Part 12-Sepi Sendiri

2.2K 217 17

Cellyn menatap kosong kolam di yang terletak di belakang rumahnya ini. Cellyn bakhan tidak sadar jika awan mendung mulai menurunkan hujan. Sehingga air matanya ikut hanyut tersamar dengan air hujan.

Dengan begini Cellyn menganggap kesedihannya juga akan ikut lenyap. Sungguh ini hari paling berat dalam hidupnya. Semangatnya serasa pudar dan tak bersisa. Apa dia bisa hidup berdua dengan Darrel? Apa mereka sanggup?

Isakan tadi berganti dengan tangisan. Semakin kencang dan memilukan. Darrel yang berdiri di ambang pintu, juga ikut menyusut air matanya. Dirinya juga mengalami kesedihan, tetapi mungkin adiknya sangat butuh perhatian saat ini.

Perlahan Darrel mendekati Cellyn yang masih duduk di pinggir kolam, kakinya dibenamkan di air kolam yang sedingin es.

"Dek, masuk ya," ajak Darrel.

Cellyn bergeming di tempat. Matanya masih mengawasi air kolam yang kini sudah bercampur dengan air hujan.

"Mama sama Papa masih di kantor?" Pertanyaan itu meluncur begitu saja.

Darrel ikut duduk di sebelah Cellyn. Tangannya merangkul pundak adiknya yang gemetar.

"Masih ada Abang kalau kamu mau menangis, Abang siap jadi teman dan orangtua kamu," ucap Darrel menenangkan.

Cellyn langsung memeluk erat Darrel. Tangannya terasa menggigil dan mengkerut. Tangisannya berangsur reda sejalan dengan hujan yang juga mulai berhenti.

"Cepet gih ganti baju, terus kita makan keluar ya. Kamu kan udah lama nggak ke sini." Cellyn mengangguk dan masuk ke dalam rumah.

Darrel kemudian menyusul dengan mata merah sehabis menangis. Biarkan saja ada orang tau, dia tidak peduli.

*****

Makan malamnya terasa hampa. Cellyn hanya makan beberapa suap. Sama halnya dengan Darrel. Di tengah lamunannya, Cellyn tiba-tiba ingat dengan ponselnya. Dia segera mengambilnya di tas selempang yang sejak terbang ke London tidak dibuka.

Setelah menyalakan ponselnya, beberapa notifikasi langsung memenuhi. Mulai dari ketiga sahabatnya, teman satu kelasnya, tante Dina, dan Kevin.

Cellyn lebih dulu membuka pesan dari Kevin karena notifnya paling banyak.

Kevin: Cell are you oke?

Aku denger kabar orangtua kamu kecelakaan, mereka gimana?

Kamu masih di London? Kalau pulang aku jemput di bandara ya.

Aku turut sedih Cell, maaf nggak bisa ke sana.

Tiba-tiba Cellyn merasa de javu setelah membaca pesan dari Kevin.

JoccelynAW: Aku baik Kev. Orangtu aku meninggal, mereka tidak tertolong. Kamu nggak usah jemput, aku pulang sama abang aku.

Selanjutnya Cellyn membalas pesan bela sungkawa dari teman-temannya juga tante Dina. Ternyata Cellyn masih punya mereka, Cellyn sadar dia masih punya teman dan keluarga yang sayang dan peduli kepadanya.

"Dek, Abang mau ngomong sesuatu," Darrel berkata serius dengan nada khawatir.

"Kamu pulang ke Indo sama Om Erik ya, Abang harus mengatur perusahaan di sini, juga dokumen penting lainnya harus diselesaikan dulu. Abang bakal sering berkunjung ke Indo, kamu baik-baik ya di sana. Kalau kamu takut tidur sendiri, ajak Naya atau temen kamu yang dua lagi buat nemenin," jelas Darrel dengan suara berat.

"Cellyn ngerti, Abang harus kerja keras dengan perusahaan. Cellyn akan pulan sama Om Erik," putus Cellyn dengan suara tercekat.

Mereka kembali ke rumah setelah makan malam. Cellyn segera mengemasi barang-barangnya. Mungkin tinggal di Indonesia akan lebih baik karena ada ketiga sahabatnya, juga ada Kevin.

*****

Sekitar jam delapan pagi waktu setempat, Cellyn pergi ke bandara dengan Om Erik. Darrel tidak bisa mengantar karena harus ke kantor dan berkutat dengan dokumen kerja yang menumpuk.

Bagaimana ya reaksi Naya ketika tau Darrel tidak pulang? Cellyn terus memikirkan itu.

Sampai di pesawat Cellyn ketiduran. Om Erik merasa kasihan dengan Cellyn dan Darrel, jika tidak karena persaingan perusahaan, mungkin orangtuanya masih ada sekarang. Om Erik mengelus lembut kepala Cellyn seperti anaknya sendiri.

*****

Entah jam berapa sekarang, Om Erik sudah membangunkan Cellyn kalau pesawat sudah sampai. Rasanya baru lima menit Cellyn tidur.

Setelah mengambil tasnya, Cellyn segera mengikuti om Erik yang memimpin di depan. Mata Cellyn mengawasi sekeliling, entah kenapa dia merasa harus menunggu sebentar.

"Non Cellyn, ada apa?" tanya om Erik karena tau gadis itu terlihat mencari sesuatu.

"Hah, apa Om?" jawab Cellyn kaget.

"Kamu mencari seseorang? Temanmu barangkali?" tanya om Erik memastikan.

Cellyn ingin menggeleng, tetapi sejurus kemudian dibatalkan. Dari depan, dia melihat Kevin masih dengan seragam sekolahnya melambaikan tangan ke arahnya.

Om Erik mengikuti arah pandang Cellyn, dia belum tau wajah anak rival perusahaan William.

Tepat sebelum mata Cellyn berkedip, Kevin tiba-tiba memeluknya. Sangat erat, dan pelukan itu terasa hangat. Cellyn membalas pelukan Kevin meskipun tubuhnya tiba-tiba kaku. Ini adalah kali pertama ia dipeluk seorang laki-laki selain keluarganya. Gadis itu kembali menitikkan air mata, Kevin yang merasa pundaknya basah melepaskan pelukan itu dan menangkup wajah Cellyn.

Perlahan, Kevin mengusap setiap air mata Cellyn yang jatuh. Kevin bahkan menyibak rambut Cellyn yang menutupi sebelah matanya. Pandangan gadis di depannya kini sendu, tak ada cahaya mengkilat berser di matanya.

Hati Kevin terasa teriris melihat Cellyn. Rasa sesak menghimpit rongga dadanya. Semakin lama ia menatap Cellyn, semakin besar rasa kecewa itu.

"Kamu yang sabar ya. Aku janji, aku nggak akan pergi ninggalin kamu, aku akan ada selalu buat kamu. Baik kamu senang maupun sedih, aku akan melindungi kamu Cell," ucap Kevin menenangkan Cellyn yang perlahan isakannya berhenti.

Om Erik sangat mengerti urusan remaja begini, dia juga pernah muda dulu. Om Erik menarik diri perlahan dari sana, menuju mobil yang telah menunggu mereka untuk ke rumah.

"Kamu janji ya, jangan bohong," ujar Cellyn menegaskan.

"Aku janji Cell, aku akan jadi pelindung kamu dari sekarang," ujar Kevin dalam hati. 







An:

Halo semua, udah lama banget aku pingin cuap-cuap di sini, wkwkwk. Oke, kumulai ya.

-Pertama aku mau minta maaf karena terus gantung cerita ini yang udah 1 tahun lebih di wattpad tapi nggak tamat-tamat. Oke, bukan maksudku menunda-nunda, berhubung sekarang lagi liburan, aku bakal nyicil sediki-demi sedikit supa SA bisa cepet tamat, yeay.

-Kedua, sejauh ini gimana sih pendapat kalian mengenai cerita ini? Boleh dong dijawab.

-Ketiga, jangan lupa vote & coment ya, bye guys. 

Secret Admirer ✔️Baca cerita ini secara GRATIS!