17. Partner Kerja

1.5K 112 4


"SEA!! YUHUUU!!" Delia berteriak sambil menggedor-gedor pintu apartemen Sea. Di tangannya sudah ada tas besar yang dibawa untuk nge-gym hari ini. "WOII SEA BUKA PINTUNYA!!" Pintu masih saja belum terbuka. Berkali-kali dia menelpon Sea namun hasilnya tetap nihil.

Kreekk..pintu pun terbuka.

"Lama ba-" Delia menganga saat yang membukakan pintu bukan Sea melainkan...Bram. perempuan itu melirik ke apartemen sebelah takut-takut dia salah menggedor pintu. Tapi dia tidak salah. Ini benar apartemen Sea. Dan...kenapa ada Bram sepagi ini?

"Mau cari siapa, mbak?" tanya Bram dengan suara serak. Telinga Delia panas dipanggil dengan sebutan 'mbak' apalagi sama lelaki tampan macam Bram.

"Jangan sembarangan buka pintu!" Delia memang tidak salah masuk apartemen. Tepat di belakang Bram, ada Sea yang sedang berdiri dengan wajah terkejutnya. Dengan bobot badannya yang tidak ringan, dia berlari menghampiri Delia yang masih terlihat syok. "Del, jangan mikir macem-macem ya. Ini enggak seperti apa yang kamu pikirin. Dia cuma numpang disini sementara saja kok." kata Sea dengan satu tarikan nafas. Sea menggoyangkan bahu sahabatnya itu. "Del, serius deh dia itu cuma-"

"STOP!! Dua kali gue mergokin dia ada di apartemen lo. Sekarang apa lagi alasan lo?" kata Delia. Dari nada suaranya saja dia sudah sangat marah. Pertama saat Bram yang tiba-tiba ambruk di depan apartemen dan sekarang.. jangan-jangan kalian udah-"

"NO WAY!" ucap Sea cepat.

Hening. Delia masih berdiri dengan wajah ganasnya sambil memandang aneh ke arah Bram yang tengah asyik nonton tv di ruang tengah. Sedangkan dia sedang berada di dapur bersama Sea. Gadis itu tidak menyadari kalau sahabatnya sedang gusar.

"Lo enggak diapa-apain kan sama Bram?" bisik Delia dan membuat Sea seketika berhenti mencuci jagung. Sea menggeleng. "Yakin? Syukurlah. Gue aneh saja kenapa cuma kegetok mug sampai bikin orang amnesia. Nih ya, dari film atau sinetron yang pernah gue tonton, orang amnesia tuh gara-gara kecelakaan lah, kebentur benda tumpul lah atau kepalanya tuh kena apa gitu yang memungkinkan dia bisa amnesia." Delia tetap ngotot dengan pendapatnya.

"Terus aku harus gimana, Del?" tanya Sea hampir putus asa.

"Kita getok saja lagi kepalanya. Mungkin nanti kembali normal." jawab Delia berapi-api.

**

"Aku keluar sebentar ya dan jangan kabur dariku." kata Bram dengan nada tegas. Sea memandang nanar ke arah Bram yang tengah bersiap-siap akan keluar dari apartemen Sea. Pintu tertutup sempurna dan tanpa Sea sadari, dia sudah menggigit tali tas besar miliknya.

"Gue rasa dia suka sama lo." bisik Delia dan langsung mendapat tatapan mematikan dari Sea.

"Untung saja dia lagi amnesia. Kalau enggak, sudah aku ketok kepalanya pakai gagang sapu." Sea bersiap untuk pergi nge-gym bersama Delia. Mereka menelusuri jalanan ibu kota yang lumayan terik meskpiun baru jam 9 pagi. Delia sengaja menyetel lagu Auburn yang berjudul La la la dari audio car miliknya. Mereka menghentakkan kaki dan memukul tangan di udara. Akhirnya mereka tiba di Healty LiFe. Selesai berganti baju, mereka memulai untuk pemanasan terlebih dahulu bersama personal trainer masing-masing.

Suasana di tempat gym itu lumayan ramai. Bahkan Sea dan Delia pun kecewa karena spot favorit di kafe Healty LiFe mereka sudah ditempati orang. Terpaksa mereka duduk di kursi kosong dekat pintu masuk. Kafe yang berada di lantai satu ini, hanya menyajikan makanan dan minuman sehat untuk para pelanggannya. Seperti halnya Sea yang hanya memesan greentea dengan roti gandum untuk makan siangnya. Delia menyenggol lengan Sea sambil mengarahkan sesuatu dengan menggunakan dagunya. Sea pun mengikuti arah yang ditunjukkan Delia tadi. Matanya sedikit menyipit karena yang dilihatnya adalah sosok Bram. Bukankah Bram lupa ingatan, mengapa dia tahu kalau tempat gym ini adalah miliknya dan yang lebih mereka bingungkan lagi adalah Bram tidak sendiri. Dia bersama Ubit. Ada urusan apa Ubit ke Healthy LiFe. Ya, untuk nge-gym okelah. Tapi kenapa harus dengan Bram? Bahkan mereka masuk ke dalam ruang berpintu kaca yang bertuliskan "OWNER"

On Air ( Secret Admirer )Baca cerita ini secara GRATIS!