[8]

470K 22.1K 222

Siang ini cukup panas untuk musim hujan. Sepulang dari sekolah, Karin, Vita dan Sasha berencana berkeliling mall dikarenakan hari ini mereka lebih cepat pulang dari sebelumnya.

"Tumben sunyi, ya?" ucap Vita seraya mengedar pandangannya.

Sasha mengangguk setuju, "Mungkin karena masih jam sekolah, ya? Biasanya di pojokan pasti udah ada cabe-cabean."

"Kalian mau beli apa? Gue mau ke toko buku dulu." Kata Karin dengan wajah jutek.

"Gue mau beli bedak, lipstick, sunblock. Oh sama body lation." Jawab Vita.

Karin mendesah kesal, lalu berkacak pinggang, "Itu mah kan bisa dibeli di toko kosmetik dipasar."

Vita terkekeh.

"Lo mau beli apa, Sas?" Tanya Karin melirik Sasha yang sedang fokus menatap tas bermerk.

Sasha menggeleng pelan, "Gue mau beli kado buat nyokap. Kalian kira apa yang cocok buat nyokap gue?"

"Entah." Jawab Vita sembari menggeleng.

"Kalo lo kira apa, Rin? Lo kan udah tau nyokap gue kayak mana, jadi lo pasti tau, kan?"

Karin berpikir sejenak lalu menatap Sasha dengan senyum mengembang, "Kasih sepatu aja, kak Sista(kakak Sasha) kan pernah kasih sepatu sampai tante makainya sampai udah butut. Itu aja."

"Oke, ntar gue aja yang beli sendiri. Yaudah, kita kemana dulu?" Tanya Sasha.

"Ke toko buku aja."

Ditoko buku~

"Rin..Kariiin—" jerit Vita membuat Karin sontak terkejut mendengarnya. Dengan wajah kesal, Karin berusaha tetap tenang, "Apaan sih Vit? Kan bisa enggak teriak."

Vita cengengesan, "Oh, Sasha bilang dia mau pulang duluan."

"Yaudah, lalu kenapa lo main jerit nggak jelas kayak barusan?" Sinis Karin.

Vita menyerahkan sebuah buku tipis kepada Karin. Karin mengernyit bingung, lalu membacanya, "Lo gila ya, Vit?"

"Kenapa?" Tanya Vita dengan tampang tak berdosa.

"Ngapain lo kasi buku kayak gini sama gue?" Ketus Karin.

Vita tersenyum licik, "Disini ada paduan cara menjadi istri yang baik, cara membuat suami bahagia dan cara memuaskan suami."

"Dan lo butuh itu." Sambungnya mantap.

Karin memutar bola mata malas, "Gue belum butuh itu."

"Kenapa? Jadi kalian belum ngelakuin apa-apa?" Tanya Vita histeris membuat seisi toko buku menatap mereka aneh.

Karin menggeleng santai lalu kembali mencari buku yang diincarnya, "Kak Arka belum minta kok."

Vita merangkul bahu sahabatnya itu, "Pria dewasa kayak kak Arka itu pasti pria normal juga. Dia bukan enggak mau, Rin tapi dia takut lo yang enggak mau. Dan jangan sampai dia selingkuh Rin, lo tau kan kalo suami yang tak pernah berhubungan dengan istrinya banyak yang mencari kepuasan diluar." Terangnya.

"Kok lo kayak expert aja? Emangnya lo udah nikah berapa kali? Sampai kayak ahli banget." Ucap Karin berlalu meninggalkan Vita setelah menemukan buku incarannya dan berjalan ke arah kasir.

"Kalo bonyok gue ngijinin gue nikah muda, gue bakal pergi cari Cameron Dallas lalu maksa dia nikahin gue." Balas Vita.

Karin tertawa pelan, "Ada-ada aja lu"

Sesudah menemani Vita membeli perlengkapan make up, Karin berniat langsung pulang.  Membaca buku yang baru saja dibelinya dengan secangkir kopi panas.

Lovely HusbandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang