Dunia gadis yang masih berumur 17 tahun itu seperti berubah 180°. Rencana Ummi dan Abi benar - benar tidak dapat dicerna oleh pikiran dan hati gadis yang bernama Alissa. Kepalanya dibenamkan ke bantal. Menerawang kejadian tadi siang.

"Adik, Ummi udah mutusin buat nikahkan kamu de.. " Alissa memotong ucapan Ummi-nya dengan memasukkan potongan Roti tawar yang diolesi selai cokelat. "Enakkan?" Katanya polos.

"Apa ni dik? Ummi serius" kata Ummi meyakinkan. Alissa masih saja menganggap itu hanya candaan. Alissa tau Ummi-nya perempuan yang berpendidikan, mana mungkin dia menikahkan anaknya yang masih duduk di kelas 2 SMA.

"Ummi, selera humor Ummi lagi booster ya?" Tanya Arsyad yang duduk berhadapan dengan Abi. "Bi, Lihatlah.. Emang muka Ummi lagi mirip lagi ngelucu ya?" Ummi cemberut. Abi hanya terkekeh geli melihat istrinya seperti itu.

"Kami serius ingin nikahkan Alissa dengan anak sahabat Ummi waktu di kuliah dulu" Raina terperanjat. Pasalnya Abi selalu mengatakan hal yang memang begitu adanya walaupun bercanda.

Alissa sendiri masih mengolah kata yang diucapkan Abi tadi. Tiba-tiba pikirannya menjadi lambat. Setelah tersadar, Dia meletakkan roti itu ke atas piring.

"What are you talking about marry me at the age of the 17 years old? Lalu bagaimana dengan masa depanku? Kalian nggak mikirin itu?" Alissa berdecak sebal. Ini bukan abad ke-19 lagi bukan? Lalu kenapa Ummi dan Abi.. Grrr.

Alissa melempar bantal kesudut lemari. Pikirannya kacau, sangat KACAU!

Hy Guys, Ini cerita pertama yang aku posting di wattpad. So masih pemula dan tulisan sangat amatir. Typo bertebaran. Berharap kalian suka.

16 Juni 2016

SWEET17 And MR.CEOBaca cerita ini secara GRATIS!