Part 17-Menghapus Memori

2.6K 215 2


"Cell, kamu kenapa sih? Tiba tiba nyelonong pergi. Masih marah emang sama kakak?" Kak Wahyu terus bertanya, mulai dari di dalam mobil sampai tiba di depan pintu apartemen Darrel.

"Nggak papa. Aku nggak marah kok sama kakak. Sekarang kakak pulang aja ya, Aku lagi pengen sendiri aja."

Cellyn mendorong Kak Wahyu hingga ke depan pintu, lalu segera menutupnya. Tidak peduli lagi dengan apa yang di katakan kak Wahyu, Cellyn berlari menuju kamar.

Sedangkan kak Wahyu yang sudah menyerah, mendecak kesal. "Emang ya tuh anak, males gue kalau akhirnya gini." Kak Wahyu pulang ke rumahnya dengan kesal dan juga masih penasaran dengan Cellyn.


Flashback On.

Kak Wahyu mengajak Cellyn ke kafe Anggrek siang ini, dia tau adik sepupunya pasti belum makan. Awalnya dia memang kesusahan mengajak Cellyn, namun akhirnya gadis itu menyerah juga. Hitung-hitung perutnya juga sudah lapar. Cacing-cacing sudah konser di ususnya.

Mereka memesan makanan, tetapi kali ini semuanya di luar dugaan Wahyu. Cellyn memesan pizza, nasi goreng, ice cream ekstra besar penuh dengan aneka permen yang menggiurkan, roti bakar, dan juga jus apel.

"Buset, tekor gue kalau gini," batin Wahyu.

"Kak Wahyu kenapa? Mau ya?" Cellyn menyodorkan sepotong pizza.

Wahyu maju ingin melahap pizza, namun dengan cepat Cellyn memakan pizza itu.

"Pesen sendiri aja wlee."

Wahyu mengacak pelan rambut Cellyn, dia sangat senang melihat Cellyn tersenyum lagi.

Bunyi lonceng kecil yang diletakkan di atas pintu kafe menandakan bahwa ada pengunjung datang.

Detik pertama Cellyn masih makan, detik ke sepuluh Cellyn mulai mendongakkan kepalanya, detik ke dua puluh, Cellyn baru menyadari kalau orang yang masuk ke kafe tadi adalah Kevin.

"Kak ayo pulang!"

"Kenapa mendadak? Lagian masih banyak makanannya, mubazir kan nanti kalau nggak dimakan," tolak Wahyu secara halus.

"Yaudah kalau kak Wahyu nggak mau pulang, aku pulang sendiri naik taksi." Cellyn bergegas merapikan ponsel ke dalam tasnya. Kemudian segera pergi dari kafe yang menyebalkan itu.

Kevin menatap Cellyn dari jauh, sekarang bahkan kehadirannya sudah tidak diinginkan lagi.

"Maafin gue Cell, seandainya gue bisa menebus semua kesalahan gue dengan nyawa gue, gue ikhlas asal orangtua dan kebahagiaan lo kembali," ucap Kevin lirih.

Flashback off.

*****

Hari ini siswa MERAH PUTIH kembali masuk seperti biasa.Berhubung hari ini hari Senin, jadi ada upacara, sama seperti yang dilakukan oleh siswa lain di tanah air.

Cellyn terlalu malas untuk masuk, dia tidak ingin bertemu dengan Kevin. Hal itu bisa merubah moodnya lagi.

"Hai Cell, tumben berangkat siang?" Tiba tiba Denin muncul di sebelahnya dengan gaya yang seperti biasa, tangannya selalu ia masukkan ke saku celananya, sehingga dia terlihat cool.

Dia malas menanggapi Denin.

"Btw, kenapa muka lo gitu, lagi kesel ya?"

"Jangan bilang lo kesel gara gara gue," lanjut Denin karena merasa dicuekin.

"Lagi males aja."

"Oh kirain gara-gara gue, senyum dong biar wajah lo enak diliat."

"Jadi maksud lo gue nggak enak diliat gitu? Oke kalo gitu nggak usah liat gue. Gitu aja susah!"

Secret Admirer ✔️Baca cerita ini secara GRATIS!