Part 20 End - Only One

1.3K 64 4

Hari paling mendebarkan bagi pelajar SMA kelas 12 akhirnya tiba. Apalagi kalau bukan pengumuman kelulusan. Namun ada yang berbeda dari pengumuman kelulusan kali ini di sekolah Adrian dan Cloudy.

Pengumuman kelulusan sekolah mereka dibarengi oleh pengumuman jurusan bagi kelas 10 yang naik ke kelas 11. Semua pengumuman itu diberikan di auditorium sekolah mereka secara bergantian.

Sekolah mereka tidak lagi mengumumkan kelulusan lewat website sekolah mereka, atau paling tidak melalui surat, melainkan mengumumkannya secara langsung di sekolah dan dihadapan semua murid. Hal ini tentu menambah 10 kali lipat rasa gugup mereka.

"Dri, aku nervous banget!" Cloudy mengacak rambutnya. Ia menjadi uring-uringan sendiri tanpa sebab yang jelas.

Adrian melihat jam tangannya. "Santai aja. Pengumumannya juga masih setengah jam lagi. Sekarang baru jam 8." Lain halnya dengan Cloudy, Adrian justru terlihat tenang, meski dalam hati ia merasa gugup juga.

Keduanya saat ini berada di tempat favorit mereka, rooftop sekolah. Mereka memutuskan untuk kesini selagi menunggu pengumuman jurusan bagi kelas 10 selesai. Di tempat ini sangat sepi, tidak ada oranglain selain mereka berdua.

Dan mereka bebas melakukan apapun.

"Dri, gimana nih? Aku deg-degan banget sumpah! Jantung aku kaya lagi dangdutan!" Cloudy berjalan menghampiri Adrian yang terduduk di sebuah bangku panjang, setelah sebelumnya berjalan kesana-kemari tanpa arah dan tujuan.

"Kamu mau tau gimana cara ngilangin rasa gugup?"

"Gimana?"

Adrian merentangkan kedua tangannya. "Dipeluk sama aku." Ia menarik kedua sudut bibirnya, mengulas senyuman manis.

"Aaaa~" Cloudy segera berhambur ke pelukan Adrian. "Bisa aja deh kamu. Tau aja apa yang aku suka." Lalu ia memukul Adrian dengan manja.

Adrian terkekeh geli. "Gimana? Masih nervous?"

"Udah mendingan. Hehehe."

Cloudy melepas pelukannya, namun Adrian kembali menariknya dengan kencang. Alhasil tubuh Cloudy terduduk sempurna di pangkuan Adrian.

"Dri." Cloudy mencoba bangkit, namun Adrian menahannya. "Kenapa kamu jadi mesum gini sih?!"

"Sekali-kali mesum gak boleh?"

"Nggak!"

"Kan kamu pacar aku."

"Ya kamu harus tau tempat juga, Adrian Keenan Althaf. Ini sekolah! Kalo ada yang liat gimana?"

"Biarin, tinggal diajak mesum bareng." Cloudy mencubit pinggang Adrian. "Aw! Sakit!"

"Kamu makan apa sih pagi ini? Otak kamu konslet ya?"

"Makan cinta kamu~"

"Tuh kan beneran konslet! Udah ah, Dri. Aku nggak kebiasaan sama sikap kamu yang kaya gini!"

"Awalnya emang nggak terbiasa. Tapi nanti lama-lama juga terbiasa." Adrian menyeringai penuh arti.

"Adrian..." desis Cloudy.

"Apa sayang? Kamu jadi makin nervous dipangku gini?"

"Tau ah!" Cloudy mengalihkan pandangannya. Perasaan gugup yang tadinya sempat berkurang, kini malah bertambah menjadi beribu-ribu kali lipat.

"Astaghfirullah!!"

Tamat sudah riwayat mereka.

Cloudy dan Adrian mengalihkan pandangan mereka ke sumber suara. Mereka pikir mereka sudah tertangkap basah oleh guru karena sudah berbuat macam-macam di sekolah.

Only One [Completed]Baca cerita ini secara GRATIS!