Part 18 - Act Like You Love Me

1.1K 30 1

From : Adrian

Cloudy, maafin aku. Tapi sebaiknya kita break dulu.

Cloudy menatap nanar pesan yang masuk ke ponselnya 3 hari lalu. Sudah berkali-kali dibaca, namun rasanya tetap sama.

Sama sakitnya.

Belakangan ini dirinya sering melamun. Wajahnya pun selalu murung, tidak ada lagi Cloudy yang ceria. Bahkan gadis itu tidak lagi bisa tertawa saat Aubrey melontarkan lelucon konyolnya.

Hidupnya berbalik. Dunianya seakan hancur.

Semenjak hari perkenalan Ibunya dan Adrian, sikap Adrian terhadapnya berubah drastis. Sering kali Cloudy diacuhkan oleh laki-laki itu, malah cenderung dijauhkan.

Cloudy tak mengerti atas sikap Adrian, yang tiba-tiba saja langsung pergi saat Ibunya mengulurkan tangan padanya kala itu. Begitu pun dengan Senna, wanita itu mendadak canggung kemudian menyusul Adrian masuk ke dalam kelasnya.

Cloudy selalu berusaha untuk menemui Adrian. Namun selalu saja ada alasan dari laki-laki itu. Cloudy benar-benar tidak mengerti dengan keadaan ini.

Kenapa semuanya menjadi seperti ini saat hubungannya dengan Adrian semakin intim? Kenapa Adrian pergi begitu saja, tanpa memberitahu apa yang salah dengan Cloudy?

Pertanyaan seperti itulah yang selalu berputar-putar di kepala Cloudy. Ia terus mencari tahu jawaban atas pertanyaan itu, namun tak kunjung ditemukan.

Adrian tidak tahu bahwa Cloudy teramat sangat membutuhkan penjelasan darinya. Adrian juga tidak tahu kalau rasa rindu Cloudy sudah melebihi puncaknya.

Cloudy merindukan Adrian, setengah mati.

Dan ia takut untuk kehilangan Adrian.

"Cloudy..." Terdengar ketukan di pintu kamar Cloudy. "Ibu tadi menelepon. Ibu tanya apa Cloudy baik-baik aja, soalnya Ibu telepon Cloudy tapi nggak pernah diangkat. Ody gak apa-apa kan?"

"Bilang mama, aku baik-baik aja, Mba."

"Baik, nanti Mba sampaikan. Ody jangan lupa makan ya. Tuh udah Mba Yeni masakin gurame goreng kesukaan Ody."

"Iya, nanti aku makan."

Cloudy berbohong sepenuhnya. Ia tidak baik-baik saja. Sangat tidak baik-baik saja.

Kondisinya memprihatinkan. Mata sembap dengan lingkaran hitam dibawahnya yang mengerikan, pipi yang masih meninggalkan sisa air mata, bahkan tubuhnya jauh lebih kurus dari sebelumnya.

Cloudy memang bodoh, ia menyiksa dirinya sendiri karena lelaki yang belum tentu merasakan apa yang ia rasakan.

Meski begitu, Cloudy tak pernah menyesali kebodohannya. Ia hanya ingin Adrian-nya kembali.

-----

Raina memasuki ruangan di kantornya dengan langkah lunglai. Ia terus menerus teringat pertemuannya dengan Adrian tempo hari. Pertemuan yang mengubah anak semata wayangnya menjadi seperti saat ini, menjadi menyedihkan.

Meski Cloudy mengatakan bahwa ia baik-baik saja, Raina tak percaya begitu saja. Ia sangat mengerti anaknya, apalagi saat anaknya sedang patah hati.

Kalau bisa mengulang waktu, Raina ingin membawa Cloudy jauh-jauh dari keluarga Adrian. Bahkan kalau bisa, ia ingin agar anaknya tidak pernah bertemu Adrian seumur hidupnya.

"Maafin Mama, Cloudy."

Sejak awal, semua ini salahnya. Semuanya bermula dari sikap kurang tegasnya. Ia menyesal telah menyeret Cloudy dalam belenggu yang ia buat sendiri. Namun semuanya sudah terlambat.

Only One [Completed]Baca cerita ini secara GRATIS!