#1

19.6K 402 19



Nadine keluar dari ruangannya, berjalan ke dapur.

"maya, gue balik ya. nanti tolong lo closing ya, sama nitip ini buat kalian"

"iya bu nadine, wihhh ada bonus nih hahahha, sering-sering aja boss" ucap maya sambil mencium pipi Nadine

"Ihhh lo bikin gue jijik aja, gak usah cium-cium" ku pukul kepalanya memakai sendok disampingku berkali-kali

"huh, nad. lo perlu ke psikister deh, trauma kali lo. gue cuma nyium pipi. belom gue nyium yang lain, babak belur gue"

Ku tinggalkan dia, dan disinilah aku sekarang. Berdiridi depan cafe, sambil terus menekan tombol panggil di handphone.

'mana juga ni gerry'

Aku tersenyum saat merasakan kedua telapak tangan kekar menutup mataku. Akhirnya datang juga.

"Gerry, buka ihh"

"Kok manggil akunya Gerry bukan cinta? gak romantis deh cinta" gerry melepas tangannya dan memasang muka ngambek yangndibuat-buat.

"ihh jijik gua.. ups maksudnya jijik aku gerr"

"iyadeh terserah kamu cinta, mau manggil aku apa. Ayo cinta , aku mau ngajakin cinta kerumah ketemu sama papa mama"

"mau ngapain sih? males ahh, aku mau langsung balik. Lagian juga gak penting"

"Ayolah Nad, aku mau serius sama kamu, yah walopun kita baru jalan 6 bulan" kali ini gerry memandang nadine dengan muka memelas.

"Please, aku janji ini cuma sebentar aja" gerry menaikkan tangan kanannya dan membentuk 2 jarinya menjadi V.

Akumengangguk pasrah dan mengikuti laki-laki di depanku ini dengan malas. Kami memasuki mobil Gerry dan meninggalkan pelataran Cafetariaku. Akumenyenderkan punggung dan memejamkan mata. Bukan tanpa alasan, aku malas meladeni celotehan Gerry jika sudah berdua saja seperti ini. Pikirku, aku tak akan bosan jika menerimanya. Gerry laki-laki berperawakan tinggi, tubuhnya berisi dandia seorang atlet basket. Semakin hari Gerry bahkan terlihat semakin kemayu saja. Berbanding terbalik saat masih mendekatinya dulu, Gerry selalu terlihat cool dan sedikit bad boy. Aku membuka mata saat merasakan ada sentuhan di pipiku, risih itu yang aku rasakan dan menepis tangan Gerry.

"Nad, ayo turun. Ini rumahku, anggap rumah sendiri aja"

"Hemm, jadi papa mamamu berapa hari di sini?" Aku tahu kalau orang tua Gerry tinggal di Bali, mengurus usahanya disana. Tak tanggung-tanggung usahanya disana berkembang pesat dibidang kuliner.

"nanti sore mereka udah balik ke bali nad, makanya aku maksain kamu harus ketemu mereka sekarang, ayo masuk"

Gerry membuka pintu rumahnya, menggenggam erat tanganku, menariknya untuk mengikuti langkahnya menuju samping kanan rumah. Disana ada sebuah teras dengan pemandangan taman kecil buatan, ada sebuah 2 bangku panjang ditengahnya ada meja kecil, berhadapan langsung dengan kolam renang. Kolam itu tak terlalu lebar, mungkin 2,5mx3m.

"Duduk sini dulu ya cinta, aku panggil orang tuaku dulu"

Ewww, Gerry mulai menjijikan, aku hanya menganggukan kepalaku. Aku adalah manusia yang benci menunggu, ku edarkan kepalaku melihat-lihat bunga yg tertata rapi di pot mengelilingi taman kecil ini. Berselang 5 menit aku melihat Gerry datang bersama orang tuanya. Pantas saja Gerry memiliki wajah imut, tampan walaupun badannya termasuk gede. Papanya tampan, bentuk rahang tegas ternyata diturunkan darinya dan mamanya sangat imut, garis mukanya seperti selena gomez.

"cinta, kenalin papa mama aku"

Aku berdiri dan menyalami papa mamanya bergantian. Tak lupa kupasang muka termanisku, secara tidak langsung mereka kan camerku.

"sore om, tante. Apa kabar saya nadine" aku mencoba berbasa-basi. aku sebenarnya malas, huuh.

"sore juga nak, aduh cantiknya. saya ambar dan ini suami saya darma, panggil mama papa aja nak, iya kan pa" taante ambar menyeggol lengan om darma.

"iya nak, biar lebih akrab gitu sama calon mertua. ayo duduk nak nadine"

"ahh terimakasih om, tan. maaf, tapi saya masih belum pantas langsung manggil papa mama"

"hahaha, tuh kan ma, pa. pacarku ini orangnya susah dingertiin" ucap gerry dan memeluk lenganku. aku risih, ahh sial andai tak ada omdan tante, sudah ku hajar gerry.

Kami mulai membuka obrolan santai, dan mulai saling melempar pertanyaan. Kami menghabiskan 3 jam, dan sekarang aku harus pulang. Aku berdiri dan memeluk tante ambar, menyalami om darma lalu berjalan menghampiri garry yg sudah berada di mobilnya.

'huuuh, rumahku. aku datang'

Sampai di rumah, aku lagsung turun dan masuk rumah tanpa berkata apapun. Aku sangat capek, ku dengar mobil garry pergi menjauh dari rumahku. Aku langsung merebahkan diri dikasur, dan mulai menikmati tidurku. Pukul 22:12, gila sudah 4jam ternyata tidurku. Aku melangkah masuk kamr mandi, kubuka semua pakaian yang melekat ditubuhku.

Nadine menyalakan shower tepat diatas kepalanya, di biarkan rambutnya basah. Sekelebat bayangan masa lalunya 1 bulan sebelum bersama Gerry.

############

Nadine menampar, menendang tulang kering kaki lelaki di hadapannya dengan sekuat tenaga.

"brengsek lo!! JALANG sialan! Gue cuma minta peluk" teriak lelaki itu sambil mengepalkan tangan.

"gue gak suka di lecehin" Nadine menenteng ranselnya, mulai berjalan menuju pintu keluar kamar lelakinya.

Jimmy mencekal langkah Nadine, menarik tangan lalu menghempas tubuh Nadine di atas kasur, menindihnya, menahan kedua tangan dan mulai menciumi leher Nadine. Nadine menyeringai, masih dengan muka tenang dan tak melawan. Jimmy yang merasa tidak ada perlawanan mulai melepas cengkeramannya, kini tangan kirinya mebelai kepala, sementara tangan kanan meraba tubuh samping Nadine. Nadine meraih dan merogoh isi tasnya, dengan secepat kilat dia menusuk punggung dan turun ke paha jimmy.

"arrgh!!"

buuugh

Nadine mendorong tubuh jimmy hingga jatuh ke lantai, dia turun dan menendang selangkangan serta meludah tepat di muka jimmy.

"uuugghh!"

"Anjing, babi, monyet lo!! gue udah peringatin" Nadine menahan emosinya

"JANGAN PERNAH NYENTUH GUE!!!!"

Nadine pergi meninggalkan tempat sialan itu.

�P�x���o'uF��m

LOVE, SEX and HELENATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang