CHAPTER 3

471 51 5

SETAHUN KEMUDIAN

"APA YANG akan kaulakukan liburan musim dingin ini, Sam" tanya teman sekamarnya di kampus.

"Kembali ke rumah yang jelas." kata Sam sambil mengepaki barang-barangnya."Hei, apa ini?"

Gadis itu terkejut melihat sebuah surat undangan tergeletak di atas ranjangnya.

"Oh itu, aku tadi menemukannya di kotak surat. Kurasa itu untukmu."

Sam kaget melihat siapa pengirim kartu undangan itu.

"Dari Joshua Washington?"

Dan ia lebih kaget melihat kemana Josh mengundangnya.

***

"Kenapa kau datang ke sana? Bukankah aneh Josh mengundang kalian ke kabin yang sama tepat setahun setelah kedua adiknya meninggal?" tanya Dr. Hill, semakin tertarik dengan kasus yang ia tangani.

"Awalnya aku menduga itu hal yang aneh. Namun ada sesuatu yang menarik kami ke sana ..."

"Rasa bersalah?" Dr. Hill menyimpulkan.

"Kesalahan terbesar kami adalah kembali ke sana. Semua mimpi buruk itu dimulai ketika kami menginjakkan kaki kami lagi ke kabin itu untuk yang kedua kali ..."

***

"Matt? Ashley?" Sam terkejut melihat mereka berdua menanti di depan cable car.

"Sam? Lama sekali kami tidak melihatmu." Ashely tampak senang melihat kehadiran gadis itu dan memeluknya.

"Ya, sejak kelulusan aku tak pernah melihat kalian lagi." ujar Sam. Ia terkejut melihat Ashley dan Matt tak hanya datang bersama, namun juga bergandengan tangan.

"Lho ... kalian berdua?"

Pemuda berkaca mata itu tertawa, "Jangan kaget ya ... tapi inilah akibatnya jika terus berteman selama 3 tahun. Lama-kelamaan kita akan jatuh cinta."

"Dan kau bagaimana, Sam? Sudah dapat pacar? Jangan beralasan lagi, kau kan sudah diterima di kampus ternama."

"Yah, banyak cowok keren di sana, tapi sayang ... semuanya terlalu rajin belajar."

Mereka bertiga tertawa lalu menatap cable car yang berayun di depan mereka.

"Bagaimana? Kita naik?" tanya Sam.

"Kau sadar kan Josh yang akan mengendalikan alat ini?" bisik Ashley.

"Please girls," bantah Matt, "Joshua adalah sahabatku sejak kecil. Ia takkan pernah mencelakakan kita. Ayolah!"

Cable car itu berjalan melintasi jurang, yang walaupun tampak indah, namun menyimpan kenangan menyakitkan bagi Sam.

Di sini, entah di mana, tergeletak jasad kedua sahabatnya, Dawn dan Hope.

Cable car itu mulai naik. Sam mulai bisa melihat stasiun pengendali itu muncul dari perbukitan.

Ketika akhirnya cable car itu berhenti, Sam dan yang lainnya turun, disambut oleh wajah yang mereka kenal.

"Apa kabar?" Josh tersenyum ke arah mereka.

Jantung Sam berdetak kencang ketika melihat pemuda itu. Sudah setahun sejak ia terakhir melihatnya.Josh bahkan tak menyelesaikan sekolahnya setelah Dawn dan Hope dinyatakan meninggal. Ia tak pernah lagi muncul di hadapan mereka semenjak kejadian itu. Bahkan Josh tak pernah membalas SMS, email, maupun surat yang Sam kirimkan kepadanya. Dan melihatnya sekarang bagi Sam seperti membangkitkan kenangan lama.

HINGGA FAJAR MENJELANGTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang