputusan yang telah aku buat dengan diri ku sendiri itu, aku menorehkan kembali kisah-kisah yang memang sudah sangat tak dapat lagi ku pendam sendiri. Ya... aku melanggar kesepakatan ku sendiri.

Tetapi itu semua tak berlangsung lama, setelah 1 kali menulis dalam 1 hari, maka besoknya aku tidak menulis lagi.

Semakin aku berdiam diri dan berusaha mengingat-ngingat kembali, ternyata semua yang ku lakukan ini hanya karena aku takut menghadapi kenyataan hidup. Aku ingin lari dari kenyataan yang ada sehingga aku memaksakan diriku menjadi seperti seseuatu yang luarnya tampak hidup tapi tidak dengan bagian dalamnya, yaitu pada bagian hati.

Aku ingin menangis meneteskan air mata tetapi aku berusaha keras untuk membendungnya. Rasa hambar ini terasa justru semakin sakit. Kejamnya kenyataan hidup ternyata masih belum bisa ku terima dengan lapang dada.

Tetapi disaat aku berusaha keras mengukuhkan pertahanan itu, aku akan semakin mati rasa.
Aku ingin bisa merasakan kembali.

Aku... aku rindu semua tentang ku yang dulu... tapi... aku tak ingin jadi gadis melow lagi yang dengan mudahnya menangis karena sesuatu.

Dan sekarang aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan saat ini.

Ingin mengubah hidup tetapi zona nyaman ku saat ini adalah keadaan hati yang hambar, dan berusaha mengukuhkan diri untuk tetap bertahan.

Berusaha untuk keluar zonya nyaman ku saat ini adalah hal yang tersulit ku lakukan.

Entah apa yang akan terjadi setelah ini, aku tak mengerti, yang aku tahu saat ini adalah rasa sakit, hambar yang sangat susah dijelaskan dengan kata-kata.

Just Story About LifeBaca cerita ini secara GRATIS!