2. It's a Match!

67.4K 7.9K 582
                                        

Masih dalam rangkaian kasus lemak babi, hari ini aku dan tim juga Madam British sedang di Bogor bersama orang-orang yang kami undang untuk melihat langsung pembuatan susu bubuk--setelah minggu lalu, kami menggelar conference pers di sebuah hotel bintang lima di Jakarta. Kini aku hanya duduk manis di conference hall pabrik tersebut. Aku malas ikut keliling pabrik yang luas dan mendengarkan penjelasan tentang ini-itu.

Well, sebenarnya aku ini bukan orang yang jago beramah tamah. Ya tapi, karena terjun di dunia PR, mau tidak mau aku harus bisa beramah tamah dan bawel tentang apapun, like, APAPUN. Aku harus dituntut up-to-date dengan segala berita yang lagi panas-panasnya (minus berita selebriti yang kayak drama korea), juga perkembangan teknologi. Tapi, karena hal itu lah, setiap hari ada saja aku mengirim BBM ke client atau relasi dengan:

Wah, rambut baru, Bu? Cantik. Salon mana?

Pak, perusahaan A baru aja launching produk baru. Menurut bapak bagaimana?

Bu, NYX ngeluarin lisptik terbaru. Saya rasa warna merah cocok dengan Ibu. Jadi kelihatan muda.

Semacam dan sejenis itu lah, ya. Karena PR nggak hanya dituntut untuk jago koar-koar di publik tapi juga menjaga hubungan baik dengan orang lain.

Aku kemudian memgeluarkan iPhone-ku. Kayaknya kemarin-kemarin itu Fala menginstal dating application bukan? Dan aku belum membukanya lagi semenjak makan siang kemarin, woman, lemak babi lebih menyita perhatianku. Kayaknya kalau aku punya pacar, dia bakal cemburu dengan lemak babi ini. Lagian nih ya, kalau kata Fala--yang menurut aku sudah mahir di dunia pacaran--kalau pacar kita cemburu, "ya ampun, easy girl," dengan wajah songongnya, "kasih aja ciuman tornado juga kicep."

Setelah beberapa kali swap kiri karena dari foto awal suja sudah nggak menarik, akhirnya aku menemukan juga yang... well lumayan oke. Profil wajahnya nggak begitu jelas, tampak samping, dia mengenakan helm proyek berwarna kuning dengan kemeja berwarna biru muda yang lengannya digulung. Hmmm, otot lengannya lumayan lah. Lalu aku membuka profilnya, ada sekitar 5 foto. Satu foto yang tadi, lalu back view-nya di... gunung--soalnya dia pakai semacam jaket gunung gitu. Foto ketiga menampilkan dia mengenakan suit hitam dengan dasi kupu-kupu bersama 4 orang temannya dengan baju serupa--woman! he's hot in suit anyway--sepertinya diacara pernikahan. Foto ke-empat nggak begitu jelas, dan foto terakhir menampilkan profil wajah dia secara lengkap dengan senyum tipis. God, lagi-lagi dia hot dengan brewok tipis dan rambut potongan rapi.

Lalu aku scroll kebawah, umurnya 30 tahun. Lumayan beda tiga tahun dari umur aku. Dan dia bekerja di PT Semen Jayakarta. Scroll kebawah lagi aku menemukan foto-foto yang terhubung dengan instgramnya. Aku buka, dan kebanyakan hanya foto gunung dan tentang pendakian.

Well, not bad lah ya. Aku kemudian swap kanan. Dan nggak butuh waktu lama untuk muncul notifikasi 'It's a match!' yang bikin aku spechless nggak tahu harus ngapain setelahnya. Aku lalu menutup aplikasi tersebut dan mengirim pesan kepada Fala.

Arawinda Kawi: Hey, It's a match!

Fala Nabila: What?

Arawinda Kawi: Ituuuu... aplikasi tinder yang lo instal ke hape gue!

Fala Nabila: Wohoo! Ada juga yang suka lo ya. hahaha

Arawinda Kawi: Kampret! Terus ini gue mesti gimana?

Fala Nabila: Cakep nggak? umur berapa? kerja dimana? namanya?

Arawinda Kawi: HOT as hell.

Fala Nabila: kidding me?

Arawinda Kawi: gue jujur nih! umurnya 30, mateng ya bok! kerja di pabrik semen. Namanya... wait a minute. gw lupa namanya.

TINDEROLOGYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang