[3]

528K 28.4K 307

Seperti yang dikatakan Arka tadi pagi, Rini-mama Arka-bu mertua Karin datang kerumah membawa banyak perlengkapan masak.

"Ah, kok banyak banget ma?" Tanya Karin sembari membantu Rini menyimpan bahan masak ke kulkas.

Rini tertawa "Biar jaga-jaga sayang, kata Sarah kamu enggak pandai masak, terus tadi pagi Arka tiba-tiba nelfon mama minta ajarin kamu masak."

"Hm.." gumam Karin.

Karin menatap heran mama mertuanya yang mulai sibuk menyiapkan bahan. "Ma, kita mau buat apa? Apa yang bisa Karin bantu."

"Kita buat bolu dulu, Arka suka ngemil bolu." Ucap Rini membuat Karin manggut-manggut.

"Ma, makanan kesukaan Arka apa aja?" Karin bertanya seraya membantu Rini mengaduk adonan.

Rini terhenti, setengah berpikir "Kayaknya dia suka soto ayam sama rendang ayam. Soalnya mama kurang tau, dia itu banyak banget makannya."

Karin mengangguk "Nanti ajarin Karin masak salah satu ya ma."

Rini tersenyum lebar "Tentu sayang, Arka pasti senang."

Setelah cukup lama berkutat dengan adonan lengket itu, akhirnya Rini dan Karin memilih memasak rendang menunggu bolu dipanggang.

"Arka, suka pedas atau manis ma?" Tanya Karin saat menggoreng bumbu rendang.

"Dia suka pedes." Jawab Rini seraya melirik jam tangannya, "oh iya nak, Arka pulang telat ya?"

Karin mengangguk "Iya ma, katanya tadi pagi lembur."

Beberapa menit kemudian..

"Enak ma?" Tanya Karin gugup. Inilah masakan pertamanya yang menurutnya sulit. Selama ini dia tak pernah berkutat dengan dapur karena Sarah--ibunya melarangnya sebab dulu dia pernah hampir membakar rumah mereka hanya karena menggoreng telur.

Rini mencicipinya "Enak nak, mirip buatan mama, tapi bumbunya sedikit gosong. Tapi kalo rajin latihan pasti bisa kok. Besok mama gak bisa mampir, jadi hari jum'at nanti, mama bakal ajarin kamu buat soto." Ucap Rini.

"Mama pulang dulu ya, papa udah nyariin nih. Mama pulang ya sayang." Kata Rini mencium pipi Karin kemudian meninggalkan Karin yang masih diam dengan celemek di tubuhnya.

Setelah dua jam menunggu, Arka belum juga menampakkan diri, akhirnya Karin memilih tidur setelah menyelesaikan tugas semester lalu yang belum selesai karena terganggu dengan acara pernikahan beberapa hari yang lalu.

Ia menatap bolu dan rendang yang ada di atas meja kemudian berlalu ke kamar untuk tidur.

***

"Pak Arka, anda sudah bisa pulang. Semua sudah selesai." Kata Hana-sekretaris Arka dari balik pintu. Arka mengangguk.

"Anda tak usah memaksakan pulang lama, ingat istri dirumah." Goda Hana cengegesan.

Arka bangkit kemudian berjalan keluar kantornya "Kamu juga, pikiran pacar kamu itu." Oceh Arka menjitak kepala sekretarisnya itu.

"Siap pak. Selamat malam " ucap Hana menunduk.

Sepanjang perjalanan pulang, pikiran Arka kosong, itu kejadian di diskotik tadi. Sebenarnya sepulang dari diskotik dia ingin pulang ke rumah tapi karena panggilan mendadak dari kantor, akhirnya dia memutar arah kembali ke kantor.

Sesampai dirumah, ia tidak lagi membunyikan klakson seperti yang biasa dia lakukan karena mengingat sekarang dia sudah beristri dan dia harus menghormati istrinya itu. Dilangkahkannya kakinya menuju dapur untuk mencari makanan, langkahnya terhenti didepan meja makan, tangannya meraih sebuah note diatas makanan.

Buat kak Arka.

Ini ada bolu sama rendang. Mama bilang kakak suka rendang sama suka ngemil bolu. Karin enggak tau enak atau enggak, memang bentuknya aneh, kalo kakak nggak selera, dibuang aja. Soalnya itu masakan pertama Karin. Kalo mau dimakan, dipanasin dulu, kata mama kakak enggak ngerti hidupin kompor jadi panasin aja di microwave, kalo enggak panggil Karin, bangunin aja kalo perlu.

Karin.

Arka terdiam, ingin ia memakannya karena sejak tadi pagi dia belum makan apa-apa. Dimasukkannya makanan kesukaannya itu kedalam microwave, lalu pergi kekamar untuk mengganti pakaian.

Saat sampai dikamar, dibukanya pintu pelan, tak ingin membangunkan gadis yang mungkin sudah tertidur didalam.

"Karin.." panggilnya melihat Karin masih terduduk dibalkon menatap langit.

Karin berbalik "Oh kakak, kakak udah pulang?" Ucapnya berdiri sembari menutup buku yang tadi dipegangnya.

"Kamu belum tidur?" Tanya Arka sambil membuka kemejanya. Karin yang melihat itu langsung membalik badan. Arka mengulas senyum tipis menatap tingkah istrinya itu.

"Belum kak, tadi baru ngerjain tugas. Kakak udah makan?" Tanya Karin masih membelakangi Arka.

"Belum." Jawab Arka singkat.

"Yaudah, kalo gitu Karin ambilin dulu, kakak tunggu disini kebetulan Karin belum makan." Ucapnya gugup sembari keluar kamar.

Arka mengerutkan kening "Aneh? Tumben hari ini dia banyak bicara." Gumamnya seraya memakai baju kaosnya, biasanya sepulang kerja ia bertelanjang dada tapi karena tak ingin Karin merasa risih, akhirnya dia mengalah.

Arka berjalan menuju balkon diraihnya buku yang tadi dipegang Karin. Disana terdapat beberapa puisi, ada sebuah puisi yang belum selesai, hanya sebait.

Tanyakan pada Bintang di langit.
Sanggupkah sang dewi menyuarakannya?
Apakah sang dewa akan kembali meskipun sang dewi menyuarakan kalimat terlarang di semesta ini?

Arka mengerutkan kening, dia paling lemah di sastra. Setelah menyerah berpikir, akhirnya dia kembali meletakkan buku itu lalu merogoh sakunya dan mengeluarkan rokoknya, terlintas kejadian kemarin saat Karin melihatnya merokok di benaknya membuatnya mengurungkan niatnya.

Tak beberapa lama, Karin muncul membawa nampan berisikan dua mangkuk nasi, beberapa potong bolu, sepiring rendang serta dua gelas susu coklat. Arka langsung bangkit membantu Karin membawakan nampan.

Arka meletakkannya di balkon, lalu duduk disana diikuti Karin.
"Ini pertama kalinya kita makan berdua, kan?" Ucap Arka. Karin mengangguk.

"Yaudah kak, makan. Karin nggak atau ini enak atau enggak." Kata Karin.

"Tentu." Jawab Arka sembari mencomot sepotong rendang dan memakannya.

"Hmm, enak tapi bumbunya agak gosong" Arka menatap Karin menatapnya tak percaya.

"Hihi."Karin menutup mulutnya.

"Kenapa ketawa?" Tanya Arka bingung.

Karin menggeleng.

"Bilang!" Ancam Arka.

"Kakak mirip banget sama mama, sampai komentar kalian sama persis" jawab Karin menutup mulutnya menahan tawa.

"Yah, namanya anak sama mama." Puji Arka bangga.

"Tapi itu bukan pujian kak." Balas Karin.

"Yaudah makan lalu tidur."

"Iya kak."

Kau terlalu baik untukku Karin.

***

Aneh? Maaf cerita pertama soalnya.(Di akun ini~hehehe)
Voment ya~❤


Lovely HusbandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang