Bab 20

1.6K 113 10

" Errgh..." Aku mengerang sakit. Darah membuak-buak keluar dari kepala aku yang berpinar.

Sehun P.O.V

Kedua tanganku mengeletar. Omo,apa yang aku dah buat?! Andwae, Nana mianhae!

Dengan pantas aku menuruni eskalator dan menolak orang ramai yang mula mengelilingi Nana.

" Nana! " Aku memangku kepala gadis itu. Air mata mengalir laju, baju dan tanganku yang kini dilumuri darah tidak dipedulikan.

" Nana,mianhae aku tak sengaja! Ak..aku call ambulans okay.." Tanganku terketar-ketar mengeluarkan Iphoneku.

" Saeng, gwecana uncle dah call " Tegur seseorang dari belakang.

" Ah,kamsanida! Nana kau bertahan sikit ye? Kejap lagi ambulans sampai.." Ujarku sambil mengenggam erat tangan gadis itu.

" Se..sehun... " Panggil Nana bersusah payah.

" Shussh, kau jangan banyak cakap okay.." Aku meletakkan jari telunjuk ke bibir dia. Nana tersenyum payah.

" Sa..saya sayang a..aw..awak "

" Nae, nado joha... " Ujarku serak.

" Se..Sehun tolong tu..tunaikan per..mintaan sa..ya.. " Nana merenungku sayu. Air matanya mengalir perlahan.

" Dae,bareba aku akan tunaikan asalkan kau janji yang kau takkan tinggalku aku... " Tanpa sedar aku mula teresak kecil.

" Please..break dengan Hanabi. Sa..ya taknak awak men..menderita.. " Nana merenungku penuh harapan. Aku terpempan.

" But why Nana..ak..aku.. " Aku terkedu saat Nana tiba-tiba saja mencium bibir lembut.

" Sa...ranghae Sehunnie mi..ahae ka..kalau semua ini berat bagi awak keudae sa..saya just nak awak bahagia..that's all.." Pegangan Nana di tanganku semakin lemah. Dada aku mula berdegup laju.

"Se..sehun kata dekat dorang semua nomu,nomu joha thanks cause being my friend..." Nana tersenyum ke arahku. Matanya kian tertutup.

" Nana..gwe..gwecana? " Tanyaku gagap saat melihat matanya semakin lemah dan kuyu.

Nana hanya tersenyum pahit. Pegangan di tanganku terlepas, Nana merenung aku dengan penuh kasih sebelum sepasang mata itu tertutup rapat.

" Good bye..saranghae.. " Itu ayat terakhir yang aku dengar dari bibirnya. Aku terkedu bersama tangisan yang mula mengila.

" Nana ireona! Andwae kau tak boleh tinggalkan aku! Nana ireona! Aku janji aku ikut cakap kau, kau suruh aku break dengan Hanabi pun aku sanggup!! Nana ireona jebal!!! " Aku mengoncang tubuh gadis itu. Namun tiada balasan. Akhirnya aku menangis tersedu-sedan sambil memeluk tubuhnya erat.

Bunyi ambulans mula kedengaran. Beberapa paramedik mula menghampiri tempat kejadian. Tubuh Nana diangkat ke atas strecher lalu segera diberikan bantuan pernafasan.

Aku segera menaiki ke dalam ambulans namun mataku sempat menangkap pasangan di seberang jalan sana. Mata aku dan perempuan tersebut bertembung. Tangan yang memegang erat lelaki itu segera dilepaskan dia. Muka perempuan itu mula gelisah lalu cuba mengejarku namun aku dengan pantas masuk ke dalam ambulans.

" Rupanya ini perangai setan kau Hanabi! Arrghh, kenapalah aku tak ikut aje cakap Nana, patutlah Nana beria-ria halang aku takdi, rupa-rupanya bersebab.." Tubuh Nana yang lemah aku renung dengan penuh penyesalan.

" Nana mianhae-yo. Please jangan tinggalkan aku. Saranghae.." Ujarku lalu mencium pipi kanannya. Air mataku menitik membasahi wajah pucat itu.

[C] Hello, Ice Prince! ▪Sehun Fanfic▪Read this story for FREE!