Empat tahun lalu aku menyukai seseorang yang tidak terlalu ku kenal. Apakah ini yang dinamakan cinta pada pandangan pertama. Terkadang aku tertawa geli, kenapa aku begitu mudah jatuh cinta. Padahal untuk pacaran saja aku gak pernah. Banyak temanku yang mengira itu cinta monyet atau cinta sesaat yang bisa hilang sewaktu-waktu. Dan ternyata tidak semudah itu.
Pertama kali kita bertemu tepat didepan toilet sekolah, aneh juga sih kenapa gak di perpus, di kantin atau di taman supaya romantis. Awalnya kita saling bertemu dan terkejut dan untuk pertama kalinya aku melihat senyumnya yang membuatku seperti terbang. Aku pun masuk kedalam toilet.
Pertemuan kedua saat kami sedang berenang, ada perubahan jadwal. Biasanya kelas lain yang harusnya renang dengan kelasku ternyata di ganti. Ternyata dengan kelasnya, awalnya aku tidak terlalu memperdulikannya karena aku fokus dengan latihan ku berenang karna aku tidak bisa berenang. Setelah dua jam kami belajar, ngobrol dan bermain aku pun pergi ke toilet untuk bersih-bersih. Lagi-lagi kami bertemu dan dia tersenyum lagi.
Saat masuk ke dalam toilet entah kenapa aku senyum-senyum sendiri. Aku berpikir apakah ini kebetulan ataukah ini takdir. Bagiku dia sangat tampan, senyumannya telah meluluhkan hatiku yang selama ini beku. Aku belum pernah merasakan perasaan ini. Aku merasa bahagia, malu, bahkan aku ingin sekali bisa mengenalnya. Aku berharap kalau kita bertemu lagi dengan cara tidak sengaja di depan toilet. Aku yakin mungkin inilah yang dinamakan jodoh.
YOU ARE READING
Never Mind
FanfictionJatuh cinta itu sangat mudah entah dari fisik ataupun melihat dari hatinya bahkan juga bisa saat pandangan pertama. Tapi perihal melupakan itu sangatlah sulit bagaimanapun caranya tetap saja terbayang-bayang apalagi kalau itu "first love". Lalu baga...
