Chapter 2

96.9K 10K 72
                                              

Budayakan klik bintang sebelum membaca dan berikan komentar selesai membaca. Happy reading :)

***

Seorang siswi memasuki kelas XI IPA 2 dengan wajah yang ditekuk. Ia mendudukkan dirinya dengan asal dan membanting tasnya dengan keras di meja.

"Lo kenapa sih Dis? Muka ditekuk mulu."

Naura, teman sebangku sekaligus sahabat karibnya sejak SMP itu memerhatikan Adisty yang masih mengerucutkan bibirnya.

"Bete deh gue sejak semalem."

"Bete kenapa sih Dis?" tanya Cindy sambil menarik kursi untuk duduk di samping sahabatnya.

"Tahu nggak?"

"Enggak!" jawab kedua sahabat Adisty secara bersamaan.

"Dih lo berdua nih ya rese! Tunggu gue selesai ngomong dong!"

"Ya udah buruan cerita jangan dipotong-potong."

"Kalau cerita yang runtut! Awas kalau cerita lo lompat-lompat lagi!"

"Iya iyaa! Jadi gue kemarin ikut ortu ke pesta anniversary perusahaan kolega mereka. Gue datang sekitar jam tujuh malem. Sampai sana gue muter-muter di bagian minuman terus ke bagian dessert, soalnya gue udah kenyang makan sama kalian sore kemarin."

"Dis! Bisa nggak ke intinya?"

"Kan lo sendiri Cin yang minta suruh runtut dan nggak lompat-lompat."

"Aduh Adisty sayaaang, maksud Cindy itu runtut tapi to the point."

"Nah ini baru mau masuk ke pointnya. Makanya dengar dulu baru komentar!"

"Ya udah buruan deh lanjutin lagi ceritanya."

"Nah gue kebanyakan makan cake jadi haus lagi kan jadi gue ke bagian minuman. Eh disana gue lihat ada Nathan!"

"Lo nggak salah lihat? Seorang Nathan ke acara begituan?"

"Wajar kali Cin, kan bokapnya Nathan pengusaha sukses."

"Bukan masalah bokapnya Nathan pengusaha sukses atau bukan Naura! Tapi ini seorang Elnathan gitu loh, dia ke acara formal gitu? Berangkat sekolah aja seragam nggak dimasukin, rambut acak-acakan, nggak pakai dasi, kadang pakai tindik telinga, eh itu pergi ke acara kayak gitu?"

"Nah maka dari itu Cin. Gue lihat beberapa kali dia menguap, kelihatan ngantuk banget gitu. Terus pas gue lihat lagi dia jalan ke arah gue, ya udah gue coba ngehindar eh malah nggak sengaja nabrak dia."

"Mampus lo! Dia marah-marah?"

"Ya nggaklah Naura... mana mungkin di acara formal gitu dia marah-marah, iya kan Dis?"

Adisty mengangguk menaggapi pertanyaan dari Cindy.

"Disitu gue ada ide buat ngajak dia kabur dari sana bareng dengan alasan gue ada ujian. Terus gue sama dia pamit sama ortu dia dan ortu gue."

"Berhasil?" tanya Naura dengan wajah yang ditumpu dengan tangan kanannya di meja.

"Berhasil tapi dia ninggalin gue sendirian setelah keluar dari ruangan itu! Bayangin malem-malem seorang cowok ninggalin seorang cewek sendirian tanpa nganterin dia ke rumahnya. Kan bete banget gue."

"Hahaha...."

Adisty dan Cindy bersamaan menatap Naura dengan kening berkerut.

"Kenapa Nau?"

"Habisnya lo lucu Dis. Ngapain lo marah-marah? Kan lo tahu sendiri gimana sikap Nathan sama semua cewek, dingin!"

"Benar juga Dis yang dibilang Naura. Apalagi status lo kan bukan pacar dia."

ELNATHANIALTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang