1. Beginning

8.5K 421 22

Now playing: Going Crazy - Teentop

Jangan bertanya kalau aku lelah ketika mengejarmu. Jangan salahkan aku!
Salahkan organ dalam tubuhku yang menuntut ingin selalu didekatmu.

-Michyeoga-

"Beeb..."

"Sayang.."

"My Prince.."

"Cintaa.."

"Shannon.."

"Shannon Ashlan Abrasiva wait me!"

Shannon menghentikan langkah kakinya. Ia berbalik dan memandang kesal pada gadis yang tengah tergopoh-gopoh mengejarnya bersama dayang-dayang alay di belakang gadis itu.

"Beeb.. kenapa buru-buru sih? Jahat banget deh gak mau nungguin aku, padahal aku udah manggil dari tadi tapi kamu gak berhenti. Kaki aku pegelkan jadinya. Bete deh.. kamu kena──"

"Eve Stop it! Apasih pagi-pagi udah ngerecokin gue? Mau lo apa?"

Dia. Eveshoicet Drucker Egelhof tersenyum manis sama sekali tidak takut pada gertakan pemuda tampan di depannya. Ia menoleh kesamping dimana ada Fela dan Anti yang terengah engah mengatur nafas karena mengejarnya.

"Aku mau liat pengeran aku lah, sekalian mau ngajak kamu ke kelas bareng" jawab Eve enteng sambil memegang rambut lurusnya yang ia selipkan bandol berbentuk telinga kucing berwarna merah muda.

"Lo sama gue gak sekelas" sentak Shan menatap tajam gadis manis itu.
Eve mengangkat bahu nya tidak perduli. Sedetik kemudian ia mengapit lengan Shan agar berjalan berdua.

"Fela Anti cuss!" Panggil Eve pada kedua sahabatnya itu sambil bergelayut manja di lengan Shan yang mendengus kasar atas tingkahnya tanpa memperdulikan kata-kata Shan.

"Ih.. apasih lepas! Gak malu lo diliatin banyak orang" sentak Shan berusaha melepas tangan Eve yang mencengkram tangannya kuat.

"Malu? Buat apa? Udah yuk.. kelamaan nanti telat masuk lho"
Dengan amat terpaksa, Shan berjalan ke kelasnya XII IPA 2 sementara Eve dan kedua dayangnya di kelas XII IPA 3.

Di sepanjang koridor sekolah tidak ada yang berani mengejek atau menertawakan mereka.
Hal ini sudah biasa bagi siswa yang bersekolah di Santanapilago. Sudah jadi rahasia umum bahwa Eve selalu mengejar ngejar Shan meskipun Shan terus menolak. Jika mereka menertawakan atau bahkan menatap mereka ─Shan dan Eve─ maka siswa itu akan merasa Santanapilago yang di idam-idamkan oleh remaja seusia mereka akan menjadi neraka dunia. Kedengarannya memang berlebihan namun itulah kenyataannya.

Shannon, bos dari para badboys yang bersekolah disini. Para badboys anak dari konglomerat yang memiliki perusahaan perusahaan raksasa. Meskipun tak di pungkiri bahwa semua yang bersekolah di Santanapilago merupakan anak anak orang berada di kota Jakarta. Tapi Shan lebih berkuasa, entah dari mana kekuasaan itu jatuh ketangannya.

Tidak ada yang bisa menaklukan Shan. Kecuali Eve, si gadis centil yang tak pernah lelah mengejar Shan selama hampir tiga tahun.
Meskipun dia telah di cap kecentilan oleh satu sekolah, tapi tidak ada yang berani menentangnya. Sekali menentang kiamat sudah penentang itu.
Bersama ke dua dayang setianya Sofia Marsyafela dan Lardianti Wasrema, Eve jadi ratu bullying di sekolah elit itu. Tidak ada yang berani melawan Eve selain Shan daann.. Dea. Si tomboy angkuh yang paling menyebalkan sejagat raya dunia yang menurut Eve, Dea merupakan hama yang datang dari hutan antah berata yang dikutuk dan dilemparkan Tuhan untuk mengganggunya.

"Apa lo liat-liat? Mau gue colok tuh mata?" Tanya Eve ketika dilihatnya salah seorang siswi yang terang terangan menatap jijik padanya.

"Antii.. cepet dong jalannya! Jangan makan mulu" Suara Fela terdengar di belakang.
Eve menengok tanpa menghentikan langkah. Dilihatnya Anti si dayang berbadan besar itu tertinggal jauh di belakang sana dengan sebungkus snek besar ditangannya.

"Ck" decak Eve cuek lalu mengalihkan pandangannya mendongak menghadap Shannon.

"Beb.. aku pengen deh jalan-jalan kerumah kamu, alamat rumah kamu dimana sih?" Tanya Eve manja.

Shannon meliriknya melalui ekor mata, tak bisa ia pungkiri bahwa Eve itu sangat menggemaskan jika mamasang wajah manja nya.

"Rumah gue diatas tanah di bawah langit" jawab Shan asal membuat Eve memasang muka bete.

"Iih.. pelit banget! Ketimbang alamat doang kok" rutuk Eve manyun. Tangan kiri nya yang tidak menggenggam lengan Shan ia gunakan untuk memperbaiki almameter hitam nya.

"Nih sampe kelas lo, udah sana masuk!" Suruh Shan melepas kaitan tangan Eve di lengannya saat mereka sudah tiba di kelas XII IPA 3.

"Yahh.. padahal masih mau sama kamu" Eve mendesah kecewa. Tidak rela ia melepaskan tangan Shannon.

"Udah sana masuk! Liat si Fela sama si Anti udah masuk siap-siap ngegosip, ntar ketinggalan lo" tunjuk Shan pada dua gadis yang sudah duduk manis di bangku mereka entah sejak kapan, padahal tadi mereka tertinggal jauh di belakang Shan dan Eve.

"Huuh.. yaudahdeh.. bye muah" pamit Eve tak lupa melepaskan kiss bye dengan ekspresi imut seperti anak kecil.

●●●●

"Get out!" Eve mengibas ngibaskan tangan nya mengusir dua makhluk tampan yang tengah makan dengan hikmat di meja kantin.

Kedua Pria tampan itu─Leo dan Azka─menatap malas pada gadis cantik di hadapan mereka.
Tanpa memperdulikannya mereka meneruskan lagi acara makan yang sempat tertunda karena kedatangan Eve, Fela dan Anti.

"Beeb.. Liat tuh temen-temen kamu gak mau pindah" adu Eve kepada pemuda berwajah timur tengah yang sedang mengotak atik gedgetnya.

"Bisa'kan duduk di tempat lain" ucap Shannon tanpa memandang yang sudah manyun lima centi.

"Tapi aku mau duduk deket kamu" rengeknya menggemaskan.

"Heh.. ganjen! Duduk di tempat lain sana!" Seru seseorang.
Eve hanya acuh tidak menanggapi orang itu.

"Beeb.." Eve merengek lagi dengan memasang wajah hampir menangis.
Shannon memutar bola matanya malas, dia menengadah menatap Eve yang balik menatapnya memohon.

"Ka, Le, lo bisa narik kursi lagi'kan?" Shannon menoleh pada kedua sahabatnya, terlihat jelas Shan keberatan dengan apa yang di ucapkannya tetapi harus bagaimana lagi. Dari pada ia kena amukan Eve yang akan menangis bombay jika tidak di turuti.

"Hm" gumam Azka dan Leo bersamaan.
Eve yang melihat itu sesegera mungkin menampakkan senyum manis kemudian mengambil duduk di sebelah Shannon. Disusul dengan Fela dan Anti.

"Dasar ganjen!" Ujar seseorang yang menghina Eve tadi.

"Diem lo mosquito, sirik'kan lo gak bisa deket-deket Shan" balas Eve tersenyum lalu menjulurkan lidahnya pada seorang gadis berambut pendek.

Dia Dea.

-Michyeoga-
Voment.

01 Juni 2016
Nittaa

Michyeoga [EDITING]Baca cerita ini secara GRATIS!