#1

4.7K 246 14

Yook Sungjae adalah seorang pemuda berusia 25 tahun yang terkenal, kaya, dan tampan.
Orang tuanya merupakan CEO dari perusahaan multinasional terkenal di Korea.
Setelah lulus SMA, keluarga Sungjae mengirimnya untuk berkuliah jurusan Business and Management di Amerika.
Bukan tanpa alasan, Sungjae yang merupakan seorang chaebol (pewaris) memang disiapkan untuk menggantikan Ayahnya untuk meng handle bisnis keluarganya.

Hampir lima tahun ia tinggal di Amerika, akhirnya sungjae kembali ke Korea.

Satu bulan sudah berada di Korea, tidak membuatnya kembali beradaptasi dengan budaya Korea. Ia masih hidup dengan kebiasaannya saat tinggal di Amerika.

Ia menghabiskan malam - malamnya dengan pergi ke diskotik, bersenang senang dengan teman-temannya, dan hidup mewah.
Ia jarang sekali pulang dan tidur di rumah keluarganya. Ia tinggal di apartemen pribadinya, dan seringkali mengajak teman-temannya menginap di apartemennya itu.

Hal ini membuat keluarga Sungjae khawatir

(Ruang Makan keluarga Yook)

"Yeobo, kenapa sikap sungjae berubah seperti ini? Pada awalnya aku kira ia hanya mengalamai culture shock saat datang ke Korea, tapi setelah satu bulan disini ternyata ia belum juga berubah. Aku jadi khawatir", ucap Eomma sungjae sambil mengambilkan nasi untuk suaminya.

"Saat masih SMA ia pintar, penurut dan pendiam. Tapi kenapa ia berubah sejak kuliah di Amerika? Ah apa pengaruh lingkungan? Dan dia tak pernah datang ke rumah ini. Bagaimana bisa ia acuh pada keluarganya?", Eomma sungjae masih terus berbicara dan mengkhawatirkan anak semata wayangnya itu.

"Jangan terlalu kau pikirkan. Lambat laun dia juga pasti akan berubah", ucap Appa sungjae berusaha menenangkan istrinya.

"Sudahlah, kita nikahkan saja dia", tiba tiba suara Nenek mengejutkan mereka. Nenek berjalan memasuki ruang makan itu.

"Sepertinya sungjae kehilangan jati diri. Ia tidak memiliki tanggung jawab. Tanggung jawab seorang pria akan muncul ketika mereka menikah", ucap Nenek.

"Oh Manajer Lee?", nenek mencari manajer kepercayaannya itu

"Ada apa, Bu?"

"Apakah kau sudah menemukan gadis itu?"

"Oh.. ini sedang dalam proses pencarian. Aku rasa kami hampir menemukannya, dan kami perlu memastikan bahwa..."

"Gelang mutiara itu. Jangan lupa kau harus memastikan bahwa ia memilikinya"

"Iya bu. Saya akan memastikan bahwa ia memiliki gelang mutiara itu. Baiklah bu. Saya akan mencarinya"

Eomma dan Appa sungjae saling melirik satu sama lain.

"Sudahlah, biar aku yang mengatur perjodohan ini", ucap Nenek.

-----

Park Sooyoung adalah seorang pemilik kafe terkenal di Korea. Ia adalah gadis cantik berusia 24 tahun yang atraktif, ceria, ramah dan optimis. Ayah dan Ibunya adalah seorang pebisnis yang selalu mendedikasikan waktu mereka untuk bisnisnya. Bahkan mereka jarang sekali pulang ke Korea dan membiarkan dua orang anaknya tinggal di Korea. Sooyong memiliki seorang adik yang duduk di bangku kelas 11 Hanlim High School, Yeri namanya.

Dua orang gadis ini sudah biasa ditinggal oleh kedua orang tuanya sejak mereka masih kecil. Mereka biasa tinggal bersama neneknya, namun sejak Sooyoung SMA, neneknya meninggal dan membuat Sooyoung harus tinggal berdua dan merawat adiknya. Rumah dan fasilitas mewah yang diberikan oleh orang tua nya tidak mampu menghibur kesedihan sooyoung. Terkadang ia selalu merindukan sosok Nenek yang sangat dicintainya dan selalu menginginkan ayah dan ibunya pulang dan ingin berkumpul bersama dengannya dan adiknya.

Setelah lulus SMA, sooyoung tidak mengikuti jejak orang tuanya untuk menjadi pebisnis. Ia memilih membuka kafe di pusat kota Seoul. Sebuah kafe yang ia beri nama kafe Heaven, ia ingin memberikan ketenangan, kenyamanan, makanan yang enak dan membuat pelanggannya seolah sedang berada di surga. Kafe ini cukup terkenal dan selalu ramai pelanggan. Hal ini membuat sooyoung selalu menghabiskan waktunya di kafe ini.

"Anyeeeong eonnie!", Yeri datang mengagetkan Sooyoung yang sedang sibuk di kafe nya.

"Hey, kenapa kau baru pulang? Sudah larut malam begini"

"Hmmm... aku...."

"Yaa! Jangan bilang kau sedang pergi berkencan?"

"Anni...", ucap Yeri gugup. Ia terus mengikuti sooyoung

"Ada apa? Kenapa kau mengikutiku terus? Ah, sepertinya ada sesuatu yang kau inginkan"

"He he he.. eonnie, minggu depan teman temanku akan mengajakku berlibur ke Jeju. Bolehkan?"

"Asal kau tidak berlibur bersama pria aku akan mengijinkanmu"

"Arrasseooo. Gomawo eonnie!", Yeri langsung memeluk Sooyoung.

Sooyoung memang tidak mengijinkan adiknya berpacaran sebelum lulus SMA. Entah apa yang membuatnya menjadi kakak yang posesif seperti ini.
Namun jauh dari lubuk hatinya, Sooyoung melakukan ini karena ia sangat menyayangi adiknya. Ia tidak mau adiknya merasa sedih, terluka, atau patah hati hanya karena pria.

---------

Pagi yang cerah, Sooyoung sudah berada di kafe nya. Namjoo, pegawai kafe nya itu akhirnya datang.

"Selamat pagi eonnie!"

"Pagi, Namjoo. Wah kau terlihat bahagia hari ini"

"Tentu saja. Ini kan waktunya gajian he he"

Tiba tiba seorang anak kecil berseragam sekolah memasuki kafe Heaven ini

"Hai, ada yang bisa ku bantu?", tanya Namjoo.

"Ahjussi disana memintaku untuk memberikan surat ini untuk noona pemilik kafe ini", anak kecil itu menyerahkan secarik amplop berwarna merah maroon.

Namjoo meraihnya. "Sudah dulu ya Noona, aku harus bergegas ke sekolah. Aku sudah terlambat. Bye!"

"Eh tunggu", ucap Namjoo. Tapi anak kecil itu sudah berlari meninggalkan kafe itu.

"Ada apa Namjoo?"

"Eonnie, seorang anak kecil memberikan ini. Katanya ini untukmu", Namjoo menyerahkan surat itu kepada Sooyoung.

Sooyoung membacanya

Datanglah nanti jam 8 malam di alamat:
Pyeongchang-dong Art District No. 66
Seoul

"Hah? Apa ini?", ucap Joy heran.

"Kenapa eonnie? Apa kau mendapat surat cinta dari pengagum rahasiamu?"

"Ah andwae, bukan apa apa. Sepertinya salah alamat"

Joy melipat kembali surat tersebut dan menyimpannya di laci kasir.

-------

Sooyoung berjalan menuju parkiran mobil. Ia kehabisan baking powder dan coklat bubuk. Ia akan pergi ke minimarket untuk membelinya.

Saat ia berjalan menuju parkiran, ia merasa ada seseorang yang mengikutinya. Ia membalikkan badannya. Tak seorangpun dilihatnya.
Saat ia akan memasuki mobilnya, tiba tiba seseorang menyentuhnya dari belakang menyumpal mulutnya dengan sapu tangan. Perlahan, ia tak mampu merasakan tubuhnya lagi dan semuanya menjadi gelap.

----

YOU ARE MY DESTINYBaca cerita ini secara GRATIS!