prolog

95K 3.5K 49

Tubuhku dihempas ke kasur dengan kasar. Sial, aku mana bisa menjerit. Di sebelah kamarku, ibuku sedang berbaring, tertidur setelah meminum obat dan meski aku bisa menjerit, aku tidak akan melakukannya. Ibuku sedang sakit dan dia butuh istirahat. Aku tidak akan mengganggunya.

Pak Sam, membuka pakaianku dengan kasar. Seharusnya aku tidak memancing kemarahannya. Seharusnya aku tidak berkencan dengan Bram. Pak Sam sudah mengatakan dengan jelas bahwa tubuhku hanya miliknya. Dan sialnya, tadi Bram sempat mencium pipiku. Aku merasa hina. Aku telah telanjang dan dia terus menciumi tubuhku. Ini tidak benar. Dia tidak seperti biasanya. Tetapi, kenapa aku justru merasa nikmat? Aku merasa tubuhku lebih panas. Dan bahkan tanpa tersadar aku bahkan mengerang dengan keras,

"Ohhhh Pak!" Aku tidak sadar aku meracau saat dia dengan kasar memasukkan miliknya dan dan menindihku dengan kasar. Bobot tubuhnya yang berat serta desakan tiba-tiba yang kasar membuatku merasa sangat liar, aku merasa seperti gadis kecil yang sedang di perkosa dan sialnya, aku suka.

"Kau suka kan pelacur kecilku?" ucapnya sinis dengan suara pelan sambil mulai menggerakkan pinggulnya dengan dalam. Sial, aku sangat tidak tahan. Dia benar-benar menyentuhku sampai bagian terdalam, dan itu sangat nikmat.

"Hahaha," Dia tertawa sambil mencengkeram leherku, membuatku mengadah ke wajahnya, ini adalah hal kesukannya, melihat wajahku yang mengerut tersiksa gairah.

"Ohhhh pak Sam!" Aku tidak perduli lagi. Aku tidak perduli ibuku terbangun dan mendengar suaraku yang bahkan terdengar aneh. Yang aku mau adalah Sam terus bergerak. Aku bisa mati jika dia berhenti.

"Pak Sam?" dia menghentakkan pinggulnya sekali dengan keras.

"Ahhhh!!" Hukuman nikmat itu aku dapatkan karena dia memang menyuruhku memanggilnya sam saat kami bercinta.

"Say my name!"

"Sam, plis jangan berhenti!" Aku menggerakkan pinggulku. Ingin merasakan kejantanannya yang berhenti menggodaku.

"Hahaha, dasar gadis kecil nakal, mau menggodaku eh?" ejeknya. Dia menggulingkan tubuh kami sehingga kini aku di atas. Sungguh, saat dia melakukan itu, aku merasa sangat nikmat karena kejantanannya memasukiku lebih dalam. Aku benar-benar bisa gila karenanya.

"Kau harus dihukum, Bitch!" dia menampar pantatku keras.

"Ahhh" aku tidak sadar berteriak. Rasanya sangat sakit.

"Ayo bergerak atau kau akan terus kupukuli!" perintahnya. Aku menegakkan tubuhku dan mulai bergerak maju mundur, "Ahhh Sammmmmm" aku merasa miliknya benar-benar menyentuh g-spotku. Rasanya sangat nikmat. Rasanya semua kenikmatan berkumpul disatu titik dan dia memanjakan titik itu dengan baik.

Plakkk!

Dia menampar bokongku lagi.

"Lebih cepat!" Aku mempercepat ritmeku. Aku merasa kekurangan oksigen. Aku membusungkan dadaku dan merengek kepada sam agar dia mau menyentuhnya. Rasanya sangat nyeri dan aku butuh sentuhannya.

"Tidak bitch, kau sedang dihukum!" Dia kembali menampar bokongku. Sial, aku benar-benar disiksa. Aku menyentuh payudaraku dengan tanganku sendiri sambil terus mempercepat ritme gerakan pinggulku. Nyatanya Sam tidak suka karena dia langsung meraih kedua tanganku dengan kasar. Dia menggulingkan tubuh kami lagi. Sial, aku orgasme saat miliknya memasuki lebih dalam saat berguling tadi. 1-0.

Dia membalikkan tubuhku sehingga aku menungging membelakanginya. Dia memegang kedua tanganku, dan aku merasa miliknya mulai memasukiku lagi. Dia meletakkan ereksinya di depan kewanitaanku dan kemudian menarik kedua tanganku dengan kasar sehingga miliknya masuk dengan cepat kasar dan dalam.

"Ohhh Sammmm!"

"Kau suka Bitch?" ejeknya lalu memasukiku dari belakang sambil menarik-narik tanganku seolah dia menarik tali kekang kuda.

"Kenapa diam Bitch?" tanyanya sambil menghentak kasar lagi.

"Iya Sam aku suka," aku menjawab sebisaku. Sungguh, aku tidak bisa berpikir apa-apa lagi. Otakku hanya berpikir tentang bagaimana agar malam ini sam terus memperkosaku sampai pagi.

"Suka apa?"

"Suka ini Sam,"

"Ini apa? Bicara dengan jelas Bitch!" bentaknya kasar. Dia melepaskan satu tanganku lalu menampar bokongku dengan keras.

"Aku suka bercinta denganmu Sam."

"Kau hanya milikku, camkan itu!"

"Iya Sam."

"Say It!"

"Aku hanya milik Sam... oh Sam... aku mohon jangan berbicara lagi, aku tidak tahan!"

"Hahaha, kau ingin ini?" Dia menimpaku sehingga kami berdua kini terlentang terbalik. Dia menarik sebelah pahaku keatas dan kemudian melanjutkan siksaan nikmat ini.

"Ohhh iya Sam, lebih cepat, lebih cepattttt" racauku.

Dia mempercepat gerakannya sambil menarik wajahku agar menoleh kebelakang dan menciumku dengan kasar.

"Ya, sayang, seperti itu, ya ya ya" Dia terus mengoceh dan aku tidak perduli. Aku tidak bisa mendengarnya lagi. Rasanya dunia semakin mengerut, pandanganku memudar dan aku membutuhkan miliknya terus bergerak dengan lebih cepat dan lebih cepat lagi.

"Ohhh Sam, aku mau keluar" racauku. Hembusan nafasnya yang kasar di depan wajahku membuatku semakin menggila.

"Tahan sayang, tahan!" Dia terus bergerak dengan lebih cepat dan lebih cepat lagi dan akhirnya....

"Akhhhhhhhh!" kami mengerang bersama atas pelepasan itu.

"Sam, di dalam?" tanyaku panik saat kesadaranku telah kembali.

"Ya." jawabnya santai. Dia masih memelukku dengan erat. Posisiku yang membelakanginya membuatku tidak bisa melihatnya.

"Tapi Sam, aku bisa hamil!"

"Biar, suruh siapa kamu selingkuh!" Dan kemudian dia membiarkan aku berbicara sendiri karena dia telah tertidur.


NB

my father's boss (Completed)Baca cerita ini secara GRATIS!