BAM-1

4.5K 137 0


Telat!

Satu kata yang terus terngiang ngiang dalam pikiran gadis mungil yang tengah berlari di sepanjang lorong koridor sekolahnya.

Kaki mungilnya perlahan berhenti berlari, berdiam diri sejenak dan mengatur nafasnya yang masih memburu. Pandangan mata hazelnya terus menatap lelaki yang tengah duduk bersandar pada bangku bercat putih di depan ruang kepsek itu, Mungkin lelaki itu menjadi alasan mengapa ia berhenti berlari dan memilih menghampiri lelaki yang menggunakan Earphone pada telinganya dengan memejamkan matanya.

"Ha-haii" Sapanya ketika tiba-tiba saja lelaki itu membuka kedua matanya memandang gadis mungil yang menyapanya tengah berada di hadapanya dengan senyuman manisnya.

Namun lelaki itu tetap bergeming , melepas Earphone yang menyupat telinganya pada leher, dan kembali memejamkan matanya

"Ali, kamu gak masuk ke kelas?"
Tanyanya lagi yang kali ini menepuk bahu lelaki yang ternyata bernama Ali itu.

"Ngapain lo disini?"
Ketus Ali tanpa membuka matanya

"Masuk kelas yuk! Udah mau masuk nih 5 menit lagi" Ajaknya seraya melihat jam yang melingkar di tangan mungilnya.

"Sekarang juga lo pergi!"
Tegas Ali penuh penekanan, namun dengan mata yang tetap tepejam, dan Ali terlihat sedang menahan amarahnya wajahnya yang terpejam namun rahang kokohnya terlihat mengeras.

"Tapi Lo.."

"GUE BILANG PERGI!! NGAPAIN LO NGATUR-NGATUR GUE?!!"

Bentak Ali menatap tajam gadis di depannya yang mengerjapkan matanya kaget dengan bahunya yang bergetar takut.

"Ma..maaf"
Entah sejak kapan air matanya sudah membasahi pipinya, ia berlari menuju kelasnya meninggalkan Ali yang masih menahan emosinya

"Argh!! Kenapa cewek selalu nangis sih!"

"Aliii, ngapain kamu masih disini, cepat masuk kelas!" Tagas Pria paruh baya berkumis tebal dengan berkacak pinggang

"Gak ada yang bisa ngatur-ngatur saya!"
Kata Ali dengan wajah datar dan berlalu dari hadapan lelaki paruh baya yang menghela nafas kasar, tugasnya yang tidak bisa berbuat banyak dengan kebiasaan Ali karna ia anak pemilik dari sekolah SMA BANGSA ini hanya bisa bersabar.

****

"Prill..Prilly!"

"Eh- kenapa Te?"
Tanyanya tersentak

"Astaga Prilly! Jadi dari tadi lo gak dengerin gue ngomong? Bener-bener ya Lo! Lo lagi kenapa sih, tadi pagi dateng ke kelas wajah lo udah lesu bgt"

"Ish maaf Te, gapapa kok"

"Lo kok gitu sih? Gak mau cerita ke gue? Sahabatan kita udah kaya sodara loh Prill"

Prilly tersenyum lembut pada sahabatnya sejak SD itu menandakan bahwa ia baik-baik saja.

"Please, cerita sama gue, apa ini karna Ali lagi?" tebak Gritte yang tepat sasaran

Yang memang sejak tadi pagi Prilly di bentak oleh Ali pikirannya kacau tidak fokus pada pembelajaran yang tengah berlangsung
Entah kenapa pikirannya selalu tertuju pada lelaki itu, lelaki yang menurutnya penuh misterius

"Lo diapain sama dia Prill? Biar gue yang hajar dia klo smpe lo diapa apain"

"Gapapa itte ku sayang, tadi pagi gue cuman ajak dia masuk kelas bareng tapi dia malah bentak gue. Lo sendirikan gue orangnya paling gak bisa di bentak"

Gritte mengangguk paham dan merangkul sahabatnya itu erat.

"Dia itu BadBoy Prill! Jangan sampe suka sama orang kaya gitu dong!"

Betapa Aku Mencintaimu Baca cerita ini secara GRATIS!