1

1.7K 65 6

"Beby!" Panggil seseorang.

Iya, itu nama ku Beby Wijaya. Seorang mahasiswi muda yang memilih jurusan sastra Indonesia di salah satu fakultas di Jakarta.

"Iya kenapa ay ?" Tanya ku.

Dia Ayana, sahabat ku saat di kampus. Seorang gadis yang berwajah Arab bercampur jepang. Memiliki rambut coklat Dan pastinya Mata yang sayu.

"Gak sih, manggil aja" jawabnya yang langsung duduk disamping ku. Ku lihat dari ujung rambut sampai ujung kaki dari Ayana.

"Ay, lu diet lagi ya ?" Tanya ku, dia terlihat kurus.

"Gak kok beb, gue gak diet" jawabnya cepat.

"Iya gak diet, tapi malas makan aja kan ? Huu dasar" aku langsung memukul kepalanya dengan buku yang ku pegang.

"Beby! Sakit tau! Mau gue balas pake buku sastra jepang! Mau ?" Ancamnya yang sudah mengambil posisi untuk memukul menggunakan buku yang dia bawa.

"Ehh Ayana, tadi cuma pelan kok. Jangan deh ya, kasian buku sastra jepang punya ayana" aku menahan tangannya, buku sastra yang dia bawa sangat tebal. Aku takut pukulan dari Ayana akan sakit.

Ayana mahasiswi sastra jepang. Entah kenapa dia ambil sastra jepang, padahal dia sendiri keturunan jepang. Kata Ayana, dia gak mau ribet dalam perkuliahan Ini, jadi ambil yang gampang aja biar gak repot. Dasar Ayana.

"Beb ? " panggil Ayana.

"Hmmm..."

"Beby!" Aku tau Ayana akan marah "nyaut kek beb kalo Ayana manggil!"

"Aduh ay, iya ada apa Ayana ?" Tanya ku, aku sudah menahan tawa ku melihat reaksi Ayana.

"Gilliran udah marah aja di saut. Males deh" Ayana ngambek.

"Aduh ayana gak cocok, udah gede juga. Nah tadi ngapain manggil beby ?" Tanya ku.

"Jadi gini. Kemaren, sonia ada ngundang ke acara reuni SD gitu" jawab Ayana.

"Eh masa sih ? Sonia gak ada bilang ke gue tuh" Tanya ku tak percaya.

"Yaiyalah Sonia gak bilang ke beby, orang Sonia nitip undangannya ke gue. Jadi gue nyampein ke beby" jawab Ayana menunjukan undangan yang sederhana tapi terkesan mewah.

"Kapan nih ?" Tanya ku.

"Banyak Tanya beb! Baca sendiri bisa kali" jawab Ayana dengan Nada kesal.

Aku pun langsung membuka undangan yang diberikan Ayana. melihat apa isi undangan itu, pastinya undangan untuk reuni.

"Hari sabtu !? Dua hari lagi dong ?" Aku terkejut saat telah membaca isi undangan tersebut.

"Emang kenapa kalo dua hari lagi ?" Tanya Ayana.

"Ya gue mana ada persiapan ayana" jawab ku memasukan kembali undangan itu.

"Kenapa pake persiapan segala ? Emang mau pindahan ? Tinggal datang aja kok susah" kata Ayana yang segera Berdiri.

"Mau kemana ?" Tanya ku menahanya.

"Mau makan. Laper tau gak dari tadi ngemeng mulu kita" jawab nya yang membenarkan posisi tasnya.

"Oh gitu, gue ikut deh. Biar bisa liat Ayana makan banyak apa gak" kata ku yang langsung berdiri juga.

"Idih beby kira gue apaan perlu di liatin" kata Ayana yang sudah ngerocos gak jelas.

***

"Beby! Cepetan!"

"Iya Ayana! Gak perlu teriak juga kali, kamar kita sebelahan gini" kata ku mengingatkan Ayana.

Tidak BeralasanBaca cerita ini secara GRATIS!