Epilogue: The Happiest Ending

Mulai dari awal

Ku lihat Kak Senna dan Mama yang juga sudah rapi dengan gaun putih mereka. Semuanya harus terlihat sempurna di hari bahagia ini.

Hari ini, salah satu diantara kami bertiga akan melepas masa lajang.

"Adrian, kamu sudah siap?"

Aku mengangguk mantap. "Sudah, Ma. Ayo berangkat."

Aku, Kak Senna, dan Mama bergegas pergi dari apartemen Kak Senna. Aku mengulas senyum saat melihat apartemen yang terletak di samping apartemen Kak Senna.

See you later, baby.

Segera aku mengambil mobilku di parkiran yang sudah dihias sedemikian rupa menjadi mobil pengantin. Tanpa mengulur waktu lagi, kami bertiga segera menuju ke tempat yang nantinya akan digunakan sebagai acara ijab kabul sekaligus resepsi pernikahan.

Doakan, semoga semuanya berjalan dengan lancar.

-----

Aku memasuki gedung tempat diadakannya acara. Kehadiranku langsung disambut oleh sanak saudara yang memang sudah menunggu sejak tadi. Aku menyalami mereka satu per satu, sambil berbincang sejenak sembari menunggu dimulainya acara.

Awalnya, aku dan keluarga berniat untuk membuat acara yang sederhana saja. Namun, karena jumlah saudara dan rekan yang tidak sedikit, jadilah acara ini dibuat megah.

Rasa gugup menghinggapi diriku seiring berjalannya waktu dan bertambahnya orang yang datang. Ini pertama kalinya untukku, dan ternyata rasanya se-tegang ini. Aku paham sekarang, alasan mengapa tiap orang yang menikah pasti uring-uringan.

Pembawa acara sudah memberitahu kalau sebentar lagi ijab kabul akan dilaksanakan. Aku tetap berusaha terlihat kalem meski sebenarnya aku deg-degan bukan main. Sama halnya dengan Papa yang terlihat tenang namun tubuhnya sudah bercucuran keringat dingin.

"Saya terima nikahnya..."

Lantunan doa terdengar usai berlangsungnya acara ijab kabul. Aku tersenyum lega sekaligus terharu dengan apa yang sudah dilalui. Di detik ini, semuanya kembali dimulai dari awal.

Mulai saat ini, kedua orangtuaku resmi menjadi sepasang suami istri lagi.

-----

CLOUDY

Aku duduk disamping Ibuku, menikmati santapan usai acara ijab kabul tadi. Aku sempat meneteskan air mata karena saking terharunya melihat kedua orangtua Adrian yang menikah lagi. Mereka masih saling mencintai satu sama lain, jadi memang sudah semestinya mereka kembali bersama.

Ah, andai kedua orangtuaku bisa seperti itu juga...

"Ma, Cloudy kesana dulu ya."

"Iya."

Aku berjalan menghampiri segerombolan teman-teman terdekatku yang sedang berbincang. "Hey!"

"Hai Cloudy!" sapa Kevin. "Sendirian aja. Adrian mana?"

Aku menggedikan bahu. "Nggak tau. Gue belum ketemu Adrian dari tadi."

"Lagi sibuk kayanya dia. Gue juga belum ketemu."

"Ben! Makan mulu sih!" Aku terkekeh melihat Ben yang sedang memakan sate, dia terlihat seperti orang yang tidak makan setahun.

Ben menelan makanannya dengan cepat sebelum menjawabku. "Laper, Dy. Tadi nggak makan di pesawat."

"Ini lagi..." Aku berkacak pinggang melihat Aubrey yang sedang suap-suapan makanan dengan Nicho.

Ah ya, Aubrey dan Nicho berpacaran sejak seminggu yang lalu! Awal mereka memutuskan untuk pacaran memang cukup aneh. Mereka semakin dekat ketika mereka sedang sama-sama menangkap pokemon, dan setelah pendekatan singkat itu, keduanya berpacaran. Aubrey yang menembak duluan. Hahaha dasar wanita ular!

Only One [Completed]Baca cerita ini secara GRATIS!