Satu

3.2K 107 0

Park Ri Yeon menatap sekitarnya dengan kagum, tidak percaya bahwa sekarang ia sudah ada di Incheon International Airport. Ia tidak menyangka bisa datang ke negeri kelahirannya. Dia asli Korea, ayah ibunya adalah orang Korea. Hanya sejak kecil ia tinggal di Indonesia bersama teman orang tuanya yang sudah ia anggap sebagai orang tuanya sendiri. Bahkan ia tak tahu bahwa dia adalah orang Korea, walaupun ciri-ciri Korea nampak dalam dirinya.

Sejak kecil, ia sering di bully oleh teman sepermainannya. Mereka sering memanggilnya "anak pungut" lantaran ia sangat berbeda dengan saudaranya. Ia pernah menanyakan perbedaan tersebut kepada kedua orang tua angkatnya, namun karena usianya yang masih belia mereka memutuskan untuk tetap merahasiakan fakta tersebut.

Seiring dengan bertambahnya usianya, ia menjadi idola di sekolahnya lantaran parasnya yang sangat cantik. Bahkan tak jarang teman perempuannya iri melihatnya. Dan semakin dewasa juga, orang tua angkatnya akhirnya memberitahukan fakta tentang kedua orang tua kandung Ri Yeon. Awalnya Ri Yeon sangat tidak percaya, namun seiring dengan waktu akhirnya ia mulai menerima kenyataan.

Dia berusaha mencari orang tua kandungnya lewat media sosial. Menguasai bahasa Korea membuatnya tidak susah untuk berkomunikasi dengan orang-orang Korea. Dan, karena usaha kerasnya itu disinilah dia sekarang.

Dengan koper besar di tangan kanannya, ia berusaha mencari-cari sosok yang tak pernah ia temui sebelumnya. Akhirnya ia tersenyum saat melihat tulisan besar "Park Ri Yeon" di sebuah kertas karton besar. Dengan semangat ia segera berjalan menarik koper yang sangat berat.

"Annyeonghaseyo" ujarnya sopan sambil membungkukkan sedikit tubuhnya memberi salam.

"Park Ri Yeon?"

"Ne"

Wanita yang tak lain adalah ibu kandungnya sendiri langsung memeluknya, memeluk putri semata wayangnya. Sudah bertahun-tahun mereka tak bertemu, bahkan sekedar untuk berkomunikasi pun tidak. Air mata mengalir deras dari mata mereka, rasa haru,penyesalan,bahagia tercampur sudah dalam hati mereka. Tak ada kata-kata yang bisa mereka ucapkan, hanya air mata yang bisa mewakili semua rasa.

Mereka akhirnya kembali ke rumah, sepanjang perjalanan Ri Yeon tak henti-hentinya memperhatikan jalanan dari balik jendela mobil. Hanya ibunya yang mencemput, ayahnya sedang sibuk bekerja. Yang ia tahu, bahwa ayahnya bekerja di sebuah agensi dengan beberapa artis asuhan. Ri Yeon tak menyangka bahwa ayahnya dikelilingi oleh artis, sedangkan dia artis Indonesia pun tak pernah ia temui secara langsung.

Ri Yeon termasuk K-POP Lovers, dia hanya menyukai satu boyband yang baru-baru ini debut. ASTRO adalah boyband yang mampu mencuri hatinya yang awalnya Ri Yeon sama sekali tidak tertarik dengan dunia tarik suara Korea. Dia sangat menyukai boyband tersebut, bahkan ia sudah hafal semua lagu-lagu mereka. Dia juga berharap semoga bisa bertemu dengan mereka di Korea, walau hanya melihatnya sekilas.

"kita sampai sayang" ujar ibunya.

Kini mereka berhenti di sebuah rumah yang menurutnya sangat megah dengan desain casual. Ri Yeon memasuki rumah dengan sangat takjub, tak henti-hentinya ia memperhatikan benda-benda yang tak pernah ia lihat sebelumnya di Indonesia, bahkan saking asiknya ia melihat seisi ruangan ia tak memerhatikan tangga hingga hampir terjatuh seandaninya tangannya tidak cekatan untuk memegang besi penyangga tangga.

"Ri Yeon hati-hati nak" ujar ibunya khawatir sambil membantu Ri Yeon berdiri baik.

"ne eomma" ujar Ri Yeon dan kembali berjalan mengikuti langkah ibunya.

Kini mereka tiba di kamar yang bagi Ri Yeon sangat-sangat luas, tak seperti kamarnya di Indonesia. Dengan interior yang sangat disukai Ri Yeon. Ia memasuki kamarnya tak henti-hentinya ia bergumam karena kemewahan ini.

My IdolBaca cerita ini secara GRATIS!