Part 18 - Act Like You Love Me

Mulai dari awal

Tok tok tok

"Masuk."

Langkah kaki terdengar menggema di seluruh ruangan, membuat Raina mau tidak mau mengalihkan pandangannya dari layar komputer, dan alangkah terkejutnya saat ia melihat siapa yang datang.

"Mau apa kamu kesini?" tanya Raina dengan nada dingin. "Belum puas menghancurkan hidup saya?"

Tamu tersebut melepas kacamata hitamnya. "Lama tidak berjumpa, Raina."

"Tidak banyak yang berubah dari ruangan ini, semuanya masih sama seperti saat saya menjadi sekertaris dulu." Tamu itu memperhatikan setiap sudut ruangan kerja Raina.

"Angel, hentikan." desis Raina.

"Saya bahkan belum memulainya, Raina." Angel tersenyum miring. Matanya memancarkan aura penuh kebencian.

Angel, wanita itu, wanita yang tidak pernah menyukainya.

Wanita yang menuduh Raina kalau ia merebut posisinya sebagai sekertaris.

Wanita yang tidak akan pernah kehilangan akal untuk merusak hidupnya.

Wanita yang mengikut sertakan Cloudy dalam masalah pribadinya.

Wanita yang ternyata Bibi dari adik kelas Cloudy.

Wanita yang selalu menginginkan Ayah Adrian.

"Sudah berapa kali saya bilang, jangan pernah libatkan Cloudy dalam masalah kita!" Raina menatap Angel tajam.

"Kalau begitu, mari selesaikan masalah kita secepatnya."

"Baik, apa yang kamu inginkan?" tantang Raina.

Angel tersenyum miring seraya melipat kedua tangannya. "Saya hanya ingin kehidupanmu hancur."

"Kehidupan saya sudah hancur sejak dulu!" Raina menatap Angel penuh amarah. "Kamu yang menyebarkan rumor kalau saya berselingkuh dengan Pak Ryan hingga anaknya, Adrian, sangat membenci saya. Kamu yang menyalahkan saya karena saya menggeser posisi kamu sebagai sekertaris, meski sudah jelas bahwa Pak Ryan memecatmu karena ulahmu sendiri!"

Angel tertawa sambil menepuk-nepukan tangannya. "Hebat! Ternyata kamu masih ingat semuanya."

"Bukan hanya itu." Raina kembali buka suara. "Kamu juga sudah meneror Cloudy, bahkan Adrian. Kamu pikir saya tidak tahu, hah?! Saya tahu semua perbuatan kejimu!"

Plakkk

Sebuah tamparan melesat sempurna di pipi kanan Raina. Wanita itu terbelalak, seharusnya bukan ia yang ditampar, tapi ia yang menampar.

Raina tidak takut sama sekali, bahkan jika ia dibunuh pun, ia sudah siap. Saat ini dirinya hanya ingin menyelesaikan semuanya dengan Angel. "Saya tahu sejak dulu kamu menyimpan rasa pada Pak Ryan. Namun karena tidak bisa mendapatkannya, kamu melakukan semua ini! Kamu juga iri karena saya bisa dekat dengan Pak Ryan, sedangkan kamu tidak. Kamu tahu Angel? Kamu lebih hina dari seorang pelacur!"

Plakkk

Tamparan kedua kembali mendarat mulus di pipi Raina. Setetes daras terlihat di sudut bibirnya.

"Satu hal yang kamu lupa, Raina." Angel menaikan dagunya. "Kamu tidak pernah memberitahu Cloudy kalau kamu bekerja dengan Ayah dari kekasihnya. Kamu sadar? Kamulah yang menyebabkan anakmu menderita seperti itu."

"Uruslah apa yang menjadi urusanmu! Biarkan ini jadi urusanku dengan Cloudy."

Angel menyeringai. "Baiklah. Kita lihat saja nanti siapa yang tertawa belakangan." Wanita itu membalikan tubuhnya bersiap untuk pergi.

Only One [Completed]Baca cerita ini secara GRATIS!