Run Run Run

10K 751 79

A/N: Terinspirasi dari lagu JKT48 Team K, Run Run Run.


Pria itu tampan, bermata dingin, dengan headphone yang selalu menutupi kedua telinganya. Pria yang selalu Jungkook, siswa kelas satu SMA, temui setiap pagi ketika ia berangkat sekolah. Pria yang hari ini baru saja mengganti warna rambutnya dengan warna pirang, yang menjadi alasan kenapa Jungkook rela bangun di pagi hari agar tidak ketinggalan kereta pagi menuju sekolah.

Jungkook bertemu pria itu sejak satu bulan lalu. Dan sejak pertemuan pertama itu ia sudah terpikat oleh pesona sang pria tampan tersebut. Klise sekali, bukan? Bukan salah Jungkook jika ia jatuh cinta pada sosok tampan yang terlihat dingin namun ternyata begitu baik hati yang setiap paginya selalu menyempatkan diri untuk memberi susu pada kucing liar di gang kecil yang tak terjamah, dan selalu memberikan kursinya pada setiap orang tua yang ia lihat di kereta. Jangan tanya bagaimana Jungkook tahu hal itu. Jelas saja karena mata Jungkook selalu terpaku pada sosok tersebut.

Jungkook tak tahu siapa pria itu sebenarnya. Yang ia tahu adalah kenyataan bahwa sang pria berada di sekolah yang sama dengan dirinya. Hanya itu. Ya. Ia bahkan tak tahu nama pria itu. Sungguh menggelikan, bukan?

Pagi itu Jungkook kembali berada di kereta yang sama dengan sang pria impiannya. Entah sihir apa yang dimiliki sang pria hingga mampu membuat pipi Jungkook bersemu merah setiap kali ia tersenyum kecil. Ah, Jungkook benar-benar jatuh cinta pada sosok itu.

Terkadang Jungkook berpikir, cinta itu aneh. Ia sadar ia jatuh cinta. Namun ia tak mengerti kenapa. Jatuh cinta pada sosok yang bahkan namanya saja tak ia ketahui. Jatuh cinta pada sosok yang selalu berada dua langkah di depannya. Jarak yang terpaut dekat namun entah kenapa terasa begitu jauh. Cinta terkadang bisa jadi mengerikan. Begitu mengerikan hingga Jungkook tak tahu bagaimana menghentikan luapan rasa cinta ini.

Hal yang Jungkook sukai adalah ketika tubuh mereka tergerak oleh hentakan kereta, yang membuat mereka melakukan gerakan ke depan yang sama. Cinta itu aneh. Hanya dengan hal sekecil itu saja Jungkook sudah merasa bahagia.

Hari ini pun Jungkook hanya bisa menatap wajah samping pria itu. Wajah yang selalu serius mendengarkan musik dari headphonenya. Wajah yang begitu tampan. Benar-benar memabukkan dan Jungkook merasa ia kecanduan.

Cinta itu memang aneh.

.

.

.

"Ini sudah ketiga kalinya kau melamun, Kook. Kau pantas mendapatkan hadiah satu piring cantik." Suara sahabatnya membuyarkan lamunannya. Lamunan tentang sosok pria yang selalu memenuhi pikirannya itu. "Apa yang kau pikirkan?"

Jungkook menghela nafasnya. "Jimin-"

"Hyung untukmu, sialan."

"Terserah. Kau mau mendengarkanku atau tidak?" Ia mendengus. Jimin masih menatapnya sinis dan ia akhirnya menyerah. "Baiklah, hyung."

Senyum Jimin mengembang, "kudengarkan untuk Jungkookie-ku yang manis."

"Aku bukan milikmu dan sekali lagi kau berkata seperti itu, jangan salahkan aku jika nampan ini mendarat di wajahmu."

Jimin terkekeh. "Jadi, kenapa?"

"Kau tahu, 'dia'..."

Sahabatnya itu mengerutkan dahinya tak mengerti.

"Pria pirang dalam kereta."

"Oh." Jimin baru ingat tentang cerita pria pirang yang disukai Jungkook tersebut. Well, Jimin hanya tahu dari cerita. Ia bahkan tak pernah tahu bagaimana sosok pria yang berhasil mencuri hati Jungkook tersebut. "Ada apa dengannya?"

In Love, Everything is NormalBaca cerita ini secara GRATIS!