CHAPTER 2

494 55 10

MIKE MENUNGGU hingga Hope masuk kembali ke resort dan meninggalkan Dawn sendirian di teras sebelum beraksi.

"Hai, Dawn." ujar Mike sambil mendekat, "Apa yang kau lakukan di sini?"

Wajah Dawn tampak terkejut melihat pemuda itu. Pasti ia tak menyangka akan kehadirannya.

"Oh, hai Michael." ujarnya gugup.

Mike terkikik. Rupanya benar kata Ashley, gadis ini naksir berat denganku, pikir pemuda itu.

"Panggil saja aku Mike, seperti yang lainnya." Mike segera mengambil tempat di samping gadis itu. "Bulannya sangat indah, bukan." Wajahnya menengadah ke atas. Biasanya Mike akan mulai mengoceh mengenai legenda rasi-rasi bintang. Namun ia tahu Dawn adalah gadis yang pintar. Ia takkan terbuai dengan gombalan semacam itu.

Mike menatapnya sejenak.

"Ah, mengapa kau tak secantik saudarimu, Hope?" Mike bertanya dalam hati, "Padahal kalian kan kembar. Aneh sekali."

"Ada apa Mike? Kau terus menatapku."

"Tidak apa-apa. Kau mau naik ke atas? Mulai dingin di sini."

***

Dawn tanpa curiga ikut masuk ke kamar Mike. Sejauh ini Mike bersikap sangat ramah padanya, sehingga gadis itu sama sekali tak curiga. Wajar saja, semua wanita jika diajak ngobrol oleh pemuda pujaannya pasti hatinya akan berbunga-bunga.

"Dimana Jung Soo?" tanya Dawn,"Bukankah dia sekamar denganmu?"

"Ah, kenapa kau menanyakan orang yang tidak ada." balas Mike, "Bertanya saja tentang yang ada di sini."

"Maksudmu?"

"Apa kau tidak bosan, hidup bersama keluarga Washington?"

"Kenapa bosan?"

"Yah, keluarga sosialita seperti kalian pasti banyak memiliki rutinitas. Segalanya sudah diatur. Tak bisa bebas. Yah, menurutku gadis secantik kamu sepatutnya mendapatkan petualangan yang lebih."

"Petualangan?" Dawn tertawa, "Berada di kabin terisolir seperti ini sudah terasa seperti petualangan bagiku."

"Sama," balas Mike sambil memegang tangan Dawn. "Dan petualangan ini jauh lebih berarti bagiku karena ada kau di sini."

"A ... apa maksudmu? Bukankah ada Elle bersamamu?" Dawn terdengar menolak godaan, namun bahasa tubuhnya tak mampu menipu mata Mike yang sudah terlatih dan jeli. Pipi gadis itu tampak memerah, pertanda ia mulai tersanjung.Ia juga sama sekali tak berniat melepaskan genggaman tangan Mike.

"Elle ... hanyalah debu jika dibandingkan denganmu."

Tanpa siapapun duga, Mike mulai menarik kaosnya dan melepaskannya.

Dawn tampak terkejut.

"Ayo," ajak Mike yang sudah duduk di atas ranjang, "Apa kau tak menginginkannya juga?"

Dawn bahkan tak berpikir. Jemarinya mulai bergerak melepaskan kancing-kancing kemejanya. Dalam beberapa detik, ia hanya tinggal mengenakan bra-nya saja.

***

"BRAAAAK!!!"

Sam berhasil mendobrak pintunya. Ia kini terbebas. Dengan segera ia berlari ke arah kamar Mike.

Ia harus memperingatkan Dawn akan rencana Elle dan kawan-kawannya.

***

"DAWN, JANGAN ..." Sam merangsek masuk, namun sudah terlambat.

HINGGA FAJAR MENJELANGTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang