BARU: Tap - cerita-cerita dari obrolan pesan singkat untuk 📲' Sekarang tersedia dalam Bahasa Indonesia
Download sekarang

01. Murid Paling Tenar

1.4K 108 24

Saat ini, hampir seluruh pasang manik yang ada di kelas 3 - 2 terarah ke titik fokus yang sama. Di muka kelas, tengah berdiri seorang gadis dengan kepala yang menelungkup. Rasanya benar-benar tak nyaman menjadi pusat perhatian. Namun itu adalah risiko yang harus ia hadapi di hari pertamanya memasuki sekolah baru dengan status murid pindahan.


"Halo, semua... Namaku Jung Chae Yeon. Mohon bantuannya," ucapnya seraya membungkuk agak lama. Surai panjangnya pun ikut menjuntai menutupi dahi. Senyum lebar ia kembangkan dari kedua sudut bibir untuk menutupi ketidaknyamanannya diselimuti tatapan penuh intimidasi oleh seluruh penjuru kelas.


Kecanggungan yang ia rasakan sedikit terminimalisir setelah wali kelas mempersilakannya duduk. Dengan kepala yang tetap menunduk, gadis berkulit pucat manai itu melangkahkan tungkainya menuju bangku yang terletak di sebelah jendela.

"Annyeong haseyo..." sapa Chaeyeon pada seorang murid yang tak sengaja kedapatan membalikkan badan untuk menengoknya. Beberapa anak gadis yang berada di kelas pun saling melempar pandang, kemudian menutup bagian samping mulut mereka dengan sebelah tangan dan berbisik pelan.

"Dia melakukan bleaching, ya? Putihnya enggak wajar banget!" cibir salah seorang murid dan dibalas dengan endikan bahu oleh yang diajak bicara.

"Iya, wajahnya jadi seperti hantu."

"Dan juga, hidungnya aneh. Pasti dia operasi implan!" imbuh si tukang cibir.

"Semuanya harap tenang, jangan bergaduh!" sebuah celetukan menginterupsi aktivitas bergosip para gadis. Karena penasaran, Chaeyeon pun mendongak untuk mengetahui siapa yang barusan bicara dengan gesture tegas itu.


Didapatinya sesosok pria bersurai hitam mengkilat, kulitnya sangat bersih - biarpun tak sampai pucat seperti miliknya, dan sepertinya perawakannya jangkung. Kuriositasnya tentang identitas pria itu pun semakin meningkat. Tapi apa yang bisa ia lakukan sekarang? Mengingat sambutan teman-teman barunya di kelas pun juga tak sebegitu baik, ia pun jadi pesimis duluan.


Aku yakin itu dia, tapi... kenapa perangainya terlihat agak berbeda?


Pernah dengar istilah aura? Kata itu biasa dideskripsikan dengan perasaan subjektif atau fenomena motorik yg mendahului dan menandai permulaan suatu serangan paroksismal. Diberi tatapan sengit oleh para gadis karena warna kulit yang kelewat kinclong, atau tak diacuhkan dengan alasan yang tak pernah ia tahu. Perlakukan semacam itu sudah biasa ia terima sejak memasuki bangku SMP. Ia tak mengerti apa yang salah. Sejauh ini ia merasa dirinya baik-baik saja - dalam arti tak melakukan hal nyeleneh apapun selama ia hidup.


Padahal ia sudah berharap akan mendapat perlakuan yang lebih baik setelah kepindahannya ke kota kelahiran dan belajar di sekolah baru. Tapi lihatlah kondisi yang dialaminya sekarang, tak seorang pun penghuni kelas yang meletakkan atensi atas kehadirannya. Di mana ia biasa melihat anak baru yang dikerubungi untuk diajak berkenalan di drama-drama yang biasa ia tonton. Hingga akhirnya Chaeyeon pun hanya bisa memaknai apa yang terjadi sebagai takdir; dijauhi hanya karena auranya yang tak begitu baik sejak orang lain melihatnya untuk pertama kali.


Bel istirahat berbunyi, segera Chaeyeon pindahkan buku dan alat tulis yang tersampir di mejanya ke dalam laci. Ia pun membuka tasnya, mengambil kotak bekal yang sudah ia rsiapkan sebelum berangkat ke sekolah.


Chaeyeon tidak tuli, namun ia hanya memilih untuk tidak peduli. Disingkirkannya rasa takut dan minder setelah ia mendengar cemoohan beberapa anak gadis di kelas. Dengan perasaan yakin ia menepuk pelan sebelah punggung murid yang duduk di depannya. Si empu dari punggung pun menoleh.

You Look Yummy; jaeyeon/dokju ✔Baca cerita ini secara GRATIS!