First

83 9 2
                                        

PRITTTTT!
Suara pluit itu sangat terdengar lantang sekali di telinga Rania, siswa baru SMA Bunga Bangsa yang sedang di ospek.
"Woy bisa cepet dikit gak, baru hari kedua di jemur, udah lemes aja!" bantah salah seorang senior yang memarahi siswa disebelah Rania. Perasaan Rania berguncang hebat saat salah satu senior nya lagi menghampiri dia."aduh, salah gue apaan nih, tuh ngapain lagi senior kemari".

"heh, nama lu siapa?"
"Ra, ra raa"
"ngomong tuh yang bener!"
"Rania, kak"
"ikut gue!" sambil menarik tangan rania
"ma mau kemana kak?" dengan sibuk ia bertanya sambil merapihkan topinya yang miring
"udah ayo"

Ditariklah tangan Rania menuju tempat yang sama sekali belum diketahuinya, maklum siswa baru.
"Diem lo disini"
"ngapain kak"
"kan gue suruh lo diem barusan, otak tuh dipake buat mikir dong"
"i iya kak maaf"

Sangat gugup dan gemetar sekali tangan Rania, ia bingung untuk apa ia dibawa ke tempat yang diberi nama diatas pintunya Lucky Zone. Senior itu pun kemudian meninggalkannya sendiri selama 15 menit, sampai- sampai Rania yang tadinya berdiri tegak hingga duduk kelelahan.

"heh, siapa suruh lo duduk"
"eh, maaf kak saya pusing"
"gaada kata pusing buat anak yang lagi di ospek"

Lalu, tiba- tiba ada seorang cowok yang menghampiri kami berdua dan memanggil senior galak yang sedang memarahi Rania.

"Sekar, udahlah dia pusing nanti kalo pingsan, besoknya dia gak bisa masuk sekolah"

oh, ni senior namanya sekar, nama doang bagus, tapi hatinya, huuuh.

"gabisa gitu dong Ga, ini tuh hukuman, kalo kemaren dia ga dateng ospek, padahal kemaren kan hari pertama"
"kalo dihukum besok aja, kalo dia udah sehat"
"yaudah deh ya, Gaga sang ketua senior"
"alah apaan si lu"

Sekar pun, meninggalkan ruangan itu, Rania pun lega namun, Gaga cowok ketua senior itu gak pergi dari ruangan dimana ada Rania. Dia pun menghampiri Rania.

"aduh, ngapain nih cowok nyamperin gue sih, anak buahnya aja udah kaya apaan tau, apalagi ketuanya, tamat deh gue" batinnya

"eh lu, maafin soal temen gue si Sekar tadi ya, dia emang gitu kalo lagi ngospek, galak banget"
"iya kak, gapapa"
"gausah panggil kak sama gue, panggil aja nama, Gaga"
"iya kak, eh Gaga"
"yaudah ya, dah"
"iya ga makasih"

Gaga pun pergi sambil memberi isyarat jempol kalau ia menjawab terimakasihnya Rania.

hm, gak segalak yang gue kira.

HI GUYS, THANK YOU FOR READING MY FIRST PAGE STORY!

*please comment my first page if you think something good or bad, thank you

and, wait for the second page.

KAU!!!Tahanan ng mga kuwento. Tumuklas ngayon