Azura

2.4K 74 0

"Jangan dekati aku, kau pembawa sial, kau pembunuh!". Jerit Mikha.

" Ibu, aku-". Azura menggigil ketakutan mendengar jeritan ibunya.

"Aku bukan ibumu, kau anak pungut! Anak tak tau balas budi. Pergi! Seharusnya aku tak membawa pulang dari hutan antah berantah itu. Kau pembawa sial. Karna kau suamiku meninggal".

Mikha menendang Azura keluar rumahnya.

" pergi kau anak bangsat. Pergi jangan sampai aku melihat batang gundulmu lagi".

Dengan tertatih tatih Azura pergi meninggalkan kediaman keluarga Reynerd.

Tangannya menghapus kasar air mata yang mengalir di pipinya.

Bodoh! Gumam Azura pada diri sendiri.

Azura pov.

Aku sudah memberi peringatan pada Ayah sampai frustasi untuk tidak pergi menjemputku. Tapi dia malah kekeh untuk menjemputku. Aku sudah bilang jangan menjemputku, dia akan kecelakaan. kecelakaan itu pun terjadi, ayahku meninggal dan aku di usir.

Kemana aku harus pergi sekarang?

Tiba-tiba ponsel ku menjerit frustasi menungguku untuk mengangkatnya. Tanpa melihat ID nya aku sudah tau kalau dia yang menelponku.

"Halo".

" Halo Azura! Kau dimana? Aku mencarimu sampai aku tak tau kalau kamu di usir!". Teriak Alex.

Aku hanya tersenyum kecut mendengar suaranya yang seperti orang bodoh itu.

"Aku di usir dan menggelandang di jalan. Aku tak tau harus kemana sekarang? Please tuan Alex Reynerd yang terhormat bantu upik abumu ini ya". Ucapku di buat semelas mungkin. Sebab aku tau dia tak akan tega membiarkanku menderita.

Ku dengar dia menghela nafas pelan. " Aku tak bisa menjemputmu sekarang. Karna aku sedang berada di Alaska. Jadi aku akan menyuruh supirku menjemputmu nanti. Tunggu 15 menit lagi dan jangan kemana-mana oke!".

Aku tersenyum senang bahkan ingin berteriak nyaring. Betapa baiknya kakak ketemu gedeku itu. Aku sangat bersyukur pada Tuhan yang telah memberikanku orang seperti Alex.

Oh Tuhan aku sangat menyayangimu. Walaupun kau mengujiku dengan kelebihan yang mengutukku ini.

▪▪▪▪▪
15 menit kemudian

Yang aku tunggupun akhirnya datang. Dia, keluar dari mobil mewah yang wah banget.

Tak lupa juga dengan senyuman seribu wattnya yang terkadang membuatku muak.

Bima sena Reynerd.

Adik sepupu jauh Alex. Yang paling konyol. Dia seperti bara api yang tetap menyala di tengah badai salju.

Di antara keluarganya yang aneh hanya dia yang konyol.

Dasar summer boy!

"Ck,ck,ck kasian sekali kau nona. Nona cantik ku mohon jangan meratap seperti itu. Aku jadi tak tega untuk tidak segera membawamu pergi". Ucapnta dengan wajah konyol plus mencemooh yang ia tunjukkan padaku.

Aku hanya membalasnya dengan dengusan dan segera masuk ke dalam mobil. Ku lempar tas ransel dan selempangku ke jock belakang. Dan ku lepas ikatan rambutku dan menggulungnya asal asalan.

"Jangan kau ikat seperti itu. Kau akan terlihat sangat menggoda nona untukku lahap". Godanya sambil mengerlingkan matanya.

" Diam bodoh! Cepat jalan tak usah menggodaku".

Bimapun mengikuti perintah Azura dan segera meninggalkan tempat tersebut.

My Devil BoyBaca cerita ini secara GRATIS!