bonus chapter (3)

1.8K 307 72

Perlahan mata gue terbuka. Semuanya terlihat buram, kepala gue pun masih terasa sakit akibat terlalu lama menahan air mata.

Gue mengedarkan pandangan ke sekitar ruangan hotel, gak ada siapa-siapa. Cuma ada....

Calum?

Iya, Calum ada di samping gue. Kedua tangannya menggenggam erat tangan kanan gue sambil menyembunyikan kepalanya di atas kasur.

Sebagian hati gue pengen ngusir dia dan ngebiarin dia pergi dari hadapan gue saat ini juga, tapi sebagian yang lain menyuruh gue untuk diam supaya Calum tetap disini.

Gue menarik tangan gue yang di pegang Calum, membuat laki-laki itu sadar kalo gue udah bangun. Matanya memerah juga basah.

Calum menyeka air matanya. Sementara gue masih datar, tak kuasa melakukan apa-apa.


"Eh, hai. Udah bangun?" tanya Calum disaat melihat gue sadar. "As you can see," balas gue datar.

Lalu kami kembali diselimuti keheningan. Gue semakin merasa kalo gue diliatin sama Calum, tapi gue diem aja. "Gue tau lo risih, Sha. Kok gak ngomel kaya biasanya?"

Gue tersenyum sinis. "Apa? Kaya biasanya?" tanya gue diiringi oleh tawaan yang terdengar sangat ironis. Kepala gue mengarah ke samping kanan, posisi dimana Calum berada. "Sadar gak lo kita udah lost contact berapa lama? 5 tahun, Cal. 5 tahun. Lo pikir 5 tahun waktu yang singkat apa?"

"Lo gatau apa yang terjadi sama gue, Sha." Calum mencoba mengelak dari makian gue. "Jelas lah gue gatau. Lo aja gak pernah ngirim kabar, mana gue tau?!" gue kembali membalas ucapannya gamau kalah.

Calum menarik nafasnya sesaat, lalu kembali berbicara. "Management does." hanya itu yang ia ucapkan, dan sukses membuat mulut gue bungkam.

"Gue baca semua messages yang lo kirimin ke gue. Lo gapernah capek buat nanyain kabar gue, mau kapanpun itu lo gapeduli. Hampir tiap hari lo kaya gitu, walaupun lo tau hasilnya bakal nihil. Tapi management band gue yang ngelarang, Sha.

Management tuh gamau kalo gue berhubungan sama cewek apalagi sampe pacaran demi keeksisan band gue. Gue udah nyoba segala cara buat ngebales message lo, tapi selalu gagal karena ketawan sama mereka.

Luke juga sebenernya dipasangin sama Arzaylea, tapi karena banyak fans yang dukung dia sama Aileta akhirnya management ngebolehin. Lah gue? Dari awal udah di kecam." lanjutnya.

Calum menggenggam kedua tangan gue. "Believe me, Sha. Demi Tuhan gue gaboong." gue menaruh jari gue di depan bibir dia yang ngebuat Calum terkaget. "Kapan, sih, gue gak percaya sama lo?"

Sebuah senyuman terulas diwajah Calum. "J-jadi lo percaya?" ia bertanya dengan mata berbinar.


Sebenernya kalo dipikir, gue goblok juga. Kok bisa percaya sama orang yang udah beginiin gue selama masa perpanjang SIM (read; 5 tahun), tapi dari mata Calum gue bisa ngerasain kejujuran dia.


"Plin plan lo anjing. Giliran gak percaya pake penjelasan udah kaya tutorial make up, pas udah percaya nanya segitunya kaya pembokat ngeliat berlian." semprot gue yan bikin Calum memeluk gue erat sampe gue gak bisa nafas.

Dengan sekuat tenaga gue mendorong tubuh Calum supaya menjauh dari gue. "bANGUN LO FAKUY DASAR CALUM GEMBROTTT!" Akhirnya setelah mengeluarkan sisa energi yang gue punya, Calum berhasil menjauh dari tubuh gue. Ia menjulurkan lidahnya. "Bodoamat gembrot, yang penting fans gue banyak." ucap Calum percaya diri.

Gue langsung menunjukan wajah sentimen. "Fans lo gatau aja kalo kelakuan lo persis kentut dugong!"

"Daripada lo udah muka jelek sifat jelek kaya pelepah pisang ambon busuk."

dufan 🌿 hood [✔️]Read this story for FREE!