Tiba-tiba lup yang mereka pegang bergeser ke "No."

"Bukan?" Mike lebih penasaran ketimbang tadi, "Lalu siapa? Memangnya ada lagi yang mati di tempat ini?"

Lup itu mulai bergeser. Entah siapa yang menggerakkannya.

"A"

"L"

"O"

Dan terakhir, lup itu berhenti di "T".

"A lot" ujar Mike tak percaya, "Banyak?"

"Mike ..." Jessica mulai ketakutan, "Kurasa kita harus menghentikan permainan ini ..."

Gadis itu tiba-tiba menjerit setelah lup itu tiba-tiba terpental dan terbang menghantam dinding.

***

Sam berlari ke bawah. Sesekali ia menoleh ke belakang, memastikan pembunuh itu tidak berada di belakangnya.

Ia tak sempat melihat wajahnya tadi. Ataukah ia memakai topeng?

Siapa dia? Apa dia salah satu dari teman-temannya yang sedang mengerjainya?

Jika ini benar, maka ini sudah benar-benar keterlaluan! Apalagi ini adalah peringatan setahun kematian Dawn dan Hope. Benar-benar lelucon yang tidak sensitif!

Di bawah Sam nyaris bertabrakan dengan Lyra, Jessica, dan Mike yang berlari dari ruang bawah tanah.

"Teman-teman, tadi ada ..." namun ia terhenti ketika melihat wajah pucat ketiga temannya. "Apa yang terjadi pada kalian?"

"I ... itu tidak penting!" jawab Jessica sambil terengah-engah, "Kau sendiri kenapa berlarian memakai handuk?"

Sam baru sadar ia belum mengenakan pakaiannya.

"A ... ada yang berusaha membunuhku tadi di atas."

"Hah?" Mike terkejut, "Kau serius?"

Tiba-tiba layar televisi yang ada di belakang mereka menyala. Mata mereka berempat segera tertuju pada LCD raksasa itu.

"A ... apa itu?" tanya Lyra, "Semacam film? Bukankah itu kau, Mike?"

"I ... ini ..." mata Sam membelalak begitu menyadari apa yang tengah ia lihat.

Di rekaman itu terlihat Dawn tengah membuka kancing bajunya satu demi satu, kemudian menanggalkan kemejanya. Terlihat pula Sam menyerbu masuk, namun terlambat. Elle sudah muncul dengan memegang tongsis dan menjepret Dawn dalam kondisi setengah bugil dengan kamera flashnya. Ashley dan Jessica keluar dari bawah ranjang sambil tertawa mengejek, sementara Jung Soo menyelinap keluar dari dalam lemari, tak mampu juga menahan tawanya.

Terdengar jeritan Dawn begitu sadar ia dikerjai.

Ah, bukan. Bagi Dawn ia tak merasa sekedar dipermalukan.

Ia dikhianati.

"Wah ... wah ... wah..." terdengar suara Elle di rekaman itu, "coba saja kalau kakakmu Josh melihat foto ini ... pasti dia nggak menduga adiknya ternyata perempuan murahan."

Air mata Sam tak terasa menetes begitu melihat kembali kejadian itu.

"Kalian kejam ..." jerit Dawn.

Rekaman itu terhenti di sana, kemudian dilanjutkan adegan lagi.

"I ... itu kan kau, Sam?" tunjuk Jessica ke layar.

Tampak Sam tengah berendam di dalam bathub. Mata Sam melotot tak percaya. Ada yang merekamnya tengah mandi.

Tiba-tiba sesosok pembunuh bertopeng menakutkan muncul dan hampir menikam Sam, jika saja gadis itu tidak menyadari kehadirannya dan segera menelungkupkan tirai kamar mandi ke arah pembunuh itu.

"Si ... siapa pria itu?" seru Mike.

Sam baru menyadarinya. Ya, ia tak melihat si pembunuh dengan jelas tadi, tapi dilihat dari ukuran tubuhnya, tampak jelas di mata Sam bahwa itu adalah seorang lelaki.

"Kalian sekarang percaya kan? Pria itu berusaha menyerangku tadi."

Tiba-tiba adegan berganti lagi.

Kali ini tampak seorang pria terantai di dinding.

"Itu Josh!" jerit Sam.

"Ini karena kau lalai ..." terdengar suara seorang lelaki misterius di rekaman itu, suara yang sengaja disamarkan. Namun entah kenapa, Sam merasa mengenalnya.

"Karena kelalaianmu, kedua adikmu mati ..."

Tiba-tiba sebilah gergaji roda muncul dan mengiris perut Josh, membelahnya jadi dua. Darah terciprat mengenai layar diikuti teriakan kesakitan pemuda itu.

"Tidak! Tidaaaaaak!!!!" jerit Sam histeris. Ia seakan tak bisa mempercayai apa yang ia lihat.

Josh terbunuh.

Tayangan itu berhenti di situ.

Tiba-tiba terlihat tulisan di dinding, berlumuran darah.

"YOU'RE NEXT!"

"Josh!" jerit Lyra. Dengan panik ia segera naik ke atas, ke kamar Josh, "JOSH!!!"

Namun berbeda dengan Sam dan Jessica yang terpaku dengan wajah pucat, Mike justru tertawa.

"Hahaha ... lucu sekali, Sam." ujar Mike, "Apa kau dan Josh bekerja sama membuat ini? Sayang sekali, aku tak mudah tertipu."

"Apa maksudmu, Mike?" Sam menoleh dengan wajah tegang, "Apa kau tidak melihatnya barusan? Seseorang baru saja membunuh Josh!"

"Yeah, right!" pemuda itu sama sekali tak terkesan, "Aku kenal Josh sejak dulu. Dia dulu pernah ikut klub film. Dengan mudah ia bisa mengedit video itu. Mungkin saja dia yang berpakaian seperti pembunuh untuk menakutimu. Pasti peringatan kematian adik-adiknya ini membuatnya sedikit tak waras."

"Mike, tutup mulutmu!" Sam mulai marah.

"Sebaiknya kau segera mengenakan pakaianmu, Sam. Atau kau mau semalaman berkeliling pondok hanya dengan memakai sehelai handuk? Well, aku sih tak keberatan." jawab Mike.

Sam segera naik ke kamarnya, "Aku akan berganti baju lalu mencari Josh. Kalian berdua juga harus ikut!"

Jessica hanya menatap Mike, kekasihnya.

"Apa benar ini cuman permainan Josh saja?"

Mike mengangkat bahunya.

BERSAMBUNG

HINGGA FAJAR MENJELANGTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang