01-Mati Tegang

Mulai dari awal

"Iya, nat. Mau gak jadi pacar gue?" Fari bertanya dengan nada sok serius. Hanya lewat 1 detik, nata sudah menimpuk kepala Fari, membuat Fari meringis kesakitan.

"Gila aja lo! Gue masi waras, Mau homo, homo aja ndiri" seru nata yang sepertinya menganggap hal tadi serius. Sedangkan Fari malah tertawa terbahak-bahak.

"Lo yang gila, yakali gue suka sama lo, gue udah punya tiara Kali" balas Fari dengan nada tak terima.

Iqbaal hanya terkekeh kecil melihat tingkah dua sahabatnya itu. Kejadian ini memang sering terjadi tiap kali ia membuka loker. Dan lucunya, kotak bekal unyu itu selalu ada didalam loker Iqbaal. Padahal Iqbaal tidak mengembalikan kotak itu pada pemiliknya. Toh, Iqbaal tidak tau siapa yang memberikan itu.

"Ntar lo apain tu makanan? Ga mungkin kan lo makan. secara kan, lo makan nasi 2 sendok aja paling banyak 5 kali seminggu"

ujar Fari yang sudah tau betul sifat Iqbaal. Iqbaal hanya menaikkan kedua bahunya singkat, lalu merangkul Fari dan juga Nata yang sibuk melahap makanan tadi.

**

"Itu tuh, kakak kelas XII yang namanya Iqbaal, ga tau kenapa sampe sekarang ke-populerannya ga ilang ilang, padahal udah 3 tahun disini, dia juga kurus, ga ada isi, tapi ganteng" gadis manis ber-bandana pink itu berucap tanpa mengalihkan pandangannya pada Iqbaal yang baru saja tiba di kantin, tentunya bersama kedua sahabatnya

"Kalau ngomong, biasakan ngeliat lawan bicara lo, kinta" tegur gadis berambut dark brown itu. (Namakamu).

Kinta--gadis ber-bandana-- itu mengangguk, membenarkan saran (Namakamu) lalu kembali melahap mie ayamnya.

"Kak fari boleh juga, tapi udah punya pacar. kak nata ganteng sih, tapi terlalu unyu buat dipacarin" ucap si Kinta sambil merubah rubah ekspresinya sesuai kalimat yang ia ucapkan.

"Pasti muka mereka biasa aja, masi gantengan tokoh di wattpad. Ya, pasti" celetuk (Namakamu) percaya diri. Kinta malah menatap (namakamu) dengan wajah jahil

"Awas aja kalo lo suka sama salah satu dari mereka!" goda kinta masih dengan tatapan yang sama, (Namakamu) menggeleng geleng dengan wajah geli.

Ia sendiri masih tidak menyangka jika karakter seperti yang kinta bilang tadi nyata didunia. Dan itu di sekolahnya.

Menurut gosip yang (Namakamu) dengar. Di sekolah ini memang ada kakak kelas yang gantengnya kebangetan. Ditambah lagi dia pintar, trus tajir. Tapi sayang, dia berandal, Chainsmokers, sering dianggap rival, bahkan sering berantem.

'Udah kayak dear nathan aja' begitu fikir (Namakamu) membatin. 'Tapi nathan begitu karena masalah keluarga, ga papa deh dia berandal, (Namakamu) sayang nathan!' Lanjut (Namakamu) lagi, masih di batinnya.

(Namakamu) ini orangnya cepat menyimpulkan sesuatu namun suka ceroboh. Fangirling, suka baca wattpad juga novel, mudah suka sesuatu, cerewet, suaranya melengking, dan yang paling parah...

pernah bikin dapur rumahnya kayak kapal pecah cuma karena pingin masak air.

Tapi (Namakamu) punya kelebihan, dia imut sama manis. Mungil juga, tapi ga terlalu pendek. Udah itu doang, gak lebih.

"(Nam..)!, itu kak Iqbaal mau ketempat kita" ucap Kinta tiba-tiba, padahal (Namakamu) masih asyik makan.

"Yaudah sih biarin, lagian siapa juga yang peduli sama dia, kalau nathan yang kesini mah udah gue gebet Kali!" Seru (namakamu) sedikit kesal karena makannya terganggu.

Ya, saat pertama kali (Namakamu) membaca sebuah novel karya erisca febriani, ia sudah langsung jatuh cinta dengan tokoh yang bernama 'nathan' itu. Tak tanggung, (Namakamu) sudah membaca novel itu sebanyak 6 kali dan tidak pernah merasa bosan.

"Hmm" Iqbaal berdehem singkat saat sudah berada di meja Kinta juga (Namakamu). (Namakamu) mengerutkan kening melihat Kinta tegang saat melihat si Iqbaal itu.

'Segitu gantengnya apa? Ampe tegang gitu?' Batin (Namakamu) kesal.

Setelah itu, (Namakamu) langsung mengalihkan pandangannya pada kakak kelas yang bernama Iqbaal itu

"Mau ap--"

Mati Tegang.

Mungkin dua kata itulah yang bisa mendeskripsikan (Namakamu) saat ini. Ia terdiam seribu kata saat melihat Iqbaal yang tengah menatapnya datar.

Jujur, ia sangat ingin menarik kata katanya saat mengatakan bahwa senior bernama Iqbaal itu biasa saja. Wajah datar itu saja, sudah tampan maksimal bagi (Namakamu), apalagi kalau senyum.

"Ganteng banget" ucap (Namakamu) keceplosan. Iqbaal menaik kan satu alisnya.

"Emang" jawab iqbaal enteng.

"Minta saosnya ya, di meja gue abis" lanjut Iqbaal lagi.

Lalu, dengan mata yang berbinar, (Namakamu) mengangguk. Iqbaal menghela nafas. Selalu saja begini. Tidak ada perlawanan.

Dengan santai, iqbaal Mengambil saos itu dan kembali ke meja bersama teman nya yang ketawa-ketiwi entah karena apa.

Bagi (Namakamu), sepertinya akan ada pengganti Nathan di hatinya.

******

Hahaha. Kepanjangan?

Jangaan lupa vote yaaa. Comment nya jugaaa.

Chainsmokers Baca cerita ini secara GRATIS!