Part 16-Jatuh

2.4K 211 2

Kevin bersama Rain sekarang ada di kafe Anggrek. Mereka memang sengaja janjian di sini karena Rain yang memintanya.

Calon tunangannya itu sudah kangen, katanya. Lagipula selama ini mereka hanya bertemu lewat skype.

"Oh ya Kev, aku pindah di SMA HARAPAN BANGSA," ujar Rain sambil menyuapi Kevin ice cream rasa moca kesukaannya.

Dalam hatinya Kevin membatin senang, setidaknya ia masih punya waktu untuk membicarakan semua yang dipendamnya dengan Rain ataupun Cellyn.

"Rain, aku mau ngomong sama kamu," Kevin menatap Rain serius.

"Tentang apa? Soal kepindahan aku ya, kan aku udah bilang ..."

"Bukan. Aku mau jujur sama kamu."

Kini Rain yang menatapnya intens. "Jadi selama ini kamu nggak jujur sama aku Kev? Ada yang kamu sembunyiin dan aku nggak tau itu?"

"Aku minta kamu tenang dulu, beri aku waktu menjelaskan semuanya." Kevin meraih tangan Rain dan menggenggamnya, mungkin ini terakhir kalinya.

"Aku bukan tipe orang yang suka menyela pembicaraan orang Kev," jawab Rain.

"Kamu dan Cellyn sepupu kan?"

"Kamu tau itu darimana? Aku nggak pernah cerita kan Kev ke kamu?" Rain terkejut.

"Dia pacar bohongan yang aku ceritain ke kamu. Dia anak dari rival perusahaan Papa yang aku manfaatin untuk kemenangan perusahaan Papa. Aku nggak tau kalau kamu dan Cellyn keluarga, aku menyesal Rain. Maafin aku." Kevin semakin mengeratkan pegangan tangannya.

Rain menarik tangannya perlahan, tubuhnya gemetar, suaranya tertahan di tenggorokan tidak mau keluar. Air matanya jatuh dengan sangat deras.

"Jadi ... jadi selama ini kamu manfaatin aku untuk ngebunuh orangtua sepupuku? Gitu kan maksud kamu Kev!"

"Semua nggak seperti yang kamu pikirkan Rain. Seandainya aku tau Cellyn sepupu kamu, aku nggak akan lakuin itu," jelas Kevin dengan pilu.

"Kamu orang termunafik yang aku kenal! Kamu rela melakukan apapun untuk mendapatkan kemenangan! Aku benci Kev pernah kenal sama kamu! Mulai sekarang jangan pernah temui aku dan Cellyn. Bahkan jangan berani sebut nama kita berdua walau cuma di pikiran kamu!"

Rain menampar Kevin, hatinya hancur sudah. Itu artinya dia sudah membunuh tante dan om nya, membunuh orangtua sepupunya sendiri. Rain menganggap dirinya orang terbodoh yang hanya menjadi mainan orang yang disayangnya.

Sekarang dia tidak tau harus mulai menjelaskan bagian mana ke Cellyn. Yang pasti, Rain tau setelah ini dia akan diusir dari rumah Cellyn.

Cellyn duduk di meja kafe yang sama, dia duduk berlawanan arah dengan kedua orang itu. Dia mendengar jelas semua yang terlontar dari mulut mereka berdua. Celyn ditipu, dikhianati, oleh orang yang paling disayangnya. Apa ini balasan menyayangi orang yang salah? Apa mungkin Tuhan menghukum sikap bohongnya selama ini dengan kematian kedua orangtuanya?

Gadis itu sesenggukan, dahinya ia tempelkan di meja. Membiarkan air matanya jatuh mengenai kakinya.

Rain, satu-satunya sepupunya bahkan terlibat dalam rencana Kevin. Cellyn benci Kevin.

Semua yang diperlihatkan Kevin kepadanya, perlakuan yang manis semata-mata hanya karena ingin balas dendam.

Bagaimana jika Darrel tau semua ini? Bagaimana kalau kakaknya tau kalau selama Darrel menyuruh Cellyn menjauhi Kevin, gadis itu malah mencari seribu cara agar bisa dekat dengannya?

Cellyn memegangi kepalanya, dia menangis sampai menarik beberapa perhatian pengunjung kafe.

Mulai besok, Cellyn akan pindah dari sekolah Kevin. Menjauhi semua tentang Kevin, dan menjauh dari Rain.

"Om, aku mau pindah sekolah. Tolong carikan sekolah yang jauh dari sepupu aku."

Cellyn menutup telepon dan menuju ke apartemen Darrel, dia tidak mau pulang karena di rumahnya ada pembunuh.



An: 

Kuota sekarat, jadi belom sempat diedit. Ingetin kalau ada typo ya

Secret Admirer ✔️Baca cerita ini secara GRATIS!