Untuk apa aku pergi? (2)

50 4 0

Banyak ku fikirkan.
Beberapa hal terburuk sekalipun.
Kudengar disana wilayah konflik, bagaimana jika aku pulang bukan membawa senyuman?

Ya memang benar adanya, wilayah ku adalah zona merah.
Konflik, perpecahan, kontra, bom meledak, senjata para tentara, tidak terelakan.

Meski sudah jalan beberapa bulan, aku bersyukur masih diberi-Nya kesempatan untuk merasakan sejuknya sopoyan angin sore.

Walau banyak permasalahan yang kuhadapi, aku tidak mengerti apa yang mereka bicarakan, sering kali ku salah paham dengan apa yang mereka maksud sehingga masalahpun menjadi semakin runyam.

Dia berkata A, aku menangkap bahwa itu B. Tidak mudah memang, terjadi kesalah pahaman seperti itu.

Ku selalu mencoba berbuat baik, bersikap benar, tapi menurut mereka, entah lah..

Aku takut sekali melakukan kesalahan, jantungku rasanya ingin copot!
Tiba tiba datang kabar mengejutkan bahwa aku bersikap tidak baik disini.

Mereka bilang orang Indo itu merepotkan dan seenaknya!

Terasa sesak, ritme jantung tiba tiba cepat, rasanya lemas, merasa bersalah dan kebingungan.

Teman ku terisak tangis, sambil terus bercerita bahwa dia di fitnah dan merasa di adu domba.

Baik lah.. selama ini aku tidak sadar jika hidup ku disini terlalu menyenangkan, hampir tidak pernah dilanda kesedihan atau apapun.

Dan sekarang mulai lah ujian-Nya menimpa kami. Hanya bisa berserah diri, menghela nafas panjang..

Ini bukan pagi.. tapi senja yang tenang.. Tuhan.. semoga kekuatan menyertai ku.. hingga aku pulang..
Dengan segudang pengalaman, dan membawa bercerita yang menyenangkan.

Bersabarlah dis, perjalanan semakin berlanjut. Masih ingat dengan motivasi mu kan?

Motivasi ku yang banyak itu..

SUATU PAGI DI THAILANDBaca cerita ini secara GRATIS!