My Otouto-Kun

5.6K 327 3

Naruto © Masashi Kishimoto
Story © Me
Pair : Sasunaru/Itakyuu
Genre : Romance/Familly

Warning :

Bl, typo, eyd tak beraturan, dan bisa membuat perut kembung dan masuk angin.

Bagi yang tidak menyukai cerita saya, boleh kembali kehalaman utama.

Happy Reading

"Liburan akhir tahun?"

Itachi tampak menimang-nimang permintaan adiknya. Ia bersedekap dada dan menutup mata berpikir keras, meski lama menunggu tetapi Sasuke masih setia menanti jawaban sang kakak. Sasuke yakin jika Itachi pasti tidak akan mengijinkannya untuk pergi. namun, ia tidak mungkin pergi begitu saja tanpa izin dari kakaknya itu karena bagaimanapun juga saat ini Itachilah yang menjadi walinya, dan yang bertanggung jawab atas dirinya selama orang tua mereka pergi.

"Kyoto itu sangat jauh, kakak tidak mungkin mengizinkanmu pergi tanpa pengawasan begitu saja."

Benarkan kakaknya yang overprotektif itu mana mau memberikannya izin jika ia berpergian jauh. Diam-diam Sasuke menghela nafas, akan sangat memalukan jika sampai Kiba mengetahui alasan ia tidak bisa pergi, bisa jadi ia ditertawakan oleh pemuda Inuzuka itu sampai lehernya terasa kram.

"Memangnya siapa saja yang pergi?"

Sasuke terkejut saat mendengar pertanyaan Itachi, mungkinkah ini pertanda bahwa ia akan diperbolehkan ikut. Tidak Sasuke pungkiri jika ia merasa senang di bagian sudut hatinya.

"Shikamaru Nara, Inuzuka Kiba, Hyuuga Neji dan,"

Haruskah ia menyebutkan nama yang terakhir. Mengingat selama beberapa bulan ini sang kakak tampak tidak begitu menyukai nama itu. Akan tetapi alasan ia ingin ikut pergi adalah karena dia bukan, jika saja dia tidak pergi mana mau juga Sasuke pergi. Itu hanya akan membuang-buang waktu dan uangnya.

"Dan?"

Sasuke menggigit bibir bawahnya,

"dan Na-Naruto."

ah sial pada akhirnya ia menyebutkan nama itu juga. Habislah sudah ia pasti tidak akan di izinkan oleh sang kakak.

"Naruto?"

Sasuke menganggukkan kepala. Pandangan Itachi terhadapnya berubah, ekspresi sang kakak sulit untuk di tebak. Apa yang kakaknya itu pikirkan tentangnya sekarang. Mungkinkah,

"Baiklah, kau ku beri izin untuk pergi!"

Sasuke tidak bisa menahan rasa senang dihatinya. Ia yakin pasti bibirnya sedang menyunggingkan sebuah senyuman.

Ingin rasanya ia berteriak merealisasikan rasa senangnya akan tetapi hal itu tidak mungkin ia lakukan didepan sang kakak.

"Terimakasih banyak kak!"

Ia menundukkan setengah tubuhnya sampai sembilan puluh derajat sebelum menegakkannya kembali dan berlari menuju kamarnya di lantai dua. Ia harus mempersiapkan semua keperluan yang akan ia bawa.

Tanpa Sasuke sadari setelah kepergiannya beberapa detik yang lalu. Wajah Itachi mengeras tatapannya menjadi sangat dingin saat melihat ketempat dimana tubuh sang adik menghilang.
.
.
.
Sasuke mencoba mengingat-ingat kembali kemungkinan apa-apa saja yang lupa ia persiapkan. Sebelum dia benar-benar pergi masih ada kesempatan untuknya mempersiapkan semuanya sampai batas waktunya habis.

Hah Uchiha! Uchiha padahal masih banyak waktu yang bisa ia gunakan untuk mengingat semua yang perlu ia ingat dan bawa nantinya. Bukankah kau akan pergi dua hari lagi? Mengapa harus sesibuk itu sekarang? Apakah rasa senangmu menyumbat otakmu untuk berpikir lebih rasional lagi. Sasuke menatap author yang banyak bacotnya, tatapan membunuh ia berikan berharap bisa membunuh orang yang sedang menyusun cerita kehidupannya ini, tapi author balas dengan tatapan datar yang mengatakan-Kau-tidak-akan-kubuat-pergi-jika-kau--menatapku-seperti-itu.

My Otouto-KunBaca cerita ini secara GRATIS!