1.Kenyataan Memang Menyakitkan

19.2K 979 16

******

Suara langkah kaki terburu-buru itu makin jelas di telinga.
Di malam yang sunyi seperti ini mustahil bila tidak bisa mendengar suara seberisik itu.
Seorang gadis nampak berdiri di pinggir kolam, mengusir penatnya pikiran di kediamannya yang mungil.
Dia menoleh ke asal suara itu dan....

Bruukk.

Seseorang menabrak tubuh mungilnya yang ringkih sehingga membuatnya ambruk nyaris jatuh ke dalam kolam.
Dan tangan kekar itu dengan sigap menangkap tubuh gadis yang ditabraknya.
Sesaat mata mereka bertemu,tersadar saat tusuk rambut gadis itu jatuh ke dalam kolam membuat rambut gadis itu terurai.

Gadis berambut panjang dan berkulit putih bak salju itu segera melepas tangan pria yang sedari tadi menaut tubuhnya.
Dia mencoba membungkuk pada pria yang berdiri di hadapannya.
Siapa yang tak tahu dengan ketenaran Pangeran Shin Juan, sang putera mahkota kerajaan Bulan.

Pria yang berumur 2 tahun lebih tua darinya itu sudah terkenal ke pelosok dunia karena kemahirannya dalam berperang.

"Maafkan kelalaian hamba Yang Mulia," ucap Selly membungkuk.
Rambutnya dibiarkan tergerai meskipun terasa agak menyusahkan.

"Oh..aku yang seharusnya minta maaf padamu. Aku terburu-buru tadi sehingga menabrakmu," ucap Pangeran Juan sesal.

"Tidak itu salah hamba karena tidak tahu keberadaan Yang Mulia," Selly mencoba merendah.

Pangeran Juan terdiam, menelisik wajah cantik yang tertunduk di hadapannya.

"Oh ya..soal tusuk rambutmu yang jatuh biar besok aku ganti," ucap Pangeran sesaat setelah sadar dari lamunannya.

"Maaf tidak usah Yang Mulia, hamba memiliki banyak tusuk rambut." ucap
Selly mencoba menolak dengan halus, dia tetap menunduk tak berani menatap wajah tampan Pangeran Juan.

"Kamu siapa?" tanyanya ragu.

Belum juga Selly menjawab, Pangeran Juan kembali meralat ucapannya.

"Maksudku, bolehkah aku tahu namamu?" tanya Pangeran Juan bingung.

Mata indah berwarna cokelat itu menatap sekitar sejenak lalu kembali menatap gadis di depannya.

"Apa kau tinggal di sini? Bukankah ini kediaman selir raja? Apakah kamu salah satu puteri dari selir raja?" tanya Pangeran Juan memberondong tanpa melepaskan tatap pada gadis yang berdiri di depannya.

Selly tersenyum tipis sesaat, dia bingung harus menjawabnya darimana.

"Hamba Selly Kwang, hamba memang tinggal di sini."jawab Selly dengan sopan dan masih tertunduk.

Pangeran Juan tersenyum tipis, kelihatannya dia mulai tertarik dengan kehidupan gadis yang ada di hadapannya.

Pangeran Juan menoleh sejenak ketika melihat sang raja yang di temani perdana menterinya berjalan menyusuri taman menuju ke salah satu kediaman selirnya.

"Rupanya Yang Mulia Raja sudah mulai pergi ke kediaman selirnya, itu pertanda waktu sudah larut malam. Istirahatlah!Kau pasti dicari Ibumu," kata Pangeran Juan datar. Wajahnya sedikit kecewa karena dia harus mengakhiri perbincangannya.

Selly tersenyum samar, dia harus mengatakan apa soal dirinya.
Kenyataan bahwa dia adalah seorang selir dan bukan anak selir.

"Baik Yang Mulia," jawab Selly dengan sopan sambil membungkukkan badan guna menghormat Pangeran Shin Juan.

Pria bertubuh kekar itu berbalik dan melangkahkan kakinya yang tegap meninggalkan kediaman Selly yang sunyi.
Baru beberapa langkah, Pangeran Juan menoleh pada Selly. Gadis itu belum juga beranjak dari tempatnya berdiri.
Masih seperti tadi, Selly tetap menunduk menghormat pada Pangeran Juan.

Wild OrchidBaca cerita ini secara GRATIS!