14 - Restu.

Mulai dari awal

"Bunda aku butuh Zain. Jangan sampai Ayah menikahkan Zain selain denganku.. bunda tolong. Aku.. aku sedang mengandung anak Zain." Lirih Keyla di kalimat terakhir. Oma mengusap punggung gadis itu untuk menenangkan Keyla.

"Key- Keyla hamil bunda.." Tangisnya pecah. Setelah memberi tau sang bunda akan apa yang terjadi. Misca membungkam mulutnya tak percaya. Berlahan air mata Misca jatuh.

"Bundaa.. maaffin Keyla.. Keyla bukan anak baik- baik lagi.. Keyla juga kaget bunda-" tak bisa melanjutkan perkataannya. Misca masih tak merespon Keyla.

"Misca. Setelah keberhasilan Zain. Banyak orang yang iri padanya. Mereka akan melakukan segala cara untuk menghancurkan anakmu. Keyla juga pasti bakal kena. Dan lihat. Mereka di jebak. Keyla awalnya tak terima ini semua. Aku mencoba menenangkannya. Aku harap kau bisa mengerti Misca. Keyla tak tau apa apa. Dia masih gadis polos. Jangan membuatnya drop karna melihatmu sedih. Dia sedang mengandung Misca. Tolong pengertiannya. Mereka yang ingin menghancurkan Zain, selalu mengincar Keyla dan keluargamu. Kau harusnya bersyukur Keyla mengandung anak Zain. Kalau bukan Zain dan malah pria hidung belang yang tak bertanggung jawab? Mungkin Keyla sudah stress duluan. Kau harus tahu Misca, Zain itu sosok pria idaman. Dia sangat mencintai anakmu. Zain selalu bekerja keras dia selalu berjuang memikirkan bagaimana caranya mendapatkan restu Yasser. Zain selalu menjaga Keyla dengan baik. Meladeni dan memberi perhatian yang besar ke Keyla. Kau seharusnya bersyukur jika Keyla bersama dengan Zain. Zain itu orang yang bertanggung jawab dan pekerja keras. Hidup Keyla akan terjamin bersama Zain. Kau juga tak perlu khawatir dengan pernikahanmu bersama Yasser.  Itu tak berpengaruh jika Keyla dan Zain menikah nanti. Aku harap kesadaranmu Misca. Mereka saling mencintai, dan Keyla sangat membutuhkan Zain untuk mendampinginya sebagai ayah dari anaknya... Hargai perjuangan Zain selama ini." Misca mulai terketuk hatinya. Benar kata Oma Jena. Zain sangat mencintai anak kandungnya. Misca memeluk Keyla erat. Tangis Keyla semakin menjadi jadi.

"Maafin bunda Keyla.. Bunda terlalu shock.. Bunda pasti mendukungmu bersama Zain. Kau harus mendapatkan yang terbaik. Kau sangat pantas mendapatkan Zain."

"Bunda.." lirih Keyla dan langsung memeluk sang bunda erat.

*

Brukk..

Yasser memujul meja kerjanya.

"Kau menghamili Keyla?? Apa yang kau fikirkan Zain!! Kau melakukan ini karna aku tak merestui mu dengannya, iya?!! Kau gila!! Dia itu adikmu dan kau melakukannya?!!" Yasser sedah kelewat emosi.

"Tak ada waktu untuk terus menyalahkan Zain, Anakku sedang mengandung, dan dia butuh seorang ayah untuk anaknya kelak. Dan aku tidak mau tahu! Zain harus menikahi anakku!! Lagi pula Zain dan Keyla di jebak, dan itu juga termaksud salahmu Yasser!!"

"Apa apaan kau menyakahkanku!!"

"Jelas aku menyalahkanmu!! Kau ayah macam apa?! Kau selalu memaksa Zain bekerja keras. Kau tau? Kesuksesan Zain membuat para pengusaha iri dan berniat untuk membuatnya hancur. Mereka tak segan segan menghancurkan keluargamu terlebih dahulu and you see? Ini yang mereka perbuat!! Seharusnya kau bersyukur Zain menikahhi Keyla, anak tirimu yang sudah kau kenal. Dan kau tega melihat Keyla berjuang sendiri tanpa Zain? Tanpa ayah bagi anaknya? Kalau aku tak terima!! Dia anakku! Dia harus mendapatkan yang terbaik! Lagipula mereka saling mencintai! Kau dosa memisahkan orang yang saling mencintai. Kau juga tak bisa melawan takdir. Jika mereka berjodoh, mengapa kau tak merelakannya? Pernikahhanmu dan Misca juga tak terganggu. Lebih baik anakmu menikah dari pada menimbulkan fitnah? Kuharap kau sadar Yasser. Jika kau tidak merestui Zain dengan Keyla. Aku juga bisa menikahkan anakku dengan pria yang lebih baik!!"

"Ayah.. tolong Zain ayah.. Zain ingin bersama Keyla. Tolong restui Zain. Setelah ini kau tidak menganggapku sebagai anakmu lagi tak apa. Aku hanya perlu restumu. Aku selalu berdoa semoga mama juga merestuiku. Ayah.. kuharap kau mengerti aku mencintai Keyla.. kumohon izinkan kami untuk bersama. Aku akan melakukan apapun. Aku akan membuat perusahaanmu menjadi yang ternama di dunia. Itu akan ku lakukan tanpa kau harus menikahkanku dengan anak pejabat atau pengusaha sukses. Ayah. Kita bisa melakukannya sendiri tanpa bantuan perusahaa lain. Aku akan membantumu. Kau tak perlu menggajiku atau memberiku sepeser uangmu juga tak apa. Aku akan melakukan segalanya. Ayah kumohon, demi Keyla dan anakku.. kumohon ayah.. Aku hanya meminta ini saja.. terakhir kalinya aku akan memohon. Tolong ayah.. dia juga cucumu. Jika kau menganggapnya." Zain menangis. Memohon kepada ayahnya. Hingga bertekuk lutut. Mata Yasser memerah, rahangnya mengeras seketika menjadi lemah. Matanya mulai berkaca kaca.

"Berdiri Zain!"

"Tidak! Aku akan terus begini jika kau belum mengizinkanku.. ayahh.. kumohon.. sekali ini saja."

Zain terus meminta izin.. berharap Yasser mengizinkannya tapi harapannya hampir pupus. Karna masih belum ada jawaban.

"Baiklah Yasser. Sepertinya aku akan menarik ucapanku. Aku tak bisa membiarkan Keyla menunggu Zain. Aku akan menikahkan putriku dengan pria yang jauh lebih baik dari anakmu, Kau sangat sombong Yasser!" Alroy memutar tubuhnya.

"Tunggu.. a- aku,  aku merestui Zain bersama Keyla." Jawab Yasser. Membuat suasana yang tadinya panas menjadi dingin dan mencair..

"Ayah.. kau merestuiku?" Tanya Zain ulang.

"Iya. Aku merestuimu Zain. Kau harus bertanggung jawab. Aku tak ingin cucuku tak mempunyai seorang ayah."

"Ayah.. aku sangat mencintaimu. Aku tau kau pasti akan merestui hubunganku dengan Keyla.. maaf jika aku selalu membuatmu kesal."

"Aku ingin bertemu Keyla." Ucap Yasser tiba-tiba.

"Akan ku panggilkan ayah."

Alroy tersenyum tipis.

Daddy senang jika kau senang mendengar berita ini Keyla. Hitung hitung sebagai permintaan maaf daddy karna selama ini aku tak pernah memberimu perhatian.

*

"Key.." panggil Zain. Semua menoleh.

"Zain bagaimana?" Tanya Keyla cemas. Wajah Zain tak mudah di tebak.

"Ayah ingin bertemu denganmu."

"Benarkah? Apa dia sangat marah?" Khawatir Keyla.

"Ayo ikut aku." Ajak Zain.

"Jangan Zain. Aku tak ingin Keyla sedih.."

"Tidak oma. Ada aku dan om Alroy, kalian tak perlu khawatir." Beranjak dari kursi taman. Keyla menghampiri Zain dan jalan menjauh.

"Kamu abis nangis ya?" Tanya Keyla.

"Enggak."

Sesampainya di depan ruangan keeja Yasser.

"Zain aku takut."

"Aku bakal jagain kamu sayang.."

Membuka pintu berlahan.

"Keyla.." lirih Yasser lalu memeluk anak tirinya itu.

"Ayah.."

"Keyla.. maafkan perilaku ayah selama ini padamu nak. Aku terlalu egois sampai memisahkanmu secara paksa dengan Zain."

"Aku mengerti ayah. Kau ayah yang hebat. Aku memakluminya. Kau pasti sangat shock dan khawatir. Maafkan kamu yah,"

"Tidak. Aku itu terlalu egois. Aku merestui hubungan kalian. Aku ingin anakku bahagia."

"Sungguh? Ayahh, terimakasih.." Keyla menangis sambil terisak di pelukkan Yaseer, ia tak menyangka semuanya akan direstui.

"Iya sayang." Jawab Yasser yang sudah berkaca-kaca.

_______________

[Edited]

I Love My Stepbrother 2 ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang