Part 17 - Problem Solved?

1.1K 28 0

Cloudy memasuki pelataran sekolahnya yang masih sangat sepi. Wajar saja, saat ini masih jam 6 kurang 15 menit, belum ada murid atau pun guru yang datang, hanya satpam dan petugas kebersihan yang sudah menjalankan tugas mereka.

"Pagi, Pak." Cloudy menyapa satpam sekolahnya yang sudah ia kenal baik selama 3 tahun belakangan ini, Pak Hadi.

"Pagi, Nak Cloudy. Tumben jam segini sudah datang."

Cloudy hanya tersenyum.

Berbeda dengan hari-hari sebelumnya, Cloudy datang lebih awal hari ini, bahkan terlalu awal. Sebenarnya ia malas sekali datang sepagi ini, namun karena permintaan seseorang, ia rela melakukannya.

Saat sedang berjalan melewati lorong panjang sekolahnya, Cloudy merasakan ada seseorang mendekap tubuhnya dari belakang. Tanpa perlu menoleh lagi, Cloudy sudah tahu siapa orang itu.

"Dri." Cloudy melepas pelukan yang berlangsung lama itu. "Kita di sekolah."

Adrian mendengus.

"Kamu ngapain ngajakin aku dateng ke sekolah pagi-pagi begini?"

Adrian mengambil sebuah kotak makan dari dalam tas ranselnya. "Nih."

Cloudy tersenyum. "Masakan kamu?" Lalu ia mengambil kotak makan itu dari genggaman Adrian.

"Iya. Aku sengaja masakin makanan kesukaan kamu."

Cloudy membuka tutup kotak makan itu, dan mendapati Fish 'n Chips yang langsung membangkitkan selera makannya. "Tumben banget kamu bawain bekel buat aku, biasanya..."

Cloudy menghentikan ucapannya saat dirinya tiba-tiba teringat Devina yang sering membawakan bekal untuk Adrian.

Apa Adrian lagi kangen Devina ya?

Mendadak, mood Cloudy memburuk. Ia masih sangat kesal dengan segala perlakuan Devina terhadapnya tempo hari. Ditambah lagi, kenyataan bahwa Adrian mungkin saja merindukan gadis itu.

"Nggak usah mikir macem-macem." Seperti bisa menebak, Adrian segera angkat bicara usai Cloudy membisu seketika. "Mending kita sarapan bareng yuk!"

Keduanya berjalan beriringan menuju rooftop sekolah mereka, dengan Adrian yang mengenggam tangan Cloudy.

-----

"Gimana? Enak, nggak?"

Cloudy mengulas senyum. "Masakan kamu nggak pernah nggak enak, Dri."

"Syukurlah kalau begitu." Adrian mengacak rambut Cloudy penuh kasih sayang.

Cloudy merasa beruntung sekali bisa mendapatkan laki-laki seperti Adrian. Selain tampan dan bertubuh atletis, Adrian juga tergolong cerdas. Terlebih lagi, Adrian bisa membuatkannya masakan yang enak. Sungguh beruntung sekali wanita yang kelak akan menjadi pendamping hidup Adrian.

"Istri kamu nanti pasti beruntung banget punya suami kaya kamu, Dri." Cloudy menundukan wajahnya. "Aku jadi iri."

Adrian terkekeh. "Ngapain kamu iri sama diri kamu sendiri?"

Wajah Cloudy memerah seketika. "Apa sih, Dri?!" Ia memukul lengan Adrian yang hanya ditanggapi tawa darinya.

"Kita memang nggak akan pernah tau apa yang akan terjadi di masa depan, Dy." Adrian menatap mata Cloudy lekat. "Tapi aku harap, kamu akan selalu ada, menemani aku sampai aku sukses nanti."

"Kita masih muda. Masih terlalu dini untuk mikirin jodoh." Cloudy membalas tatapan Adrian. "Tugas aku sekarang cuma menyayangi kamu, menemani kamu, dan berjuang sama-sama mencapai cita-cita kita. Kalau kamu memang ditakdirkan untuk selalu ada di jalan hidup aku, sampai kapan pun kita akan selalu bersama, Dri."

Only One [Completed]Baca cerita ini secara GRATIS!